
Setelah keluar dari ruangan Kepala Sekolah Ruby mengajak Chrysant dan Amelaty untuk berdiskusi denganya di kantin.
"Ibu akan jelaskan semuanya lebih baik Kita bicarakan ini di kantin karena saat jam pelajaran, kantin akan sepi."
"Untuk apa di jelaskan ? Ibu harusnya bicara dengan Orang tua Saya !"
"Shut ! Kami tidak mengajakmu." Chrysant menggenggam tangan Ruby dan mereka berdua berjalan meninggalkan Amelaty.
Chrysant masih belum bisa memutuskan apa-apa karena Ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Chrysant masih menyayangi Amelaty, hanya saja Ia tahu Amelaty masih sangat terbawa emosi dan tidak akan mendengarkan mereka.
Baginya melelahkan untuk menghabiskan waktu hanya dengan membujuk dan memohon agar Ia luluh.
Chrysant dan Ruby duduk di kantin dan hanya mereka berdua disana.
"Sebenarnya ini adalah hal yang sangat memalukan tetapi Ibu sudah menganggap Chrysant seperti Anak Ibu sendiri."
"Kenapa Ibu tidak bicara pada Ibu Amelaty ?"
"Untuk apa Nak ? Ayah Amelaty bisa menjelaskanya sendiri. Kehadiran Ibu malah akan memperburuk suasana. Itulah kenapa Ayahnya Amelaty datang menemui Ibu agar Ibu mengatakan pada Isterinya bahwa hubungan Kami di masa lalu hanya sesaat dan tidak ada cinta disana. Sebenarnya ini memalukan tetapi Ibu tetap akan menjelaskanya karena Kamu. Saat itu di tahun 2007 Ibu belum lulus SMA.. Tetapi karena Ibu adalah PASKIBRAKA.. Ibu mendapat kesempatan untuk merasakan beasiswa penuh termasuk tempat tinggal.. Saat itu Ibu adalah kebanggaan untuk keluarga Ibu dan sekolah.. Karena mendapat beasiswa kedokteran di Jakarta.. Singkatnya Ibu satu fakultas dengan Ayah Amelaty.. Saat itu Ibu yang seorang MABA belum memiliki teman dan yah.. Kamu tahulah Mahasiswi baru adalah incaran para Senior.. Beberapa kali mendapat surat dari para Senior akhirnya Ibu jatuh hati dengan Seorang Dokter yang mengambil S2.. Yah itulah Ayah Amelaty.. Saat itu.. Sungguh Ibu tidak tahu kalau Dia telah menikah dan punya Anak.. setelah beberapa hari menerima perasaanya Ibu di berikan ponsel agar Kami bisa saling terhubung.. Ibu mengikuti semua aturan berpacaran denganya.. Yaitu tidak boleh mempublikasi hubungan pada siapapun karena saat itu dengan polosnya Ibu percaya bahwa Dia serius.. tetapi semua telah terlambat saat Ibu sudah mengetahui kebenaranya.. Ternyata Ibu sedang mengandung.. Ibu yang tidak ingin malu memutuskan pulang kampung.. itulah titik terendah di dalam hidup Ibu.. Orang tua Ibu membawa Ibu pergi ke Kalimantan untuk menghabiskan waktu saat hamil hingga melahirkan.. Kedua orang tua Ibu harus pulang-pergi dan terus berbohong kepada orang-orang bahwa Ibu masih kuliah.. Hingga setelah Ibu melahirkan.. anak Ibu tidak bertahan dan meninggal.. Ibu yang melahirkan dengan cara operasi bahkan tidak sempat melihat anak Ibu saat dikuburkan.. kedua orang tua Ibu hampir kehabisan uang dan setelah beberapa kali menghubungi Ayah Amelaty.. Dia mau mengangkatnya.. Setelah pembicaraan panjang.. Keputusanya Dia mau mengirimkan uang tetapi tidak akan menikahi.. Yah begitulah ceritanya.. Ibu sebisa mungkin mempersempit ceritanya agar Chrysant paham.."
"Aku sedang mencoba mencernanya Bu Ruby."
"Chrysant tidak membenci Ibu ?"
"Selama Ibu tidak membenciku.. Tidak ada alasan untuk Chrysant benci Ibu Ruby."
"Hm.. Chrysant.. Boleh Ibu minta tolong ?"
"Minta tolong apa Bu ?"
"Pulang sekolah akan Ibu jelaskan tapi kita mampir di tempat tinggal Ibu yah."
"Oke siap !"
Saat waktu Istirahat kedua Chrysant makan di kantin sendirian. Tetapi saat sedang makan Aisyah datang menghampirinya.
"Chrysant ! Halo."
"Hai Aisyah.. Silahkan duduk."
"Terimakasih !"
"Kamu hanya makan itu ?"
"Hehe.. Aku cuma bisa makan roti siang ini.. Aku diet."
"Diet ?"
"Pacarku bilang Aku gemuk."
"Aku punya tips diet."
"Apa !"
"Jangan makan apapun selama lima hari."
"Kamu gila ? Kamu mau Aku mati ?"
"Bodoh.. Pacar Kamu yang mau Kamu mati.. Kita masih SMP Aisyah.. Apa pantas menahan lapar.. Kamu kan bisa olahraga !"
"Capek.. Nanti hitam.."
"Pft.."
"Kamu tertawa ?"
"Ha.. kapan dia datang yah ?"
"Siapa ?"
"Kedewasaan.."
"Aku dewasa !"
". . ."
"Dasar budak cinta !"
"We.. Uwe.." Sambil terus meledek Chrysant, Aisyah pergi.
Saat pulang sekolah Chrysant dan Ruby pulang bersama ke tempat tinggal Ruby. Saat memasuki rumah, Ruby langsung mengunci pintu dan membawa Chrysant ke kamarnya.
"Kenapa Ibu seperti ketakutan ?"
Ruby menggenggam tangan Chrysant. "Sebenarnya cerita Ibu belum selesai.. Kedua Orang tua Ibu mendapat banyak uang dari Ayah Amelaty dan tidak pernah kembali.. Setelah membayar biaya rumah sakit Mereka berdua meninggalkan Ibu di Kalimantan dengan uang lima ratus ribu.. Mereka berkata akan kembali.. Ibu membaca semua pesan dan mendengar langsung percakapan Mereka.. tetapi Orang tua Ibu tak kunjung datang.. untung saja Ibu selalu membawa berkas-berkas Ibu.. Setelah berjalan kesana-kemari mencari pekerjaan.. Akhirnya Ibu kembali ke rumah sakit Ibu dirawat dan bersyukur Ibu bisa menjadi tukang bersih-bersih disana.. Setelah lima tahun mengumpulkan uang dari kerja serabutan.. Ibu memutuskan untuk kuliah di Fakultas pendidikan di Palu dan di tahun 2016 tepat saat Ibu lulus.. Ibu juga lulus menjadi seorang PNS dan di tempatkan di SMP X.. Ibu bersyukur karena bisa jauh dari kampung halaman Ibu dan hidup dengan layak.. Sampai kabar Ibu telah menjadi PNS sampai ke telinga kedua Orang tua Ibu.. bahkan semua Keluarga ikut mengutuk Ibu.. Tetapi belakangan ini Mereka secara bergantian meminta uang kepada Ibu.. Ibu rasa kedua Orang tua Ibu kembali menghubungi Ayah Amelaty hingga memicu pertengkaran Keluarga.. Ibu yakin alamat rumah Ibu telah di ketahui Keluarga Ibu.."
"Apa Aku bisa bantu Bu ?"
"Ibu ingin mengakhiri semua kesalahpahaman ini.."
"Ibu mau apa ?"
"Ibu ingin Chrysant membantu Ibu merekam sebuah video.."
Ruby memutuskan untuk membuat sebuah video pengakuan yang menceritakan semua yang terjadi.
Ruby mengeluarkan jas Dokter yang Ia simpan. Jas ini Ia beli dengan uangnya sendiri saat Ia bahkan belum lulus SMA.
Chrysant mengatur dengan rapi kamera ponsel di atas meja dan memasang kamera belakang agar Ruby tidak terganggu jika saja Ia canggung melihat wajahnya sendiri, mengingat ini bukanlah video biasanya.
Saat selesai mengganti bajunya, Chrysant heran dengan tubuh Ruby yang menjadi sedikit membesar.
Video pengakuan di mulai.
"Selamat siang nama Saya Ruby Mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Jakarta angkatan 2008 dan juga bagian dari PASKIBRAKA angkatan 2006.. Saya berterimakasih karena telah di berikan kepercayaan melalui Beasiswa ini Saya bisa menjadi gadis yang memiliki wawasan yang luas."
Ruby memperlihatkan bukti surat penerima Beasiswa Anak berprestasi dan bukti ATM bersama buku tabungan juga beberapa nota saat Ia menerima upah sebagai PASKIBRAKA.
Ruby membuka jas yang merupakan pakaian pertamanya. Berikutnya adalah pakaian jadul yang sering di pakai para pemuda di tahun 2000an.
Pakaian ini adalah pakaian yang sering Ia pakai saat masih kuliah. Mata Chrysant membesar, Ia menyadari bahwa Ruby sedang membuat flashback video.
"Sekarang hampir mendekati akhir tahun 2008 dan ada Seorang Pria yaitu senior yang sudah lama mendekatiku Ia juga mengirimkan beberapa surat padaku.. Aku juga dibelikan ponsel olehnya."
Ruby mengeluarkan surat yang pernah dikirimkan Kevin padanya dan juga ponsel pemberian Kevin. Ruby dengan jelas memperlihatkan semuanya ke arah kamera.
Ruby kembali membuka pakaianya dan berganti menjadi daster. Ruby juga mengambil bantal kursi dibelakangnya dan menaruhnya di dalam pakaian yang menggambarkan bahwa Ia hamil.
Ruby juga mengeluarkan hasil tes kehamilan pertamanya yang masih Ia simpan.
"Tetapi sayang seribu sanyang, Aku hamil dan memutuskan pulang kampung tetapi Aku bersyukur memiliki Orang tua yang mengajarkan kepadaku untuk pertama kalinya apa itu kata tidak bertanggungjawab.. Kami berlindung di Kalimantan sampai Buah hatiku lahir.. tetapi Dunia telah menakutinya sehingga bayiku memilih untuk berpulang kepada Yang Maha Esa di bulan September ceria ditahun 2009.. Sepertinya Ia tahu bahwa Ayahnya tidak akan menerimanya.. Seperti Wanita murahan, kedua Orang tuaku menerima uang yang sangat banyak."
Ruby memperlihatkan bukti SMS Kevin yang mengirim uang senilai 200 juta rupiah.
"Iya.. Aku juga mendapat bagian yaitu 500 ribu rupiah plus di tinggalkan dalam keadaan belum sembuh total.."
Ruby kembali mengganti bajunya dengan pakaian cleaning service rumah sakit.
"Tenang saja Dunia selalu memberikan kesempatan kedua.. Aku yang masih memiliki harapan hidup memilih bekerja serabutan bahkan jualan kue hingga Aku mendapatkan tabungan sebanyak 17 juta rupiah."
Ruby akhirnya sampai di baju terakhirnya, baju yang Ia pakai mengajar hari ini, yaitu baju PNS.
"Aku di terima di Fakultas Swasta Keguruan Palu dan Aku masih bekerja hingga di bangku kuliah untuk menunjang kehidupan selama perkuliahan.. dan saat lulus di tahun 2016.. Aku langsung lolos menjadi Seorang PNS.. Tetapi di saat Aku hampir menyentuh kebahagiaan, Kalian semua datang kepadaku tanpa mengatakan maaf ! Tidak bisakah sekali dalam hidup Anda Pak Kevin dan kedua Orang tua yang saya hormati.. Tidak bisahkah sekali saja dalam hidup Kalian berperilaku sebagai manusia ?"
Melihat Ruby yang telah selesai bicara, Crysant langsung menghentikan rekaman video dan mememeluk Ruby. "Chrysant bangga dengan Ibu."
"Terimakasih Nak."
"Baiklah ayo kita kirim video ini." Setelah mencoba mengirim ternyata vedeo Ruby tidak bisa terkirim karena berukuran terlalu besar. "Hah tidak bisa ?"
"Di kompres dulu Bu Ruby."
"Kompres ?"
"Iya !"
"Tidak rusak ?"
"Kan pakai aplikasi bukan air."