
Di akhir bulan Maret 2021 Chrysant menjadi juara satu dalam Seni Kriya tingkat Nasional dengan buah Majanya lagi karena tema yang tidak berubah.
Peserta kebanyakan membuat kerajinan yang sederhana dan membutuhkan waktu kurang dari enam jam.
Sedangkan kriteria dalam seni Kriya biasanya akan memilih karya yang membutuhkan waktu hampir mendekati enam jam yang merupakan ketentuan tiap tahunya.
Beberapa karya yang di kalahkan Chrysant seperti dompet dari rotan ataupun baju yang terbuat dari akar tumbuhan.
5 April 2021
Pagi hari ini Chrysant baru saja tiba di Bali. Iya, untuk FLS2N kali ini pemerintah menyelenggarakan bidang seni Kriya untuk tingkat Internasional.
Seluruh Negara dalam kepulauan Asia Tenggara menjadi peserta dalam seni Kriya kali ini. Lomba hanya berlangsung selama tiga hari dan untuk tema akan di tentukan di lokasi perlombaan.
Para peserta di persilahkan menyiapkan peralatan dan bahan yang mereka inginkan. Sisanya akan di sediakan oleh Panitia yang di ikuti oleh tema.
Panitia mempersilahkan Peserta menyiapkan alat dan bahan tetapi unsur utama berada di tangan Panitia.
Seperti apapun karya yang di buat oleh para Peserta, bahan yang disediakan oleh Panitia haruslah yang menjadi bahan utama.
Chrysant di dampingi oleh Rahman kali ini karena Ruby yang terpapar oleh virus menyebabkan tanggung jawab di berikan kepada Kepala Sekolah mengingat ini adalah perlombaan tingkat Internasional.
Selama dalam perjalanan hingga sampai di hotel, Chrysant menjadi Anak yang sangat pendiam dan hanya melakukan pembicaraan secukupnya.
Rahman juga hanya melakukan kewajibanya untuk mengawasi tanpa melakukan tugasnya sebagai seorang pembimbing.
Saat malam tiba para Peserta di persilahkan untuk latihan dan Chrysant memutuskan untuk tidur di kamarnya.
Saat Rahman menanyakan penyebab Chrysant tidak latihan, Ia hanya menjawab bahwa Chrysant telah latihan saat pertama tiba di Bali.
6 April 2021
Perlombaan di laksanakan pada ruangan rapat yang berada di hotel tempat tinggal para Peserta.
Chrysant yang tidak mengharapkan apapun dari Rahman mencoba untuk mandiri tanpa kehadiran Ruby.
Chrysant membawa perlengkapan lomba dan makananya sendiri. Tubuhnya yang kecil bahkan membuatnya sulit melihat jalan yang berada di depanya.
Perlombaan mulai pukul sepuluh pagi dan tema yang di berikan adalah 'Useful'. Dimana maksud tema kali ini adalah dasar dari seni Kriya.
Seni Kriya sering di salah artikan dengan sebuah karya yang di ciptakan dari bermacam-macam benda untuk sebuah keindahan.
Jika memang begitu maka apa bedanya dengan seni melukis. Maka dari itu panitia memberikan tema yang memiliki arti 'Berguna'.
Agar karya yang diciptakan memiliki kegunaan dan keindahan dalam satu karya, yaitu seni Kriya.
Kemudian Panitia mengeluarkan bahan utama dalam lomba ini. Bahan itu adalah batang kayu pinus dan masing masing Peserta mendapat bagian lima kilogram beratnya.
Para peserta belum ada yang bergerak dan masih memandangi bahan mereka di meja masing-masing.
Chrysant masih terus memikirkan Ruby dan kawatir dengan keadaanya. Ia berharap Sumirna mampu menjaga Ruby mengingat Sumirna adalah orang yang mudah lelah.
Kali ini Chrysant menjadi tidak peduli dengan perlombaan dan memilih memakan makanan pembagian yang di sediakan Panitia.
Rahman yang kesal karena melihat Chrysant yang hanya bersantai berjalan mendekatinya. "Nak, bukanya Kamu sudah makan tadi ?" Rahman meninggalkan Chrysant dan kembali ke tempat duduknya.
"Sudah."
Chrysant yang menjadi kesal karena mendapat komentar saat dirinya sedang makan perlahan menaruh kotak makananya di bawah kursi sambil masih mengunyah makanannya.
Chrysant mengambil Cengkeh yang Ia bungkus dengan plastik. "Hah ! Apa yang terjadi ? Astaga Aku lupa !"
Chrysant lupa bahwa Ruby berpesan agar cengkeh kali ini adalah cengkeh Sikotok yang harus di kemas dengan koran.
Karena ada beberapa cengkeh yang belum kering total sehingga semua cengkeh Chrysant menjadi lembab dan berminyak.
Semua mata tertuju pada Chrysant saat Ia membuka pembungkus cengkehnya. Keadaan tempat perlombaan yang penuh dengan pendingin ruangan menyebabkan bau cengkeh memenuhi atmosfer.
Beberapa Peserta dan Pembimbing yang menghirup aroma cengkeh menyukainya dan mulai mendekati meja Chrysant.
Chrysant menyadari beberapa orang di dalam tempat perlombaan sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Chrysant juga melihat banyaknya orang yang terus memakai tisu dan pensanitasi tangan. Chrysant terpikir untuk membuat tempat tisu yang dapat menempelkan aroma sekaligus menyehatkan.
Chrysant memutuskan membuat tempat tisu yang di hiasi dengan cengkeh. Chrysat memotong dengan gergaji manual kayu yang di berikan Panitia dan mengasahnya hingga setipis mungkin.
Untuk sentuhan akhirnya Chrysant mengusapkan minyak yang menempel pada plastik cengkeh pada karyanya.
Tiga puluh menit sebelum waktu berakhir beberapa peserta telah selesai mengerjakan karyanya termasuk Chrysant.
Beberapa peserta laki-laki mendekati meja Chrysant dan mengajaknya berbincang tetapi ada juga yang hanya berniat mengagumi kecantikanya.
"HEY THAT'S MY Fiancé ! Fiancé ?" Terdengar suara Riendly dari kejauhan.
"Girlfriend ! Sudah Aku bilang tadi Girlfriend !" Bisik Amelaty dengan suara menggertak.
Rupanya Amelaty dan Riendly menyamar menjadi pramusaji, segalanya menjadi mudah untuk bisa menyelinap karena adanya Riendly.
Riendly yang tidak sengaja bertemu dengan Amelaty di Singapore langsung mengajak Amelaty ke Bali saat mendengar curahan hati dari Amelaty.
Amelaty yang terus memantau aktivitas Chrysant dari beberapa murid yang Ia hubungi mengetahui bahwa Chrysant akan ke Bali.
Amelaty mengangis dan sangat terharu mengetahui Chrysant mampu mengejar tingkat Internasional, Riendly dan Amelaty sebenarnya hanya sekedar memantau tetapi Riendly mengacaukan semuanya.
Chrysant hanya terdiam dan tidak menghiraukan keberadaan Riendly dan Amelaty. Amelaty tertunduk dengan perasaan bersalah karena telah melukai perasaan Chrysant sebelumnya.
Amelaty langsung pergi tanpa sempat menyapa Chrysant. Riendly juga mengikuti Amelaty dari belakang.
Pengumumanpun langsung di sampaikan sepuluh menit saat lomba berakhir dan Chrysant adalah juaranya.
Chrysant yang membenci dirinya karena tidak menghiraukan Amelaty, menerima piala dan penghargaan tanpa ekspresi bahagia sedikitpun.
Chrysant adalah gadis yang mudah berpaling ketika Ia merasa terluka. Tetapi Chrysant sendiri membenci sikapnya tersebut hanya saja Ia tidak bisa berubah.
Semua penonton dari berbagai daerah yang menyaksikan ekspresi wajah Chrysant di televisi menganggapnya sangat sombong dan angkuh.
Bahkan beberapa murid dan guru SMP X menyebarkan cerita bahwa Chrysant memang sangat mengandalkan kecantikan dan kepintaranya maka dari itu Chrysant suka merendahkan orang di sekitarnya.
Tetapi orang yang tetap percaya bahwa Chrysant adalah gadis yang baik dan menyenangkan walaupun menyaksikan ekspresi dingin Chrysant di televisi adalah Sumirna, Rika, Mario dan Coco.
Tidak sampai sepuluh Orang yang yakin dengan ketulusan hati Chrysant. Tetapi hari-hari Chrysant sangat menyenangkan walaupun hanya beberapa Orang yang menyukainya.