
“apaaaa” ucap Rey membulatkan matanya tak percaya kali ini Rey di prank oleh momynya sendiri.
Rey mengusap wajahnya kasar dan berlalu keruang TV
“shiitt kena prank momy lagi” gerutu Rey
“kau sudah pulang nak, sini mendekatlah momy sangat rindu padamu” ucapnya seraya menggoyang-goyangkan tangannya menyuruh Rey mendekat padanya.
“rindu sih rindu tapi gak usah ngeprank anak sendiri” cerca ahmad
“sayang namanya juga rindu wajar dong” ucap renata membela diri
Rey memutar matanya malas saat mendengar ucapan momynya
“kau tau mom karena panik mendengar momy pingsan aku dan ian sampai dikejar-kejar polisis karena membawa mobil dengan kecepatan tinggi” cerca Rey
“kau memang salah siapa yang menyuruhmu membawa mobil dengan cara seperti itu kau sudah bosan hidup yah, kalau kau bosan hidup tetaplah hidup karena kau tidak punya pilihan selain hidup, momy tidak membiarkanmu lecet walau seujung kuku” ucap renata seraya menjewer manja anaknya
“kenapa momy menjewer ku aku bukan anak kecil lagi, toh bukan aku yang menyetir mobil tapi ian” gerutu Rey seraya mengangkat jari telunjuknya kearah ian berada
Ian melihat dirinya ditunjuk menelan salivanya “kenapa jadi aku yang salah sih” batin ian
“maaf nyonya ini semua karena Tuan Rey menyuruhku menambah kecepatan mobil sedangkan kecepatannya sudah mentok” bela ian pada dirinya sendiri.
“apa kau bilang kau menyalahkan ku ian” geram Rey
Renata hanya menyaksikan putra kesayangannya dan sekertarisnya itu saling berdebat tanpa merasa bersalah bahwa dialah penyebab utamanya.
“dan pada dasarnya penyebab utamanya adalah momy” sela ahmad
“jadi kau menyalahkan ku, malam ini kau tidak di izinkan tidur dikamar” sergah renata kesal
ahmad menyalahkan dirinya.
Ahmad membulatkan matanya tenggorokannya tercekat, ini sungguh diluar dugaannya tidur tanpa memeluk istrinya akan membuatnya menderita ia sudah bisa menduga tidak akan bisa tidur semalaman, hanya didekapan istrinya lah ia bisa tidur dengan tenang. Ia betul-betul tidak dapat membayangkan betapa tragis nasibnya malam ini.
Rey dan ian terkikik mendengar dadynya tidak di izinkan tidur dikamar bersama dengan momynya.
“ayolah sayang jangan seperti itu, kau tau pasti kalau aku tak bisa tidur tanpa dikelonin olehmu” rayunya seraya menujukkan puppy eyes seperti seorang anak balita meminta permen kepada ibunya. Sungguh menggemaskan.
Rey dan ian membulatkan matanya mendengar ucapan daddynya yang tanpa sensor itu.
Seketika Renata mengarahkan tatapannya ke Rey dan ian, renata melihat putranya membulatkan mata membuat pipi renata merona karena malu dengan putranya sendiri yang mengetahui jika dadynya selalu dikelonin tiap ingin tidur
“iiss dady ngomong gak pake sensor bikin malu” sergah renata memukul lengan suaminya
Tawa ahmad langsung pecah ia baru menyadari ucapannya yang tanpa rem.
“well.. kalian maklumi saja kalain juga akan tau betapa nyaman dan nikmatnya dikelonin sebelum tidur” ucapnya sambil mengedipkan matanya geni ke istrinya
Rey dan ian menelan salivanya kasar, pikiranya tiba-tiba berkelana tak tentu arah mencoba menerka-nerka rasanya dikelonin sama istri, dengan gerakan cepat Rey dan ian mengelengkan kepala secara bersamaan.
“sayang, kau mengotori pikiran putraku” sarkas renata
“putraku juga sayang” selanya
renata memutar matanya malas
“putra ku usia mu sekarang sudah 27 tahun bukan” tanya Renata pada putranya seraya mengenggam tangan putranya
“yes mom, memangnya ada apa”
“kapan kau akan memperkenalkanku dengan kekasihmu”
Rey membeku mendengar ucapan momynya baru sebulan yang lalu Rey berencana melamar kekasihnya lalu memperkenalkannya pada momy dan dadynya namun gagal, Rey tak bergeming ia kembali mengingat penghianatan Cantikan padanya.
“segeralah cari kekasih dan jika kau sudah menemukannya bawalah kemari momy ingin mengenalnya” ucap renata seraya menepuk-nepuk pungung tangan putranya
“aku tidak berjanji mom, aku tak tahu cara mencari kekasih”
“mau kah kau mendengar saran momy” tanyanya dengan senyuman “jika kau ingin melihat karakter seorang gadis baik atau tidak lihatlah matanya kau akan bisa merasakan ketenangan walau hanya menatap matanya” lanjutnya memperjelas.
Rey terkesiap mendengar penuturan renata, pikiran Rey tiba-tiba tertuju pada gadis yang ditemuinya didepan gedung Rektorat.
“yes mom akan Rey usahakan” ucapnya Rey tersenyum manis
“baiklah akan momy tunggu, kau sudah makan nak” tanya renata
“sudah mom, tadi bersama ian” jawabnya bohong karena dirinya belum sempat makan siang Rey sudah mendapat telpon yang membuat tulangnya melunak
Renata mangut-mangut mengerti.
“aku balik ke kantor dulu yah mom dad masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan segera” ucapnya seraya berdiri dari duduknya
“baiklah nak, hati-hati dijalan jangan ngebut seperti tadi” ucap renata
“tentu mom, aku pergi dulu” secepat kilat Rey mencium pipi momynya “bye mom” lanjutnya lagi
Renata hanya tersenyum manis ke arah putranya, setelah kepergian putranya renata kembali mengalihkan pandanganya kearah suaminya yang sedari tadi tak mengeluarkan suara.
Renata terkekeh saat mendapati suaminya mengerucutkan bibirnya dengan gerakan cepat renata mencium sekilas bibir suaminya.
“kau tahu sekali obat ku ketika ngambek sayang” tangan suaminya sudah merengkuh pinggah renata walau sudah tak muda lagi tetapi tubuh renata tetap langsing renata sangat menjaga bentuk tubuhnya agar tetap terlihat seksi dimata suaminya
*****
Waktu baru saja memasuki waktu zuhur Aisyah dan sahabatnya pun sudah sampai dikamar kostnya, nisa dan nadya mendudukkan bokong aisyah secara perlahan diatas kasur dan membantunya melepas sepatu dan kos kaki yang Aisyah kenakan.
“Aaahh maafkn aku gara-gara kaki ku klian menjadi kelelahan seperti ini” lirih Aisyah
“jangan biacara seperti itu ais, kita ini saudara sudah sepatutnya kita saling menolong kalau bukan kita lalu siapa lagi yang akan menolong mu” ucap nisa lembut dan merangkul bahu Aisyah
“terimakasih yah Nad Nis, aku beruntung punya kalian” ucap Aisyah tersenyum manis
“iya iya, aku mau shalat dulu karena kau tak shalat maka berbaringlah setelah aku dan Nadya shalat kami akan membantu mengurut kaki mu” ucap nisa “dan kau Nad cepat lah bergegas kenapa kau terlalu lamban dalam pergerakan kau ini tulalit atau kura-kura” cerca nisa
“marahi saja terosss akunya” ucapnya seraya menghentak-hentak kan kakinya ke lantai
“aku gak marah hanya saja biar kamu sadar Nad” bujuk nisa
“dari tadi juga aku udah sadar nis, aku lagi gak tidur yah sekarang emang kamu gak lihat nih mata ku terang begini” ucap Nadya membuka lebar matanya menggunakan jari telunjuknya
Nisa jengah mendengar ucapan Nadya, berbicara dengannya memang selalu bikin naik dara saja, pura-pura polos atau memang polos sih pikirnya. Nisa berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu dari pada terus mendengar omong kosong Nadya yang bagaikan kaset rusak
Aisyah hanya terkekeh melihat nisa yang sudah sangat jengkel mendengar ucapan Nadya yang memang agak menjengkelkan.
Membuka instagram sambil menunggu sahabatnya selesai shalat mungkin lebih baik pikirnya.
.
.
.
maaf jika typo dimana-mana
para readers jgn lupa tinggalkan jejak yaah🤗