She Is My Mine

She Is My Mine
HARI KELULUSAN ~ AWAL KEHANCURAN REY



Sorak sorak para siswa terdengar menggelegar diseluruh penjuru sekolah tawa dan isak tangis mewakili perasaan setiap siswa-siswa, moment saling berpelukan pun tak terelakkan. Perjuangan 3 tahun berakhir usai sudah, tak ayal banyak siswa yang merasa tidak sanggup meninggalkan rumah yang telah mendidik dan menjadi saksi perjuangan mereka, melakukan corat coret dibaju seragam sebagai bentuk tahap penutup kisah putih abu-abu.


Begitupun dengan kisah cinta sang junior Fajar Aditama, ia hanya mampu menyaksikan sang gadis yang amat ia cintai dari jarak jauh perasaan sedih memenuhi hatinya karena ini adalah hari terakhir dimana ia dapat melihat sang gadis.


Aisyah celingak celinguk, tingkah aisyah tak luput dari pandangan Fajar dan juga kedua sahabatnya.


“siapa yang Aisyah cari” batin Fajar


“heeey apa yang kau cari ais” tanya kedua sahabatnya


“aa.anuu ituu,, emmm” jawab aisyah gugup “aku tinggal dulu yah sebentar saja, Cuma sebentar kok aku janji tunggu disini jangan kemana-mana” lanjutnya sambil menekan-nekan bahu Nadya.


“iiih dia kenapa sih aneh deh” ucap nisa


“oooh, mungkin dia kebelet boker, takut keburu mencret bisa kita lihat dari mukanya yang tegang tadi” jawab Nadya dengan muka polosnya


“tau ah, ngomong sama kamu gak nyambung” ucap nisa kesal


Aisyah berjalan menyusuri lorong kelas mencari Fajar. Ia ingin pamit sebelum benar-benar pergi melanjutkan pendidikannya.


“fajar mana yah, kok gak ada apa dia gak kesekolah yah. Aah gak mungkin dia kan siswa yang rajin” sambil terus celingak celinguk.


“doooor”


“astaghfirullah, iih dasarkamu jar” ucapnya kesal dengan nafas yang terengah-engah


Fajar terkekeh “ada apa ais, kamu lagi cari aku”


“ituu, emm anu akuu” jawab Aisyah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“kamu mau ajak aku balikan” tanya Fajar sambil tersenyum jail


“iiih apaan sih, umm aku mau pamit sama kamu jar. Kamu belajar yang baik yah”


“aku turut bahagia atas kelulusan dan prestasi yang telah kamu dapat ais, kamu memang luar biasa aku bangga padamu bisa dapat beasiswa di Perguruan tinggi terfavorit dikota jakarta” ucap Fajar sambil mengusap kepala aisyah dengan lembut.


Aisyah tersenyum manis “terimakasih jar”


“iya, aku akan belajar dengan giat dan menyusulmu kuliah dijakarta, udah sana sahabatmu pasti nyariin kamu” ucapnya sambil mendorong-dorong kecil tubuh Aisyah untuk pergi.


“iya iya, good bye Jar” sambil melambaikan tangannya. Fajar hanya menanggapinya dengan senyuman.


“aku berjanji akan menyusul mu ais”


...----------------...


Ditempat Lain


“hari ini adalah hari anniversary ke 4 tahun hubunganku dengan Cantika aku harus menyipkan kado terindah buat dia yang tidak akan pernah ia lupakan, tapi apa yah...” Rey terus mondar mandir didepan ian sehingga membuatnya jengah.


“dasar bos bodoh, otaknya ajah yang cerdas tapi gak bisa lihat kebusukan nona Cantika aku harus membongkar semuanya”


“anda tidak akan bisa menemukan solusi jika hanya dengan mondar mandir seperti cacing kepanasan seperti itu tuan” ucap ian dengan wajah datarnya


“beraninya kamu mengataiku cacing haaaa” bentak Rey dengan tatapan tajamnya


“tidak tuan, saya hanya pusing melihat anda seperti setrika” sangkal ian


“wah wah ian sekarang kamu lebih berani yah, tadi kamu mengataiku cacing dan sekarang kamu mengataiku setrika kamu punya banyak nyawa rupanya”


“maafkan saya tuan, memang seperti itu kenyataannya” jawabnya masih dengan wajah datarnya


“sudaah sana pergi kamu semakin membuatku bodoh hanya dengan melihat muka datarmu yang kayak tembok itu” usir Rey sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


“baik tuan, saya permisi saya ada diluar jika tuan membutuhkan bantuan tuan bisa panggil saya” ucapnya sambil menunduk hormat lalu berjalan kearah pintu.


“IAN” teriaknya


Ian yang diluar mendengar teriakan tuannya bergegas masuk keruangan “Ada yang bisa saya bantu tuan”


“belikan saya cincin berlian yang paling mahal dan indah di toko perhiasan MEGA BERLIAN”


“sekarang tuan” tanyanya


“tidak, tahun depan yah sekarang lah dasar bodoh” jawabnya kesal


“baik tuan”


“yang bodoh bukan aku tapi tuan” gumamnya tapi masih terdengar oleh Rey.


“apa kamu bilang” bentaknya sembari melototkan mata


“Mata tuan sedikit lagi keluar” jawabnya enteng


“mau keluar baik-baik atau ku tendang” ucapnya dengan suara yang meninggi


“maaf tuan” ucapnya sembari menunduk hormat lalu beranjak keluar


“huuuh bisa-bisa aku gila dibuatnya” ucap Rey sambil mengusap wajahnya kasar


1 jam kemudian


Tok


Tok


Tok


“masuk” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ia pegang


“permisi tuan, ini cincin yang tuan minta” ucap ian sambil berjalan kearah meja Rey.


Rey mengangkat wajahnya “wah pintar juga kamu memilih cincin padahal jomblo” ejek Rey


“Tuan mengejekku” tanyanya jengah tak percaya


“aku tidak mengejekmu, itu fakta jadi terima saja”


“aku jomblo karena aku tak ada waktu buat mencari kekasih waktu ku hanya ku habiskan disamping tuan”


“kau menyalahkan ku ian” tanya rey dengan tatapan tajamnya.


“itu fakta tuan” jawabnya masih dalam posisi tegap dengan posisi tangan berada dibelakang seperti posisi istirahat dalam baris berbaris.


“iya iyaa sana pergi aku bosan melihat wajahmu” usir Rey


“baik tuan permisi” rey mangut-mangut menanggapi


Tiba-tiba “tunggu ian, siapkan makan malam romantis untuk ku di restoran yang biasa ku tempati dengan Cantika ingat siapakan semuanya jangan sampai ada cacat sedikit pun” ancamnya


“baik tuan akan saya lakukan sesuai permintaan tuan” ian pun keluar


karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ia segera beranjak pergi ke restoran yang Rey maksud untuk menyiapkan makan malam romantis.


Senyum Rey terus mengembang di wajah tampannya membayangkan ekspresi bahagia Cantika saat ia melamarnya, Rey sudah tidak fokus bekerja karena ia tak sabar menunggu waktu malam tiba, Rey akhirnya membereskan berkas-berkas dimejanya lalu bersiap-siap untuk pulang.


Rey membawa mobil sportnya sendiri tanpa supir Karena ian yang selalu menjadi supir namun tak bisa karena ian sedang mempersiapkan makan malam romantis untuknya, Rey segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.