She Is My Mine

She Is My Mine
Memikirkan mu



Di lantai 30 dari salah satu gedung yang menjulang tinggi Rey berdiri di dinding kaca ruangannya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana pandangannya menerawang jauh entah apa yang mengganggu pikirannya sehingga sejak bertemu dengan Renata dan mendengar sarannya beberapa minggu yang lalu Rey terlihat lebih sering termenung.


“kenapa ucapan momy terus terngiang dipikiranku dan anehnya kenapa gadis itu juga ikut terbayang sebenarnya ada apa dengan otakku ini, aaah sebaiknya aku pulang ke mansion dan istirahat mungkin karena aku kelelahan” batin Rey


Meraih benda pipih diatas meja kerjanya Rey berlalu keluar dari ruang kerjanya


“ian kita pulang sekarang” ucap Rey setelah pintu berhasil ditutupnya dan melihat ian yang sedang berjalan kearah ruangannya.


Ian yang mendengar perintah tuannya hanya mengangguk patuh.


“ian apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai gadis berkaki pincang itu” tanya Rey memecah keheningan


“sudah tuan, namanya Aisyah Maharani dia mengambil jurusan Manajemen bisnis dan dia adalah salah satu peserta program beasiswa kita, dia tinggal di kost bertiga dengan sahabatnya tidak jauh dari kampus, dia berasal dari desa yang ada dibandung” jelas ian “dia juga adalah gadis berprestasi disekolahnya juara bertahan pada ranking 1 dikelasnya selama 3 tahun berturut-turut” tambah ian.


Senyum mengambang diwajah Rey setelah mendengar penuturan sekertarisnya


“dugaanku benar, kamu memang gadis yang berbeda dari yang lainnya” batin Rey


“kenapa tuan menyuruhku mencari tau informasi gadis itu, apa ada sesuatu” tanya ian dilanda rasa penasaran karena Rey adalah pria yang tidak mudah tertarik dengan wanita satu-satunya wanita yang dekat dengan Rey hanya Cantika dan Momynya.


“kepo” balas Rey cuek


Ian mencebikkan bibirnya mendengar jawaban Rey


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion milik Rey, rasanya dia hanya butuh istirahat sekarang untuk menenangkan pikirannya yang tidak menentu.


“pantau terus gadis itu informasi apapun yang kau dapatkan segera laporkan padaku ingay jangan sampai ada yang tau soal ini” tegas Rey sambil bersandar dan menutup matanya


“baik tuan”


*****


Suasana kampus yang riuh dari tawa para mahasiwa kampus terfavorit itu, disalah satu taman yang menyediakan rumah-rumah jamur terdapat 3 orang sahabat sedang bercanda yang entah menertawakan apa, rumah jamur itu sudah mereka sepakati sebagai tempat nongkrong mereka, berjanji setiap jam kuliah usai mereka harus berkumpul ditempat tersebut untuk sekedar berbagi bercerita tentang apakah ada dosen yang tampan dan muda mengajar di kelasnya tentunya yang membahas itu hanya Nisa dan Nadya.


Mereka bersahabat namun mereka mengambil jurusan berbeda, Aisyah mengambil jurusan manajemen binis, Nisa mengambil jurusan dokter kandungan, dan Nadya mengambil jurusan hukum.


“eh gimana tadi kuliahnya, ada dosen baru gak” tanya Nisa membuka suara


“Aisyah yah seperti biasa” jawab ais cuek


“tadi ada dosen baru ganteng banget sumpah deh masih muda lagi, senyumnya itu loh Uuuh..” ucap nadya seraya menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil cengir kuda.


“tapi dia udah punya tunangan” tambahnya memasang wajah masam


“khuufftt kasian sekali kamu” ucap nisa sambil tertawa mengejek “baru juga pertemuan pertama udah kecewa” tambahnya berusaha meredakan tawanya


“selagi janur kuning belum melengkung aku masih punya kesempatan” semangat Nadya menggebu-gebu


“ingat kita kesini jauh-jauh dari kampung untuk menuntut ilmu bukan untuk mengejar dosen tampan dan muda, itu tidak ada dalam daftar cita-cita kita” sela Aisyah mengingatkan


“uuuppss sorry kelupaan ais” jawab Nadya menutup mulutnya dengan tangan kirinya


“sekali-kali cuci mata lah ais, gak papakan” seru nisa


“sekali-kali bisa jadi berkali-kali nis, jangan dibiasakan sekali-kalinya” jawab aisyah dengan tenang


“okee okee siap Aisyah sahabatku yang paling cantik, baik, sholeha, dan pintar” ucap Nadya sambil mengangkat tanganya seperti hormat


“iidiih lebay” timpal Nisa


“biarin kan faktanya begitu, iyakan”


“gak usah disebutin juga cukup lihat kita juga udah tau kali”


“sudah sudah kalian kenapa sih kayak tom and jerry ajah” Aisyah menggeleng-gelengkan kepala melihat sahabatnya yang selalu ribut setiap bertemu


“ohya sebentar kalian pulang ajah duluan yah gak usah nungguin aku, aku mau ke perpus dulu mau cari referensi buat tugas praktek minggu depan” ucap nisa


“sama dong nis kita bareng ajah ke perpus yah aku juga mau cari buku buat tugas-tugasku” jawab Nadya menimpali “gak papa kan kamu balik sendiri ais” tambah Nadya


“iya gak papa lagian kost gak jauh kok, yah udah yuk ke kelas bentar lagi kuliah dimulai” jawab Aisyah bergegas berdiri


Jam menunjukkan waktu pukul setengah 3 sore jam kuliah telah selesai, Nisa dan Nadya ke perpus sesuai perjanjian mereka dan Aisyah berjalan seorang diri menuju kostnya dalam perjalanan Aisyah gelisah sedari tadi dia merasa ada yang mengikutinya namun setiap berbalik ke belakag dia tak menemukan siapa-siapa langkahnya semakin dia percepat takut ada orang yang berniat jahat padanya melihat kondisi jalan yang agak sepi.


Aisyah berjalan setengah berlari karena ketakutan dan tiba-tiba saja ada yang memegang pundaknya karena ketakutan Aisyah berteriak sekencang-kencangnya.


“Aaaaakkkkhh tolong pergilah jangan ganggu aku, ku mohon” mohon Aisyah dengan bercucuran keringan memenuhi dahinya


“hey hey Aisyah ini aku Rangga kenapa kamu ketakutan seperti itu, lihat aku” ucap Rangga berusaha menenangkan dia menyesal sudah menakuti Aisyah padahal dia hanya berniat ingin mengejutkannya


“astaghfirullah Nga ternyata kamu toh aku sampai ketakutan kirain orang jahat” dengan menghela nafas lega Aisyah berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah.


“jadi kamu juga lanjut disini yah Nga” tanya Aisyah


“kita cari minuman dingin dulu baru lanjut ceritanya sepertinya diujung jalan sana ada cafe yang menjual boba”


“emmm, ayo”


******


“jadi kamu lanjut disini juga, dengar-dengar katanya kamu mau lanjut di amerika waktu itu” ucap Aisyah setelah mereka mendudukkan bokongnya


“ini semua karena kamu ais, karena aku mencintaimu dan aku gak mau jauh darimu” batin Rangga


“aku lebih suka di indonesia, kalau ada yang dekat ngapain pilih yang jauh. Bener gak ais?”


“suka-suka kamu ajah Nga, tapi aku beneran gak nyangka bisa ketemu kamu disini senang sekali rasanya” ucap Aisyah dengar senyum manisnya “pasti Nisa dan Nadya juga bakalan seneng tahu kamu disini juga” tambahnya lagi


“oh jadi mereka berdua juga lanjut disini” jawabnya pura-pura tidak tahu


“lebi tepatnya kami bertiga sekamar” balas Aisyah dengan senyum yang menunjukkan deretan giginya yang rapi


Rangga baru ingin menjawab terpaksa terhenti sejenak karena minuman pesanan boba mereka telah tiba.


“dari dulu memang kalian soulmate gak bisa di pisahin” ucap Rangga terkekeh


Aisyah tersenyum ramah “Alhamdulillah, saat mereka tau aku dapat beasiswa disini mereka juga bertekad ingin melanjutkan pendidikannya disini dan saya bahagia mempunyai mereka”


“ohya kamu ambil jurusan apa Rangga” lanjut Aisyah penasaran


“oh itu aku ambil jurusan akuntansi, kalau kamu apa” tanyanya balik sebenarnya Rangga sudah tau kalau Aisyah mengambil jurusan manajemen dan Rangga sengaja mengambil jurusan akuntansi agar dapat satu fakultas dengan Aisyah


“waahh kita satu fakultas dong, kalau aku manajemen Nga” jawab Aisyah berbinar-binar “terus kamu tinggal dimana” tambahnya


“aku tinggal diujung jalan sana, belok kanan apartemen pertama” jawab rangga seraya mengarahkan jari telunjuk kearah yang dia maksud


“yaa ampun Rangga entah ini kebetulan atau apa kita sefakultas dan juga tempat tinggal kita saling berdekatan dan kita baru ketemu sekarang” jawab Aisyah dengan mimik wajah tak percaya


“jodoh kali” ucapnya terkekeh


tanpa menunggu respon dari Aisyah buru-buru rangga memotong saat melihat Aisyah ingin menanggapi perkataanya “udah setengah 3 nih yuk balik bentar lagi ashar” jawabnya seraya berdiri


“oh iya jadi lupa waktu” jawabnya tersenyum


“kita bareng ajah yah kita kan searah” lanjut aisyah


“oke, ayo kalau gitu” jawab Rangga tersenyum, dia sangat senang bisa kembali dekat dengan Aisyah mengingat di sekolah dulu dia dan Aisyah tidak terlalu dekat seperti saat ini