She Is My Mine

She Is My Mine
Pertemuan Kita



Pukul 07.30 Rey sudah stand by di meja kerjanya hari ini Rey terlihat sangat bersemangat kerja entah kenapa namun dia terlihat semangat bekerja saat setelah menerima laporan orang suruhannya yang menguntit Aisyah, setiap laporan yang Rey terima selalu sesuai keinginannya.


Dari laporan yang diterimanya Aisyah selalu menjaga jarak antara Fajar dan juga rangga.


Pernah suatu ketika dirinya merasa tidak tenang dan hanya kepikiran dengan Aisyah merasa akan terjadi sesuatu pada Aisyah, saat menerima laporan penguntit itu mengatakan bahwa pria yang bernama Fajar telah mengajak Aisyah untuk kembali merajut kasih seperti saat sekolah dulu.


Rey memang telah mengetahui jika salah satu pria yang selalu mendekati Aisyah adalah pria yang menaruh hati pada Aisyah sejak dibangku SMA namun sampai sekarang belum juga berani menyataan perasaannya, dan pria yang satunya adalah sepupunya sendiri yaitu Fajar.


Awalnya Rey sangat marah namun setelah perkataan sang penguntit selanjut membuatnya mengulum senyum.


Sang penguntit mengatakan bahwa Aisyah menolak untuk merajut kasih kembali dengan Fajar karena tidak mencintai Fajar dan ingin fokus dengan kuliahnya, merasa memenangkan lotre terbesar Rey sampai memberikan bonus gaji kepada para karyawannya, semua karyawan berjingkrak senang tidak biasanya bosnya yang dingin itu bersikap lebih manusiawi kepada karyawannya.


Seperti biasa setiap pagi ian akan membacakan jadwal Rey dalam sehari.


Tok


Tok


Tok


“masuk saja bisakah kamu langsung masuk tanpa harus ku katakan masuk aku lelah jika harus menjawab ketukan mu itu setiap saat kau ingin masuk ucap Rey


“baik tuan, maafkan saya”


“bacakanlah apa saja kegiatan ku hari ini”


“jam 9 pertemuan anda dengan pak presdir chen, jam 12 jadwal makan siang dengan pak Rico di Restaurant biasa, dan jam 1 siang Rapat dengan pak Rektor”


Rey menautkan alisnya mendengar ucapan terakhir ian, rapat dengan Rektor ada apa lagi kali ini, masalah apa lagi yang terjadi pikirnya.


“apa pembahasan yang akan dibahas dengan Rektor” tanyanya penasaran


“tentang program wajib kampus yaitu Kuliah Kerja Nyata atau lebih dikenal dengan sebutan magang tuan” jelas ian


“cukup kau bilang magang aku sudah mengerti tidak usah memperjelas sampai menyebutkan kepanjangan dari KKN itu kau pikir aku tidak pernah kuliah” ucap Rey dengan sorot mata tajam, namun sepersekian detik tersenyum smirk


Ian bergidik ngeri melihat mood tuannya sering berubah-ubah marah dan senyum secara bersamaan.


Rey memajukan tubuhnya kedepan sambil menautkan jari jemarinya dengan lengan di tegakkan di atas meja sambil tersenyum licik.


“ian kau tau kan apa yang harus kau lakukan” sembari tersenyum licik


“tentu tuan, saya akan mengaturnya untuk anda “


“yah lakukan lah yang terbaik kau tau sendiri sudah lama aku menunggu waktu ini tiba, jangan sampai ada kesalahan kalau tidak kamu tanggung sendiri resikonya” ucap Rey penuh penekanan


“baik tuan saya akan melakukannya sesuai dengan keinginan tuan” balas ian menunduk patuh


“yah, keluarlah”


usir Rey "tunggu ian, dan tolong batalkan janji makan siang ku dengan pak Rico katakan padanya aku ada urusan yang sangat penting" lanjutnya


"baik tuan, saya permisi"


akan segera terwujud


“Aisyah Maharani sih gadis berkaki pincang” gumamnya seraya melengkungkan bibirnya keatas.


Hari yang ditunggu Rey pun tiba, hari ini adalah hari pertama Aisyah akan melakukan magang di Mahendra Corporation, para petinggi kampus dan mahasiswa senior pun dibuat tercengang tak percaya saat nama Aisyah satu-satunya mahasiswa yang terpilih magang di Mahendra Corporation dengan posisi sebagai sekertaris pribadi sang CEO Reyhan Mahendra.


Petinggi kampus mengakui kecerdasan yang dimiliki Aisyah namun ini adalah peristiwa besar pertama kali terjadi selama berdirinya kampus ini, beberapa kali pihak kampus mengajukan proposal untuk memasukkan anak magang ke Mahendra Corporation namun selalu ditolak mentah-mentah dan apa ini Mahendra Corporation sendiri yang meminta pihak kampus untuk mendaftarkan nama Aisyah sebagai satu-satunya mahasiswa yang akan dipekerjakannnya sebagai salah satu peserta magang.


Nama Aisyah seketika menjadi trending topik, berita itu menyebar sampai ke seluruh penjuru negeri semua mahasiswa merasa kagum dan iri kepada Aisyah siapa yang tidak mengenal Mahendra Corporation satu-satunya perusahaan yang merajai dunia bisnis seasia.


Kejutan tidak hanya sampai disitu kampus menjadi gempar saat melihat bebarapa mobil mewah dengan logo Mahendra Corporation memasuki area kampus para awak media telah mengambil posisi tak mau ketinggalan berita yang sangat langkah dan akan membawa keuntungan besar bagi agensinya, sang sekertaris turun dengan gagahnya dari mobil dan mengatakan pada ketua panitia magang untuk menyampaikan pada Aisyah bahwa jemputannya telah tiba.


Aisyah berjalan keluar dari gedung Rektorat dibuat tercengang dengan kehadiran beberapa bodyguard telah berdiri membuat barisan untuk menyambutnya, sangat berlebihan sekali pikir Aisyah.


Aisyah hanya tinggal berdiri mematung di ujung tangga merasa heran dengan perlakuan yang berlebihan ini, semua mahasiswa menatap tak percaya pada Aisyah, termasuk kedua sahabatnya, Rangga dan Fajar.


“semangat Aisyah, kami bangga padamu” teriak Nadya dan Nisa serempak di tengah kerumunan orang


Rangga hanya menaikkan jempolnya tanda bangga pada Aisyah, sedangkan Fajar menatapnya nanar dan penuh curiga dengan pelayanan yang istimewa yang Aisyah dapatkan dari Mahendra Corporation, dia tahu betul seperti apa sepupunya itu.


Aisyah mengulum senyum kepada sahabatnya, lalu menundukkan kepalanya berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena menahan malu.


Ian menghampiri Aisyah yang sedar tadi tak bergerak dari tempatnya.


“nona mari kita berangkat sekarang tuan muda Reyhan telah menunggu kedatangan anda di perusahaan” ucap ian sopan dan ramah


Aisyah menengadah wajahnya sejenak memperhatikan wajah ian lalu tersenyum manis padanya.


“terimakasih” hanya satu kata yang mampu diutarakan Aisyah saat itu.


“mari ikut dengan saya nona” ucap ian mempersilahkan Aisyah untuk berjalan lebih dahulu.


Rey mengumpat kesal saat melihat Aisyah tersenyum manis ke arah sekertarisnya, Rey memang sengaja menyewa seseorang untuk merekam adegan penjemputan istimewanya kepada Aisyah agar dia dapat langsung melihat bagaimana Ekspresi Aisyah awalnya Rey tersenyum senang namun senyum itu berubah seketika saat melihat Aisyah tersenyum manis kearah ian.


“sial, harusnya aku yang mendapatkan senyum itu bukan sih ian bodoh itu” sungut Rey kesal menatap layar Ipadnya


“aku harus siap-siap ini adalah pertemuan pertama kami, aku harus terlihat sempurna dan mempesona di hadapannya” ucap Rey segera bergegas ke kamar khusus diruangannya untuk mengganti pakaiannya ke pakaian yang baru merapikan rambutnya dan memakai parfum.


“perfect” seru Rey tersenyum bangga dengan penampilannya.


“kenapa mereka belum juga tiba sih” ucap Rey mondar mandir mirip setrikaan “ini sudah setengah jam, kenama lama sekali” lanjutnya lagi.


Rey benar-benar sudah tak sabaran


Rey bangkit dari duduknya memandang kebawah dari atas gedung miliknya, Rey melihat beberapa mobil yang memput Aisyah telah tiba.


“Rilex Reyhan jangan gugup tarik napas dan hembuskan perlahan” ucapnya seraya mempraktekkannya


“uh kenapa jantungku semakin berdebar saja bagaimana aku bisa rilex kalau begini” rancau Rey merasa frustasi dengan dirinya sendiri