
Setelah kejadian first kiss antara Aisyah dan Rey beberapa hari yang lalu mereka sama-sama merasa canggung berada dalam satu ruang, mereka tidak tahu harus memluai pembicaraan lebih dulu.
“kamu....” baru saja Rey ingin bertanya apakah Aisyah sudah makan namun harus dihentikan saat mendengar ponsel Aisyah berdering.
“iya halo jar, ada apa” ucap Aisyah dengan raut wajah senang, lebih tepatnya Aisyah merasa legah bisa terbebas dari suasana canggung antara dirinya dan Rey
“Jar?” Dahi Rey berkerut “apakah itu Fajar” Rey seketika mendengus saat mengingat bahwa Fajar adalah mantan kekasih Aisyah
“belum jar, emang kenapa?” ucap Aisyah kepada Fajar disebarang telpon
“....”
“ooh kamu ada di lobby, okee tunggu aku dibawah yah aku akan segera turun. Kebetulan aku sangat lapar” balas Aisyah dengan senyuman yang tidak dapat dilihat oleh Fajar namun dilihat oleh Rey.
Rey melengos mendengar jika Fajar sengaja datang untuk mengajak Aisyah makan siang.
Aisyah melirik sekilas kearah jam melingkar ditangannya sudah waktunya jam istirahat, Aisyah bergegas bangkit dan izin pada Rey walau Aisyah merasa canggung namun ia berusaha untuk bersikap biasa agar bisa segera meninggalkan ruangan yang membuat dadanya sesak.
“mohon maaf pak saya permisi makan siang dulu” ucap Aisyah pelan.
“yah” balas Rey cuek
“diih dingin bangett, kan ketahuan banget mesumnya baru beberapa hari yang lalu dia main nyosor sekarang udah dingin ajah” batin Aisyah mencebik
Fajar menunggu Aisyah dilobby kantor Rey sambil melirik sekilas jam tangan miliknya ia benar-benar sudah tak sabar bertemu dengan Aisyah setelah tidak melihatnya beberapa hari.
“hai jar”. Fajar segera menoleh lalu tersenyum manis “kenapa lama sekali” tanya Fajar
“lama?? Perasa belum 5 menit” Aisyah memutar mata malas
Fajar terkekeh, “tidak lama, Cuma aku yang sudah tidak sabar bertemu dengan mu jadi terasa lama” seloroh Fajar namun serius bagi fajar
“gombal” ucap Aisyah menepuk lengan Fajar “udah aah ayo cacing ku nanti ngambek”
Fajar meraih tangan Aisyah dan menggenggamnya, Aisyah sempat terkejut namun juga tak menolak menuntun Aisyah ke meja makan Aisyah pun mengikuti langkah kaki Fajar yang berada di depannya.
“Jar apa gak apa-apa kamu makan disini, maaf bukan maksud ku....hmmm tapi aku hanya takut karena ini kantin khusus karyawan” Aisyah menunduk merasa tidak enak dengan Fajar
Fajar menghentikan langkahnya lalu menoleh “heey walau pun ini kantin khusus karyawan tapi tidak akan ada yang berani mengusirku dari sini” Ucapa Fajar tenang
Aisyah mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Fajar yang tersenyum kepadanya, Aisyah bukan orang bodoh dia tahu betul jika kantin itu tidak boleh di masuki oleh orang yang tidak berstatus sebagai karyawan di Mahendra Corps.
Setelah mendapatkan meja Fajar menarik kuri dan mempersilahkan Aisyah untuk duduk. Fajar memanggil salah satu pelayan dan memesan makanan.
“kamu mau pesan apa Ais?”
“samakan saja punyamu”. Aisyah menatap lekat-lekat wajah Fajar memicingkan matanya ia merasa ada yang disembunyikan oleh Fajar.
“kenapa kamu menatapku seperti itu?”
“katakan!” sentak Aisyah
Fajar menautkan alisnya merasa bingung dengar ucapan Aisyah.
“Apa yang harus ku katakan” tanya Fajar karena ia benar-benar tidak tahu maksud Aisyah
Aisyah mendelik, “tentang kantin ini”
“Ooh, kantin ini nyaman dan bagus” jawab Fajar enteng, masih tidak mengerti maksud dari pertanyaan Aisyah
“iiiss maksud ku kenapa kamu dengan entengnya berjalan melewati security disana dan lebih anehnya security itu bukannya melarangmu masuk kesini tapi malah tersenyum padamu, meskipun aku baru beberapa hari disini tapi aku tidak bodoh Jar” cerocos Aisyah panjang lebar karena tak tahan dengan fajar yang tak juga mengerti maksudnya.
“ooh itu” balas Fajar mangut-mangut
“haaa? Hanya Ooh?” ucap Aisyah terperangah “kau yah, apa kau menunggu aku memukul kepala mu, kenapa otak mu makin hari semakin bergeser” Aisyah kesal dengan jawaban fajar yang sekenanya.
Fajar terkekeh “Aisyah ku, memangnya aku haraus jawab apa” tanya Fajar sok polos
“oke oke, cepat banget sih marahnya lagi PMS yah” seloroh Fajar
“jar” bentak Aisyah
Fajar menutup mulutnya dengan telapak tangan untuk membuat mulutnya berhenti berbicara, kemudian melepas tautan tangannya pada mulutnya
“aku menyongoknya”
Mata Aisyah memicing “jangan membohongiku” sarkas Aisyah
“Aku bersepupu dengan Rey” ucap Fajar cepat
Mata Aisyah melotot mulutnya terbuka dengan cepat Aisyah menutup mulutnya menetralisir keterkejutannya dengan apa yang baru di di dengarnya barusan.
“coba ulangi Jar kayaknya ada yang salah dengan pendengaranku”
“yaa ampun aisyah mau makan saja harus serempong ini” Fajar mendengus kesal
Melihat pelayan berjalan kearahnya Aisyah tidak jadi melanjutkan pertanyaannya, pikirannya teralihkan dengan makanan yang ada didepannya ia sungguh tidak sabar ingin mencicipi hidangan yang terlihat sangat menggugah dihadapannya, Aisyah segera meraih sendok dan mulai menyantap maknannya dengan lahap Fajar hanya tersenyum memperhatikan Aisyah
****
Jam menunjukkan pukul 5 sore, Rangga bangkit dari duduknya lalu menyambar jaketnya berjalan gontai melewati koridor kemudian berbelok menuju keruagan Nadya berada.
“Assalamu’alaikum” ucap Rangga
“wa’alaikumsalam, eh Nga ada apa” tanya Nadya yang melihat Rangga masuk dengan jaket yang sudah melekat ditubuhnya.
“pulang bareng yukk, biar ku anterin”
“beneran nih aku boleh ikut” tanya Nadya memastikan sembari tangannya merapikan dokumen yang tadi sempat dibuat tak beraturan oleh dirinya.
“boleh dong, buktinya aku ngajakin kamu”
“kuuyy lah kalau begitu” balas Nadya dengan memberikan senyuk termanisnya
Deg, deg
Jantung rangga tiba-tiba berdebar melihat senyum Nadya yang sangat manis kepadanya.
“ku rasa aku lemah jantung, nanti aku akan pergimemeriksanya” Rangga membatin
“ayoo” ucap Nadya berhasil membuyarkan lamunan Rangga yang sedang memegangi dadanya
“ada apa, apa jantung mu sakit?” Nadya mendekat ke arah Rangga dan meletakkan tangannya di dada Rangga, Nadya bisa merasakan debaran jantung Rangga yang sangat kencang ditelapak tanganya dengan cepat Nadya menarik tanganya lalu menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tanganya
“ada apa Nad” tanya Rangga melihat ekspresi Nadya yang terkejut
“apa kamu lemah jantung Nga, kenapa debaran jantung mu sangat cepat dan kencang, nafas mu juga terengah-engah seperti itu” jawab Nadya
Rangga sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri,ini pertama kalinya ia merasakan debaran jantung kalau dipikir saat menatap Aisyah saja tidak seberdebar ini pikirnya.
“aku juga tidak tahu Nad, nanti akan ku periksakan” jawab Rangga
“yah sebaiknya kamu memeriksakannya sebelum terlambat, aku tidak ingin jika kamu mati nanti tidak ada lagi yang mentraktir aku makan” seloroh Nadya
Rangga mencebik “jadi kau hanya ingin berteman dengan ku karena kau mentraktirmu Nad” ucap Rangga pura-pura marah
“ooh ayolah Nga aku hanya bercanda kenapa kamu seserius itu, maafkan aku” Nadya memasak pupy eyes dan segara meraih lengan Rangga lalu menariknya keluar
“maafkan aku yah, bukan seperti maksudku. Sekarang kita pulang yah”
“oke” Nadya tersenyum dan terus memeluk lengan Rangga hubungan mereka memang sangat dekat setelah ditempatkan satu lokasi magang.