
3 YEARS AGO
“Assalamu’alaikum, hai aisyah selamat pagi!!” Sapa nisa sambil tersenyum
“Wa’alaikumsalam, pagi juga nis” ucap aisyah dengan senyuman termanisnya
“ohya ais tugas kelompok kita udah kelar belum, ingat kita yang tampil pertama loh saat diskusi nanti” ucap nisa dengan khawatir.
Aisyah hanya tersenyum manis menanggapi pertanyaan nisa, “iih apaan sih ais cuma senyum doang, kan aku tanya di jawab dong” ucapnya cemberut sambil memberenggut kesal
Aisyah terkekeh “kamu gak usah khawatir nis, Alhamdulillah tugas kita sudah aku kerjakan kok kamu siap-siap saja sebentar sebagai moderatornya yah”
“Alhamdulillah, oke kalau begitu ais saya akan melakukan yang terbaik nanti saat diskusi” ucapnya nisa dengan semangat yang berkobar.
Tak beberapa lama kemudian semua sahabatnya pun bermunculan satu persatu dan langsung menuju ke bangkunya masing-masing sambil menunggu bel berbunyi yang menandakan waktu pelajaran akan dimulai.
“aku gugup nih takut nanti kita diserang dengan banyak pertanyaan dan kita gak bisa jawab” lirih nadya dengan raut wajah yang cemas
“udah kamu tenang saja selama ada aisyah kita akan selamat” ucap nisa sambil terkekeh kecil melihat ekspresi nadya yang cemas.
Ketiga sabahat itupun saling bercengkrama, sesekali suara tawa mereka terdengar namun aisyah hanya tersenyum dan sesekali tertawa menanggapi dengan suara yang kecil berbeda dengan kedua sahabatnya yang sangat heboh dengan suara yang menggelegar. Tanpa mereka sadari sedari tadi seseorang memperhatikan mereka dengan senyum yang mengembang.
“kamu memang mempunyai sisi yang berbeda aisyah, itu yang membuatku kagum padamu. Entahlah ini hanya sekedar rasa kagum atau perasaan.... ah sudahlah gak penting juga” batin rangga sambil memukul kecil kepalanya.
David yang berada disebelahnya heran melihat tingkah laku dari rangga sahabatnya itu “eh bodoh kenapa kamu memukul kepalamu sendiri, apa kamu sudah gila” ucap david dengan ekspresi heran.
Rangga gelagapan, ia takut david melihatnya memperhatikan aisyah dari tadi “aahh tidak vid, aku hanya sedikit pusing kok bukan apa-apa” ucapnya gugup.
“hey kenapa bro, apa kamu ada masalah? Coba kamu cerita siapa tahu aku bisa memberimu saran” ucapnya sambil mendekat kearah rangga.
“tidak vid. Aku tidak ada masalah apapun” ucapnya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain takut sahabatnya melihat raut wajahnya
akhirnya rangga pun mulai membuka suaranya “vid, menurutmu jika seorang pria menyukai senyum seorang wanita apakah itu artinya bahwa pria tersebut menyukai wanita itu? Ucap rangga serius dengan menatap lekat ke arah sahabatnya
Tawa david menggelegar hingga semua orang memandang kearahnya termasuk aisyah dan sahabatnya.
Rangga spontan menutup mulut david yang tertawa begitu nyaringa sehingga aisyah pun berbalik kearahnya, dengan wajah yang memerah karena malu Rangga pun menjitak kepala david agar berhenti tertawa “kenapa kamu tertawa senyaring itu, apa ada yang lucu dari pertanyaanku” tanyanya dengan mencebikkan bibir.
“sorry sorry, aah ini sangat lucu sungguh aku tak menyangka kamu akan bertanya hal itu nga” ucap david sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan untuk menahan tawanya. “apakah pria itu adalah kamu dan wanitu itu adalah aisyah?” ucap david sambil terkekeh.
Rangga melotot tak percaya mengapa david bisa tahu siapa orang yang dimaksud, apakah david tahu tingkahnya selama ini selalu memperhatika aisyah secara diam-diam, muka rangga seketika merona karena malu tapi secepat mungkin ia menormalkan ekspresinya ia tak mau david mengetahuinya “hey pelankan suaramu bagaimana jika ada yang mendengarnya mereka akan salah paham, lagi pula kenapa kamu bicara seperti itu? Itu tidak benar” sangkal rangga
“bukan kah tadi sudah ku katakan padamu bahwa tidak ada yang tidak ku ketahui dari dirimu bahkan perasaanmu sekalipun” ucapnya serius sambil menatap lekat mata rangga.
Rangga menghela nafas berat “ baiklah karena kamu sudah mengetahui orang yang ku maksud, maka berikan tanggapanmu sekarang”
David tersenyum akhirnya rangga mau terbuka padanya “kamu sendang jatuh cinta padanya!” ucap david
Rangga terperanjat kaget matanya melotot dan mulutnya menganga tak percaya, masa iya jatuh cinta pada aisyah sementara ia tak begitu dekat dengan aisyah, ia hanya beberapa kali berbicara dengan aisyah itupun karena amanah yang diembannya dengan aisyah yang sama-sama dalam kepengurusan osis dimana rangga adalah ketua osis dan aisyah adalah salah satu koordinator seksi.
“apaaaa?” ucap rangga dengan suara yang keras ia tidak sadar telah menjadi bahan sorotan sekelas dan guru telah duduk dimeja yang membuat suara hening dalam kelas sehingga suara rangga yang keras semakin terdengar keras.
David spontan memperbaiki posisi duduknya saat melihat pelototan mata guru kepada mereka, iya tak menanggapi lagi ucapan rangga karena takut dihukum. “hey kenpa kamu malah diam” ucap rangga kesal masih tidak sadarsuara kelas telah hening.
“apa yang kau lakukan rangga kenapa kau berteriak seperti itu haa” sarkas guru dengan suara yang meninggi. Rangga spontan memutar tubuhnya menghadap ke arah suara yang terdengar tak asing ditelinganya dengan wajah yang kaget iya segera duduk “ma.maaf bu, aku tak menyadari kehadiran ibu karena tadi david mengagetkanku bu, aku benar-benar minta maaf bu” lirih rangga sambil menunduk karena malu.
Mata david melotot “hey kenapa kau membawa-bawa namaku haaa” ucap david dengan nada yang berbisik tapi masih terdengar oleh rangga. “diam kamu ini semua karena kamu bikin aku kaget dengan ucapan konyol mu itu” geram rangga tak mau kalah
"ini hanya cinta monyet" batin rangga