She Is My Mine

She Is My Mine
First Kiss



Aisyah berhenti sejenak ingin bersejajar dengan ian namun rupanya pria itu sengaja pula berhenti, menarik nafas beratnya berat Aisyah membuka suara


“nama anda siapa tuan”


“ian”


“brrr,, kayak Es ternyata”


“emmm,, tuan...” ucapan Aisyah terhenti melihat sorot mata ian yang menajam ke arahnya


“okee okee tuan Es aku tidak kan bertanya lagi” batinnya mencebik


“silahkan masuk nona tuan Rey sudah menunggu anda” membuka pintu dan mempersilahkan Aisyah masuk lalu menutup kembali pintu ruangan itu, melihat ian tidak ikut masuk Aisyah menghela nafas beratnya


“tuan muda tidak akan memakan mu nona, justru dia sangat senang kau ada” ian membatin mendengar helaan nafas Aisyah


Tok,, tok,, tok


“masuk” ucap Rey pura-pura sibuk


Suara bariton itu terdengar menyeramkan ditelinga Aisyah, membuka pintu perlahan Aisyah menundukkan wajahnya.


“apa kau yang bernama Aisyah”


“benar tuan”


“kenapa kau menunduk, kau takut”


“tentu saja takut, mendengar suaramu saja bulu kuduk ku sudah merinding, apa lagi melihat wajah mu bisa saja aku akan kejang-kejang” batin Aisyah


“ma.maaf tuan, aku hanya menghormati tuan” ucap Aisyah berusaha menutupi kegugupannya, Aisyah tidak menyangka akan berhadapan dengan orang nomor satu seasia.


“angkat kepalamu, aku tidak berada di lantai kenapa kau terus menatap kebawah”


Perlahan Aisyah mengangkat kepalanya, mata mereka bertemu senyap seketika mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


“apakah dia pangeran, kenapa begitu sempurna, apakah dia manusia” Aisyah berjalan mendekat kearah Rey


Rey yang melihat Aisyah berjalan kearahnya diam membeku jantungnya semakin berdebar debar, tidak berani bergerak Rey menunggu apa yang akan dilakukannya Aisyah mempertipis jarak antara mereka hingga akhirnya tubuh mereka telah bersentuhan.


Tatapan Aisyah yang masih menatap dalam ke manik mata Rey perlahan Aisyah mengangkat kedua tangannya.


“Aawww” pekik Rey terkejut saat merasa pipinya ditarik oleh Aisyah. Namun Aisyah makin menarik pipinya kekanan dan kekiri, Rey terus menjerit kesakitan mengikuti arah gerakan tangan Aisyah.


“heeey kenapa kau mencubit pipiku” ucap Rey dengan suara keras, Aisyah tersentak buru-buru Aisyah melepas cubitannya lalu mundur bebrapa langkah.


“jadi kau nyata” tanya Aisyah polos


“apa? Kau pikir saya makhluk halus” ucap Rey mencebik


“tidak, ku pikir tadi kau itu pangeran dari langit kau terlalu tampan” gumam Aisyah menunduk namun terdengar oleh Rey


Mendengar Aisyah menyebut dirinya pangeran Rey tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya, Aisyah terlalu polos pikirnya, bisa-bisanya dia mengatainya pangeran disaat hari pertama mereka bertemu, Rey semakin gemas dibuatnya.


Aisyah mencebik tidak menyangka CEO yang ada dihadapannya saat ini ternyata narsis sekali.


”yaa Allah leher mu panjang tuan” Aisyah menutup mulut dengan kedua tangannya dan pura-pura memasang ekspresi terkejut.


Rey melotot memegangi lehernya benarkah lehernya memanjang kenapa bisa itu terjadi, dengan wajah panik Rey segera berlari masuk kedalam ruangan khusus miliknya berdiri didepan cermin Rey menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan memastikan apakah benar lehernya memanjang, matanya memicing saat melihat pantulan dirinya di cermin dengan kondisi leher yang normal.


“apa dia menjahiliku” Rey berdecak saat tahu dirinya telah dijahili oleh Aisyah


Sedang diluar Aisyah sudah tertawa terbahak melihat reaksi Rey


“kau sungguh polos tuan, aku mengatakan leher mu panjang karena kau kelewat narsis, tidak ku sangka kau dengan mudahnya percaya, apa kau tidak pernah mendengar istilah anak muda zaman sekarang yang mengatakan leher panjang kepada seseorang saat mendengar orang itu memuji dirinya sendiri” jelas Aisyah panjang lebar matanya terpejam sambil tertawa memegangi perutnya berusaha menahan kram akibat tertawa dan Aisyah sulit menghentikan tawanya.


Karena asik tertawa Aisyah tak sadar kini Rey telah berdiri dihadapannya menatap dirinya dengan tajam, Aisyah terkejut saat mendapati Rey di depannya dengan jarak yang sangat dekat, menelan salivanya kasar Aisyah berusaha untuk mundur namun telat Rey sudah menarik pinggang Aisyah dan menempelkan tubuh Aisyah ke tubuhnya.


“kau berani menjahili ku nona Aisyah Maharani, kau tau bukan menjahili seorang Rey akan mendapat hukuman”


Mata Aisyah melotot dengan susah payah Aisyah menelah salivanya saat merasakan nafas Rey menerpa wajahnya.


Melihat Aisyah yang gugup Rey tersenyum licik dengan sengaja Rey memiringkan kepalanya seolah-olah ingin mencium Aisyah. Aisyah melihat wajah Rey semakin dekat dengan wajahnya Aisyah hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya, Rey melihat mata Aisyah yang tertutup lalu turun melihat bibir aisyah yang ranum dan merah muda alami bak buah cherry sungguh sangat menggiurkan batin Rey.


Merasa tidak terjadi apa-apa Aisyah membuka perlahan matanya langsung saja manik mata mereka beradu, mereka sama-sama terhipnotis, tampa mengeluarkan suara Rey semakin mendekatkan wajahnya dan bibirnya berhasil mendarat dengan sempurna di bibir ranum Aisyah, mata Aisyah membulat sempurna merasakan benda kenyal menghantam bibirnya namun sepersekian detik Aisyah pun terbuai, aisyah menutup matanya menikmati sensasi yang baru pertama kali Aisyah rasakan bibir Rey yang awalnya hanya menempel kini berubah menjadi *******, menyesap dan menghisap bibir ranum Aisyah atas dan bawah secara bergantian memutar kekanan dan ke kiri Rey seperti lihai dalam berciuman, padahal ciuman itu pun adalah ciuman pertamanya.


saat bersama dengan Cantika dia hanya sebatas merangkul dan berpegangan tangan tidak lebih.


Merasa telah hampir ke habisan nafas Rey segera menghentikan tautan bibirnya, Rey menempelkan keningnya pada kening Aisyah dengan nafas yang masih terengah-engah Aisyah berusaha mengisi rongga paru-parunya yang telah kehabisan oksigen.


Setelah merasa cukup mengambil oksigen Rey berniat kembali melanjutkan ciumannya namun Aisyah menutup bibirnya dengan telapak tangannya, Rey merasakan ada yang aneh dengan ciumannya segera Rey membuka matanya dan melihat yang diciumnya tadi bukanlah bibir melainkan telapak tangan Aisyah yang menitupi bibirnya dengan segera Rey memindahkan telapak tangan Aisyah lalu mengecup bibir ranum Aisyah sekilas tanpa menjauhkan tubuh mereka.


“kenapa? Bukan kah kau menikmatinya juga?” tanya Rey dengan lembut lalu mengusap bibir Aisyah yang terlihat masih basah dengan ibu jarinya


Aisyah tertunduk berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya, Rey segera meraih dagu Aisyah mengangkatnya perlahan membuat wajah Aisyah mendongak dan menatap wajah tampan Rey.


“katakan” desak Rey


“hey tuan kau mencuri ciuman pertamaku” lirih Aisyah


Rey mengulum senyum mendengar ucapan Aisyah, ternyata bukan hanya dirinya yang baru pertama kali melakukan ciuman namun Aisyah juga.


“kau pun mendapatkan bibir perawan ais” ucap Rey seraya menatap mata Aisyah


Aisyah terperangah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Bukan kah notabene orang kaya seperti Rey sudah pasti sangat sering melakukan ciuman jangan kan berciuman tindakan lebih dari ciuman sudah pasti menjadi hal yang lumrah terjadi bagi orang kaya.


“kenapa kau menciumku, kita bahkan baru bertemu hari ini kenapa kau berani sekali menciumku” tanya Aisyah dengan kesal


“sebenarnya aku tadi hanya berniat menggodamu tapi melihat kau menutup mata membuatku jadi khilaf, lagian bukan kah dengan cara kau menutup mata berarti kau juga menantikan aku menciummu bukan” seloroh Rey dengan menaik turunkan alisnya


“dasar tuan mesum” sarkas Aisyah kesal, namun Aisyah tidak memungkiri bahwa dirinya pun ikut menikmati.


Rey hanya terkekeh menanggapi.