
Jam menunjukkan waktu dini hari mata aisyah mengerjap diselingi kucekan berusaha mengumpulkan nyawanya yang beberapa menit yang lalu terbawa arus mimpi akibat permadani empuk yang ditidurinya sebelum menyibak selimut di pandanginya kedua sahabatnya seutas senyum tersunging kemudian berlalu ke mengambil air wudhu dengan niat ingin melaksanakan rutinitasnya mengerjakan tahajjud.
Aisyah merasaada yang aneh dengan miliknya dibagian bawah sana dia tau itu apa tapi belum yakin sebelum melihatnya dengan langkah cepat sampailah dikamar mandi untuk memastikan benar atau tidak kecurigaannya.
“Ahh ternyata benar tamu bulanan” Ais beranjak mengambil sebuah roti yang biasanya dipakai sebagai bahan penyangga cairan merah yang sudah disiapkannya jauh hari.
Kebiasaan setelah bangun Aisyah tak akan tidur kembali, kemudian netranya beralih ke kedua sahabatnya yang masih berkelana di alam mimpi.
“nis, nad ayook tahajjud” menepuk pelan lengan kedua sahabatnya lalu digoyang-goyangkan.
Seperti biasa Nisa lebih cepat merespon dibandingkan dengan Nadya.
“eeummm” nisa menggeliat berusaha membuka mata karena silau cahaya lampu yang tepat berada di atasnya. “ada apa ais ini masih terlalu pagi untuk aku bangun” lanjutnya seraya memejamkan mata
“ayoo bangun tahajjud biasakan mulai saat ini, banyakin ibadah semoga urusan kita dipermudah Allah hari ini kita akan mengumpulkan berkas kita di kampus untuk memverivikasi kehadiran kita” jelasnya Aisyah berusaha menarik lengan nisa dengan lembut.
“iya iyaa aku bangun” mengibaskan selimut lalu dengan gerakan cepat Nisa berteriak di telinga Nadya, Nisa tahu betul kalau Nadya paling sulit dibangunkan.
“Aaaaaaaaaa” teriak Nisa dengan cepat lari ke kamar mandi.
“Aaaaaaaaaa” respon Nadya kaget langsung terduduk tegak “apa itu tadi” tanyanya bingung
Aisyah terkekeh ada-ada saja tingkah kedua sahabatnya yang selalu membuatnya bahagia “terimakasih yaa Allah Engkau hadirkan mereka”
“bangun Nad Tahajjud, tadi itu suara terompet malaikan israfil untuk membangunkanmu” ucap Aisyah menahan tawanya
Mata Nadya membulat seketika “yang bener Ais, aku jadi merinding” dengan secepat kilat Nadya sudah berada didalam kamar mandi setelah Nisa keluar.
“ais ada apa dengan tuh anak mukanya tegang begitu” tanya Nisa seraya mengangkat dagunya seolah menunjuk kearah Nadya.
“oh itu sedikit Tips senam jantung yang mengalir ke pembulu dara otak dan matanya agar cepat bangun” jawab Aisyah enteng
Tawa Nisa langsung pecah ia tak habis pikir Aisyah ternyata juga pandai mengerjai orang.
****
Sinar mahatahari menampakkan sinarnya seolah memberi ucapan selamat pagi kepada ketiga gadis yang sedang disibukkan dengan kegiatannya masing-masing.
“Nad kamu lihat lipstik ku gak, semalam ku simpan di sini” tanya Nisa seraya menunjuk nakas sebelah ranjang.
“jangan tanyakan itu sama aku Nis, makanya kalau simpan barang itu pada tempatnya” jawab Nadya acuh
Nisa mencebikkan bibirnya sambil menggerutu kesal.
“ini juga barang kalau dibutuhin dan lagi buru-buru langsung ilang tiba gak dibutuhi nongol kayak kunti”
ucapnya sambil mengobrak abrik isi laci dan meja
“coba cek ditas siapa tahu semalam kamu memasukkannya” ucap Aisyah
Nisa merogoh tasnya dan langsung tersenyum sampai memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Aisyah dan Nadya menautkan alisnya dengan tatapan curiga.
“benerkan adanya di tas, sudah ku duga” ucap Nadya sambil bersedekap sedangkan Aisyah hanya geleng-geleng kepala.
“lain kali simpan di tempat yang tepat” nasehat Aisyah.
“iya iya aku salah maafkan aku “ ucapnya penuh penyesalan
“gimana udah siap belom nih, coba periksa ulang berkasnya kalian jangan sampai ada yang ketinggalan jangan sampai kalian balik ke kost dengan jalan kaki dibawah teriknya matahari hanya untuk mengambil berkas yang ketinggalan bisa-bisa kulit kalian gosong” ucap Aisyah menakuti sahabatnya agar lebih memperhatikan hal-hal yang kecil sekalipun.
“siap semua sudah beres ais” ucapnya serempak dengan senyum smirk
“oke ayo kita jalan”
Karena Jarak kost dan Kampus yang tak jauh jadi hanya memerlukan 30 menit untuk bisa sampai dikampusnya. Sepanjang jalan dari kejauhan Nadya terus membuka mulutnya kagum melihat kampus yang begitu besar ia bisa menyimpulkan cukup hanya melihat dari depan bahwa kampus itu benar-benar sangat megah dan semakin dekat langkah mereka kemegahan itu terlihat dengan jelas.
Setelah urusan mereka selesai mereka tak menyia-nyiakan waktunya ketiga gadis tersebut dengan penuh percaya diri melangkah menyususri setiap lorong dan koridor kampus untuk sekedar melihat-lihat seperti apa kemegahan sang Universitas terfavorit ini dan benar saja mereka selalu dibuat geleng-geleng.
“yeeeh mata tuh dijaga, jangan sampai malaikat izrail mencongkel biji matamu” ucap nisa seraya menyentil kening Nadya
“aaww, iih apaan sih aku kan cuma bilang doang sesuai apa yang aku lihat” bela Nadya tak terima keningnya disentil
Mereka terus berjalan hingga tak sadar telah berjalan sangat jauh kedalam dan tak tahu jalan keluar disisi mana, tidak salah lagi mereka tersesat ingin bertanya tapi malu dan takut akhirnya mereka terus berjalan tak tentu arah.
...----------------...
Disisi Lain
Rey yang sedari pagi-pagi buta disibukkan dengan tanda tangan yang menumpuk dimeja kerjanya akhirnya telah selesai.
“ian, apa jadwal ku selanjutnya” tanya Rey yang sedang menyandarkan belakangnya disandaran kursi seraya memejamkan mata.
“jam 11 ada pertemuan dengan Rektor di kampus untuk membahas tentang penyaluran Dana Beasiswa”
“berapa jam dari sekarang, aku ingin beristirahat sejenak semalam aku kurang tidur” keluh Rey masih dengan mata yang terpejam
“1 jam dari sekarang tuan”
“kalau begitu aku mau istirahat sebentar bangunkan aku saat waktunya untuk berangkat” tanpa menunggu jawaban Rey belalu kedalam kamar khusus yang ada diruangannya untuk tidur sejenak kepalanya benar-benar pusing sudah sebulan sejak kejadian Cantika menikah Rey tampak kacau dan semakin dingin, jika malam tiba Rey tak bisa tidur karena sibuk bekerja ditambah lagi insomnia yang menyerangnya karena terus kepikiran dengan Cantika dan saat siang pun Rey akan sibuk bekerja sarapan sering kali Rey lewatkan.
Rey hanya memfokuskan dirinya untuk bekerja tak ada yang Rey lakukan selain semakin giat bekerja sehingga kemajuan Mahendra Corp semakin meningkat, sehingga dijuluki sang Raja Bisnis.
Setengah jam kemudian ian memberanikan diri untuk membangunkan Rey.
Ian mengetuk 3x pintu kamar Rey namun tak ada jawaban Ian memberanikan diri meraih hendle pintu dan berlalu masuk.
“maaf tuan waktunya kita berangkat 20 menit lagi Rapat akan dimulai” ucapnya menunduk hormat.
Rey mengerjapkan matanya setelah mendengar sang asisten berbicara
Rey beranjak dari kasur king sizenya “baiklah, tunggu aku diluar aku mau membasuh wajahku terlebih dahulu aku tidak mau gadis-gadis disana melihat wajahku berantakan” ucapnya dengan khas wajah dinginnya seraya berlalu ke kamar mandi.
“masih sempat-sempatnya” batinnya sambil geleng-geleng kepala.
...----------------...
Di Kampus
Ketiga gadis itu semakin bingung dimana jalan keluarnya sedari tadi mereka berkeling dengan melewati jalan yang berbeda namun tetap mereka kembali ke tempat semula.
“ada apa ini, kenapa kampus ini seperti labirin” ucap Nisa Resah
Aisyah hanya menghela nafas beratnya “kita tak bisa bertanya semua mahasiswa disini sedang masuk kelas, ayo kita jalan lagi pasti jalan keluarnya ketemu”
“huuhh aku capek dan juga haus” ucap Nadya langsung terduduk di gazebo taman
“aku juga ais” timpal Nisa
“yah udah kalian istirahat aku mau kesana dulu siapa tau ada orang yang bisa aku tanya” ucapnya segera beranjak, ia juga cemas sebentar lagi waktu shalat zuhur ia takut tidak bisa keluar dan telat untuk shalat.
Seketika senyumnya merekah saat netranya menangkap sebuah mobil sport merah berhenti tepat didepan gedung Rektorat
.
.
.
Bantu like dan komen yah readers, jangan lupa vote seikhkasnya😙😙..
maafkan jika typo dimana-mana