Secret Maid

Secret Maid
SM BAB 40 - Demi Emily



Di sebuah kamar, ada dua anak manusia yang saling berpelukan, tidak ada suara diantara mereka hanya ada deru nafas keduanya.


"Sampai kapan kita akan melakukan ini?" tanya Chris membuka suara.


Bukannya dia tidak mau, hanya saja dia ingin tahu kondisi Aya.


"Sebentar lagi," pinta Aya yang masih tidak mau Chris melepaskannya.


Pantas saja Chris selama ini langsung berubah drastis jadi baik ketika mengetahui kalau dia tengah menyamar, pemuda itu tahu dirinya dari awal.


Apa Aya harus jujur kalau dia sudah mengingat semuanya?


"Aku pasti akan memelukmu sampai kau puas, tapi aku ingin tahu kondisimu dulu," ucap Chris.


"Tubuh dan kepalaku memang masih sakit tapi aku bisa menahannya," balas Aya.


Tetap saja Chris harus memeriksanya sendiri supaya dia yakin.


"Aku akan memanggil dokter, sebenarnya dokter keluargaku bermalam di sini dan belum pulang karena menunggu kau dan Emily sadar," jelas Chris.


"Kak Emily?" tanya Aya.


Sepertinya Aya belum tahu apa yang sebenarnya terjadi jadi Chris memberitahu gadis itu pelan-pelan, tentu saja Aya langsung menangis ketika tahu tujuannya dia lahir di dunia ini untuk apa.


Terjawab sudah kenapa Tuan Brishel lebih sayang pada Emily.


"Kau harus mendengar sendiri dari Emily," ucap Chris yang akan memberi waktu dua saudara itu untuk bicara.


Setelah pemeriksaan oleh dokter, Aya dibantu oleh Bibi An untuk membersihkan diri dan berganti baju kemudian Aya diminta menemui Emily yang duduk di taman mansion Aldeguera.


Walaupun ada perasaan canggung, Aya membuang perasaan itu.


"Aya..." panggil Emily ketika melihat adiknya mendekat. "Kemarilah!"


Aya pun ikut duduk di samping gadis itu kemudian Emily menggenggam tangan adiknya.


"Aku bersyukur kau baik-baik saja, tenang saja tidak ada yang akan diambil dari tubuhmu, percaya padaku," bujuk Emily.


"Maafkan aku, ini semua terjadi karena aku," Emily justru meminta maaf pada Aya.


Aya menggelengkan kepalanya, dia tak kuasa memeluk Emily, hal yang ditahannya sedari tadi.


"Jangan bicara seperti itu, kakak tidak salah," ucap Aya.


Emily ikut menangis dan membalas pelukan adiknya, akhirnya dia bisa memeluk saudaranya sebelum dia mati.


"Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu Aya," ucap Emily.


Di luar mansion, Tuan Brishel datang seorang diri tanpa pengawalan. Lelaki paruh baya itu ingin bertemu Saka untuk berbicara mengenai putri-putrinya.


"Biarkan dia masuk," ucap Saka pada security yang menjaga gerbang masuk.


Saka menyambut kedatangan Tuan Brishel di depan pintu utama mansion.


"Apa kau datang dalam keadaan sadar, Tuan?" tanya Saka.


Tuan Brishel menganggukkan kepalanya. "Di mana putri-putriku?"


"Jangan pertemukan mereka sebelum keadaannya sadar sepenuhnya, Dad," cegah Chris yang baru saja datang.


"Aku datang seorang diri tanpa perlawanan, aku sungguh menyesali apa yang telah terjadi dan merenungkan semua kata-katamu, memang tidak ada jaminan untuk Emily sembuh jadi aku ingin meminta maaf pada kedua putriku," balas Tuan Brishel penuh sesal.


Merasa Tuan Brishel sudah menyadari kesalahannya, Saka dan Chris memberi izin pada lelaki itu untuk pergi ke taman mansion.


Kali ini tujuan utamanya bukan Emily melainkan Aya yang sudah Tuan Brishel sia-siakan selama ini.


Lelaki itu bersimpuh di depan putri keduanya dan memohon ampun.


"Walaupun sudah tidak ada lagi pintu maaf untuk ayahmu ini tapi tetap saja aku ingin meminta maaf untuk keegoisanku selama ini," ucap Tuan Brishel.


Meskipun kecewa berat, Aya masih mau memaafkan ayahnya itu demi Emily.