
"Mom, aku sudah menemukan Aya! Cepat kemari, kita harus memberi perhitungan pada gadis itu karena berani kabur!" Jane keluar dari gedung dan mencoba menghubungi sang mommy.
"Kirim lokasinya sekarang, aku sendiri yang akan menyeretnya," balas Bibi Jill merasa emosi karena selama ini sudah susah payah mencari gadis itu.
Dia memerlukan tanda tangan atau cap jari dari Aya ketika usia gadis itu sudah berusia dua puluh tahun untuk membalik nama sertifikat rumah dan beberapa aset dari orang tua Aya.
Pengacara akan memberikan hak Aya ketika usia gadis itu genap dua puluh tahun sesuai dengan surat wasiat.
Jadi, selama ini Jane dan Bibi Jill menunggu hari itu tiba.
"Tapi Aya berhasil menggoda tuan muda Chris dan bersembunyi di keluarga Aldeguera jadi mommy jangan datang sendirian," ucap Jane.
"Aku memang berencana akan datang dengan membawa bodyguard yang biasanya disewa oleh debtcollector," balas Bibi Jill.
Mereka tidak sadar kalau pembicaraan mereka sudah disadap oleh para bodyguard Saka.
"Terus awasi mereka, jangan sampai lengah!" perintah Saka.
"Dan jangan lupa untuk mengawasi target kedua!"
Siapa lagi kalau bukan para pengawal Emily yang tampak mencurigakan.
"Baik, Tuan!"
Sementara Emily sendiri matanya tidak lepas dari Aya semenjak melihat gadis itu turun dari tangga. Dia fokus pada kalung yang dipakai gadis itu.
Emily memegang dadanya yang sesak kemudian memanggil salah satu pengawalnya sebelum mereka melihat kalung yang dipakai Aya.
"Kita pulang sekarang," pinta Emily.
"Apa Nona baik-baik saja?" tanya salah satu pengawalnya.
"Aku tidak apa-apa," balas Emily supaya cepat pergi dari acara itu.
Tapi, pengawal yang lain justru berkumpul dan berunding akan sesuatu.
Emily mempunyai firasat buruk, dia harus berpamitan pulang pada Chris.
"Baru saja aku mau mau mencarimu, Lady," ucap Chris ketika melihat Emily mendekat.
Mata Emily saling bertemu dengan mata Aya, kedua gadis itu terpaku satu sama lain sampai Emily memutus kontak mata duluan.
"Saya harus pergi, Tuan Muda. Sekali lagi selamat ulang tahun," ucap Emily.
"Kenapa buru-buru? Kenalkan ini kekasihku, namanya Aya," Chris justru memperkenalkan Aya pada Emily.
Awalnya Aya kesal melihat Emily yang sebelumnya digandeng tangannya oleh Chris saat masuk pesta. Tapi, setelah mereka melakukan kontak mata, ada perasaan aneh yang dia rasakan.
"Saya Aya," ucap Aya memperkenalkan diri.
"Aku bertanya-tanya dari tadi, siapa gadis cantik yang bersama tuan muda Aldeguera ini. Apa kita bisa bicara berdua sebentar?" balas Emily.
"Kenapa harus berdua?" Aya bingung sampai dia teringat tentang memancing ikan.
Ini pasti salah satu ikan yang dimaksud oleh Chris.
Jadi, Aya mengikuti permintaan Emily yang ingin berbicara berdua dengannya.
Tanpa gadis itu duga, Emily langsung menarik kalungnya ketika mereka sudah berduaan saja.
"Dari mana kau mendapatkan kalung ini?" tanya Emily gusar.
"Saya..." Aya masih memegangi lehernya karena kaget. "Kenapa anda menariknya tiba-tiba begini?"
"Dengarkan aku, kau harus kembali ke pesta dan jangan pernah jauh dari tuan muda Chris," ucap Emily. Dia harus buru-buru pergi.
Namun, Aya justru menahan langkahnya.
"Apa ini ada hubungannya dengan mata kita yang sama?" tanya Aya.
"Sebenarnya saya sedang mencari keluarga asli saya!"