
Aya menempelkan kedua tangannya ke dinding, tepat di sisi kanan dan kiri tuan mudanya. Jarak begitu dekat dan keduanya terdiam dengan saling memandang satu sama lain.
"Tuan Muda, bohong kan," protes Aya.
"Bohong apa?" Chris bertanya-tanya.
"Kita saling mengenal, 'kan? Aku tidak terlalu mengingatnya hanya saja wajah Tuan Muda saat kecil kenapa tiba-tiba ada di kepalaku?" ungkap gadis itu.
Mendengar pengakuan Aya itu membuat Chris terkesiap, dia sampai lupa kalau masih menggunakan handuk saja.
"Benarkah itu?" tanya Chris seraya meraup kedua wajah Aya.
Pada saat itu, handuk yang dikenakan Chris tiba-tiba melorot dan barang berharga pemuda itu menyilaukan mata Aya sampai membuatnya membatu beberapa detik.
"Aaaaa...." Aya berteriak histeris. "Ada belalai gajah!"
Aya berlari dan ingin keluar dari kamar tuan mudanya.
Namun, tak sengaja tubuhnya menabrak Crystal yang letak kamarnya di lantai yang sama.
"Maafkan saya, Nona," ucap Aya.
Crystal memandangi wajah Aya yang tanpa bubuk hitam, dia tidak menyangka ternyata Aya secantik itu, pantas saja kakaknya langsung suka.
"Kau Aya, 'kan?" tanya Crystal memastikan.
Sontak Aya memegangi wajahnya sendiri, sepertinya penyamarannya sudah berakhir. Keluarga Aldeguera sudah tahu wajah aslinya.
"Iya, Nona," jawab Aya sambil tertunduk.
Crystal meraih dagu gadis itu dengan matanya yang berbinar. "Wajahmu sangat sempurna jadi modelku!"
"Maksudnya?" Aya tidak mengerti.
"Tentu saja jadi model untuk mencoba make up terbaruku," balas Crystal.
"Nona tidak marah?" tanya Aya karena takut Crystal merasa ditipu.
"Marah kenapa? Karena kau memakai bubuk hitam tapi aslinya cantik?" tanya Crystal.
Aya menganggukkan kepalanya. "Iya, saya tidak bermaksud jahat!"
"Daddy pernah berkata dengan keren, kalau tidak akan membiarkan apapun yang masuk dalam mansionnya jika tidak mempunyai tujuan jadi aku rasa kau mempunyai alasan, bukan?" Crystal tidak mau terlalu ikut campur.
Buru-buru gadis itu berpamitan undur diri karena mengingat belalai gajah lagi.
Sesampai di kamar, Aya ngos-ngosan sambil menggulingkan badannya di atas ranjang.
Setelah ini, dia tidak mempunyai muka lagi untuk bertemu dengan Chris.
Begitu juga dengan Chris yang malu setengah mati karena belalai gajahnya sudah dilihat oleh Aya. Tapi, dia harus bersikap santai dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Dan setelah kejadian pagi itu, baik Aya atau Chris tidak saling bertegur sapa lagi.
Karena sudah ketahuan, Aya tidak boleh menjadi pelayan lagi, gadis itu sibuk menjadi modelnya Crystal untuk didandani.
"Pokoknya di pesta kak Chris nanti, kau harus menjadi bintangnya," ucap Crystal bersemangat.
Saat hari H pesta ulang tahun Chris, Aya datang bersama Crystal dan Sera. Para wanita yang sibuk itu memisahkan diri dari rombongan pria.
Sementara Saka dan Chris datang duluan ke tempat acara untuk menyambut para tamu.
"Chris..." panggil Jane sambil berlari melihat pemuda yang malam ini semakin tampan dengan tuksedonya.
"Selamat ulang tahun yang kedua puluh," Jane memberikan kadonya.
"Thanks," sahut Chris datar. "Silahkan masuk bersama teman-temanmu!"
Tidak mau membuat mood Chris hancur, Jane masuk ke dalam gedung acara.
Tak lama yang ditunggu-tunggu Chris datang juga, Emily datang bersama dengan para pengawalnya.
"Lady Emily," Chris mendatangi gadis itu duluan.
"Selamat ulang tahun, tuan muda Chris," Emily menaikkan gaun dan menunduk hormat, ciri khas keluarga bangsawan.
"Aku senang akhirnya kau datang, Lady," ucap Chris seraya menggandeng tangan gadis itu masuk ke dalam gedung.
Hal itu disaksikan oleh Aya yang baru datang.
"Apa itu kekasih kakak?" tanya Crystal pada Sera.
Sera menyenggol lengan Crystal karena ada yang tengah terbakar cemburu.
Aya meremas gaunnya dan bergeming dari tempatnya.