Secret Maid

Secret Maid
SM BAB 38 - Dua Gadis Malang



Chris mencoba menyelinap masuk sementara sang daddy menarik perhatian semua pengawal keluarga Brishel.


Pemuda itu membuka satu persatu ruangan kosong tapi dia langsung mempunyai firasat jika Aya berada di ruang operasi.


Jadi, Chris mencari ruangan itu, kebetulan ada perawat laki-laki yang mondar-mandir untuk mempersiapkan tindakan operasi Aya dan Emily.


"Mari kita coba!" Chris mulai membidik perawat itu dan tujuannya adalah lengan.


Satu tembakan melesat dan tepat sasaran, perawat laki-laki itu jatuh dan Chris langsung berlari mendekat untuk memukul tengkuknya supaya tak sadarkan diri.


Kemudian Chris membuka baju perawat itu untuk dia pakai.


Chris memakai masker dan menyamar sebagai perawat supaya bisa masuk ke ruang operasi.


Dan benar saja, sesuai dugaan Aya dan Emily ada di ruangan itu.


Kedua gadis itu sudah memakai baju operasi dan dalam pengaruh obat bius total.


"Aku sudah tidak bisa mentoleransi lagi," Chris sudah kehilangan kesabaran.


Pemuda itu mengeluarkan pistolnya dan menembaki semua dokter serta perawat tanpa terkecuali.


Dor!


Dor!


Terdengar suara tembakan yang membuat Tuan Brishel langsung membuka pintu ruang operasi dan pupil matanya melebar ketika melihat dokter serta perawat berdarah-darah di lantai.


Chris membuka maskernya kemudian menodongkan pistolnya ke kepala Tuan Brishel.


"Kau tidak pantas disebut sebagai ayah!" geram Chris.


"Bagaimana mungkin kau mengorbankan putri kandungmu demi putri kandungmu yang lain, apa ada jaminan kalau Emily akan sembuh setelah mendapatkan semuanya dari Aya?"


Tuan Brishel tentu saja tidak bisa menjawab karena todongan senjata di kepalanya, dia tertunduk ke lantai dan menangis di sana.


"Kalau ujung-ujungnya Emily mati, bukankah pengorbanan Aya sia-sia?" tambah Chris yang tetap dalam posisinya.


Kemudian pemuda itu mencoba menghubungi Saka untuk membawa Aya dan Emily keluar dari rumah sakit itu.


"Pintu mansionku terbuka untukmu Tuan Brishel," ucap Saka sebelum pergi.


Di mansion para pelayan sibuk menyiapkan kamar untuk kedua gadis itu.


"Apa yang terjadi, Mom?" tanya Crystal yang tidak mengerti apa-apa.


"Kita tunggu saja daddy dan kakakmu pulang," jawab Sera.


Dokter keluarga datang bersamaan dengan Saka dan Chris tiba.


"Periksa keadaan dua gadis ini, mereka masih dalam pengaruh obat bius!" perintah Saka.


"Baik, Tuan," balas sang dokter.


Selagi dokter keluarga memeriksa Aya dan Emily, Saka keluar kamar dan meminta Chris untuk beristirahat.


"Bagaimana dengan ayah mereka?" tanya Chris.


"Tunggu suasana mendingin terlebih dahulu dan kita biarkan dulu dua saudara itu saling meluapkan isi hatinya," jawab Saka.


Tiba-tiba tubuh Saka dipeluk oleh Crystal sampai terhuyung ke belakang.


"Daddy... I love you," ucap Crystal.


Saka melihat ke arah Sera yang ikut bergabung bersama mereka. Ternyata Crystal sudah tahu semuanya kalau Saka dan Chris baru saja menolong dua gadis yang malang.


Si gembul merasa terharu dan langsung mencari sang daddy.


"Sepertinya bukan hanya daddy saja yang membantu," ucap Chris di sana.


"Kakak tidak masuk hitungan, yang keren hanya daddy Saka," sahut Crystal.


"Aku pasti akan mempunyai pacar-pacar sepertimu, Dad!"


Sera menggelengkan kepalanya karena Crystal yang mempunyai keinginan aneh. Dia pun ikut memeluk Saka karena suaminya pulang dengan selamat.


"Geser, Crystal!" Sera tidak kebagian tubuh Saka.


"Tidak mau!" tolak gadis itu. "It's my daddy!"


Chris menghela nafasnya, andai saja Aya dan Emily bisa merasakan kasih sayang ayah seperti Crystal.