
Tentu saja Chris ingin memberitahu Aya tapi dia tidak mau terburu-buru, dia ingin Aya mengingatnya tanpa memberitahu dari mulutnya tapi dari ingatan gadis itu sendiri.
"Jadi, kau mengalami kecelakaan?" tanya Chris penuh selidik.
"Iya, waktu itu mobil kami kecelakaan sampai membuat ayah saya meninggal, saya dan ibu saya selamat, hanya saja karena kepala saya terbentur benda keras sebagian ingatan hilang," jelas Aya.
Chris masih tidak puas jadi dia harus bertanya lebih jauh dan menganalisis semuanya. "Setelah itu kau hanya tinggal berdua dengan ibumu?"
"Dan tentang kalung yang kau pakai, apa ibumu yang memberikannya?"
Aya menggelengkan kepalanya. "Saat ibu saya sudah meninggal karena sakit, saya menemukannya di kotak perhiasan ibu jadi sebelum bibi Jill atau Jane mengambilnya, saya memakainya duluan!"
"Aku sudah menduganya," sahut Chris semakin yakin ada yang tidak beres.
Dari sini Aya jadi berpikir kalau Chris tahu sesuatu tentang dirinya.
"Kenapa Tuan Muda tidak menjawab pertanyaan saya sebelumnya dan kenapa seolah-olah anda tengah melakukan investigasi?" tanya Aya bingung.
"Ini pertanyaan terakhir, setelah ibumu meninggal, kau tidak pernah keluar dari rumahmu, 'kan?" tanya Chris lagi.
Aya menjawab dengan anggukan kepala karena memang bibi Jill dan Jane mengurungnya.
Kemudian Chris meraih tangan Aya sambil mengusapnya dengan lembut.
"Yang aku katakan ini mungkin akan menyakitimu tapi cepat atau lambat kau harus tahu dan melawan," ucap Chris yang membuat jantung Aya berdebar.
"Aku rasa ayahmu yang kau kenal selama ini bukanlah ayah kandungmu!"
Mata Aya terbelalak mendengarnya, kenapa Chris bisa bicara seperti itu?
"Kalung yang kau pakai itu adalah lambang keluarga Brishel, aku yakin ibumu menyembunyikan sesuatu sampai dia menyimpan kalung itu. Aku sudah mengecek kalau keluarga Brishel hanya mempunyai satu anak perempuan yang usianya berbeda lima tahun darimu," jelas Chris panjang lebar.
"Keluarga Brishel?" Aya mencoba mengingat nama keluarga itu tapi namanya terasa sangat asing.
"Jalan satu-satunya untuk memastikan adalah dengan tes DNA," sambung Chris.
"Tes DNA?" Aya jadi takut dengan kenyataan tentang dirinya.
"Kau percaya padaku, 'kan? Dengan begini kita bisa menemukan keluarga aslimu dan kita bisa memproses bibi atau sepupumu yang jahat itu," Chris memberikan dorongan supaya Aya berani.
"Apa yang harus saya lakukan, Tuan Muda?" tanya Aya yang ingin tahu rencana Chris.
"Aku akan mendekati putri keluarga Brishel dan mengundangnya ke acara ulang tahunku, aku juga akan mengundang Jane, kita akan memancing dua ikan sekaligus," jawab Chris.
"Kita harus memastikan mereka mengenal satu sama lain atau tidak jika tidak mengenal artinya memang kuncinya ada pada ibumu. Orang kepercayaan daddy ku berkata, keluarga Brishel melakukan gerakan bawah tanah untuk mencari seseorang selama ini..." Chris semakin mengeratkan genggaman tangannya. "Aku yakin mereka tengah mencari ibumu atau pun kau, karena selama ini kau terkurung jadi kau masih aman, Aya!"
"Jadi, kita akan memancing mereka menggunakan kalung itu!"
Sebenarnya Aya takut tapi ada rasa penasaran mendalam dalam dirinya. Kalau dia terus bersembunyi, dia tidak akan tahu semuanya.
"Baiklah," balas Aya kemudian.
Chris tersenyum puas, akhirnya Aya percaya padanya. Dia lalu mengambil hadiah yang telah dia bawa sebelumnya.
"Gunakan ini dan hapus bubuk hitammu, kalau mau hasil tangkapan ikannya memuaskan, kita harus memberikan umpan terbaik," ucap Chris.