Secret Maid

Secret Maid
SM BAB 39 - Hug Me!



Emily terbangun duluan daripada Aya, gadis itu bingung karena mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang berbeda dari sebelum dia tak sadarkan diri.


Dia ingat jelas bahwa Emily dipaksa ke ruang operasi dan diberi obat bius.


"Di mana ini?" gumam Emily.


Saat melihat sekitar, dia mendapati Aya yang berbaring di ranjang terpisah darinya.


"Aya..." Emily segera turun dari ranjangnya untuk mendekati adiknya itu. "Syukurlah!"


Emily menggenggam tangan Aya dan bersyukur adiknya yang malang baik-baik saja.


Tak lama pintu terbuka dan Bibi An masuk ke kamar itu.


"Anda sudah terbangun, Nona," ucap Bibi An seraya mendekat.


"Di mana saya?" tanya Emily.


"Tenang saja anda sudah aman, anda berada di mansion Aldeguera," jawab Bibi An.


Kepala pelayan itu membawa baju ganti untuk Emily dan membantu gadis itu merapikan diri, bersamaan dengan itu Crystal ikut masuk dan membawa peralatan make up nya.


Crsytal memoles wajah pucat dan kurus Emily ditambah memberi gadis itu penutup kepala.


"Kakak terlihat cantik," komentar Crystal.


"Apa kau adik Chris?" tanya Emily.


"Iya," Crystal langsung menceritakan apa yang terjadi supaya Emily tidak bingung.


Kemudian mereka menatap Aya yang masih menutup mata.


"Kata dokter Aya mengalami benturan keras di kepala, kalau sampai besok tidak sadar juga akan langsung dibawa ke rumah sakit. Untuk sekarang mansion ini paling aman jadi kalian jangan keluar dari sini," jelas Crystal.


"Aku tidak tahu harus membalas apa untuk kebaikan keluargamu karena sudah menampung kami," sahut Emily jadi tidak enak hati.


"Kakakku jatuh cinta pada Aya jadi keselamatan gadis itu sudah lebih dari cukup," ucap Crystal yang langsung mendapat jeweran dari belakang.


Crystal tidak sadar jika yang tengah dia bicarakan berdiri di belakangnya dan mendengar semuanya.


"Auw, kakak!" protes Crystal.


Buru-buru Crystal membawa Emily pergi dan tertinggal Chris sendirian di kamar itu.


Pemuda itu mendekat dan duduk di samping Aya sambil membelai wajah gadis itu, seharusnya reaksi dari obat bius sudah hilang tapi Aya enggan membuka matanya.


"Apa mimpimu terlalu indah sampai kau tidak ingin bangun?"


"Aku di sini, Aya!"


Chris mengecup tangan gadis itu, dia berharap Aya segera bangun.


"Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu," lanjutnya.


Tidak ada tanda-tanda Aya akan terbangun tapi Chris masih setia menjaga gadis itu.


Di dalam mimpinya, Aya merasa kembali saat dia masih kecil dulu, di mana dia masih hidup bahagia dengan kedua orang tuanya.


"Aku malas ikut acara summer camp, apa kau mau menggantikan aku, Aya?" tanya Jane kecil.


"Apa tidak apa-apa? Aku tidak punya teman di sana?" Aya tampak ragu.


"Kau pasti punya teman nantinya," Jane terus memaksa.


Akhirnya Aya ikut acara summer camp menggantikan Jane di acara tersebut. Karena tidak pandai bergaul, Aya justru ditinggal dan tersesat.


Saat gadis kecil itu menangis ada pemuda kecil yang mengulurkan tangan padanya.


Jangan menangis, ayo kita cari jalan keluar!


"Tidak salah lagi, itu tuan muda!"


"Chris..."


Aya menjerit di dalam hatinya sampai kedua matanya terbuka. Hal pertama kali yang dilihatnya adalah Chris yang setia menunggunya bangun.


"Chris..." panggil Aya dengan suara lemah.


"Aya..." Chris segera berdiri dan semakin mendekati gadis itu.


"Peluk aku!" pinta Aya.