
"Urus semua kasusnya dengan bukti-bukti yang ada, kasus ini bisa kena pasal berlapis dan hukuman yang berat," ucap Saka pada tim hukumnya.
"Baik, Tuan," balas mereka.
"Dan segera urus hak Aya atas aset peninggalan orang tuanya," lanjut Saka.
Dia akan membantu masalah Aya sampai ke akarnya, sekarang tinggal satu ikan lagi yang harus dibereskan.
Satu ikan itu tampak gelisah sambil terus memegang kalung Aya.
"Tidak salah lagi gadis itu pasti adikku, aku bisa merasakannya," gumam Emily sambil memejamkan matanya.
Gadis itu mencoba mencari ayahnya tapi dia melihat tuan Brishel tengah berbicara kepada para pengawal yang menemaninya ke pesta.
"Apa mereka melihat kalung itu?" Emily semakin gelisah.
Sepertinya tidak ada jalan lain, dia harus menghubungi Chris.
Emily mencari ponselnya tapi dia tidak menemukannya, dia baru teringat kalau tasnya ada pada salah satu pengawal. Dia tadi sempat muntah-muntah dulu saat sampai mansion.
"Mencari ini?" tanya Tuan Brishel yang mendatangi putrinya di kamar. Dia membawa tas Emily.
"Baru saja aku mau mengambilnya," ucap Emily berusaha tenang dan tidak terjadi apa-apa.
"Bagaimana pesta yang kau datangi tadi?" tanya Tuan Brishel basa basi.
"Pestanya mewah karena memang yang berulang tahun adalah tuan muda dari keluarga Aldeguera," jawab Emily.
Tuan Brishel sangat tahu bagaimana hidup Emily yang selalu menutup diri selama ini jadi sangat aneh kalau tiba-tiba gadis itu menerima undangan pesta dari seseorang.
"Apa kau menyukai tuan muda itu?" tanya Tuan Brishel penuh harap.
Akhirnya Emily mau membuka hatinya.
"Aku hanya ingin menghargai undangan tuan muda Chris, lagi pula aku juga ingin bersosialisasi sekali-kali," Emily membantah asumsi sepihak dari ayahnya.
Setelah Tuan Brishel pergi dari kamarnya, dia mencoba menghubungi Chris.
Emily tidak sadar jika ponselnya telah disadap.
"Tuan muda, saya akan memasang infus," ucap salah satu perawat yang ingin memasang infus pada Aya tapi kesulitan.
Karena sedari tadi Chris tidak mau melepaskan Aya.
Chris memeluk gadis itu ketika sampai di rumah sakit keluarga Aldeguera. Pemuda itu terus memeluk Aya bahkan saat dokter memeriksa dan mengobati punggung gadis itu.
"Lakukan saja dengan hati-hati," balas Chris datar.
Perawat itu pun perlahan meraih tangan Aya dan mencari pembuluh darah yang akan disuntiknya dengan jarum infus.
Beberapa menit berlalu, infus sudah berhasil dipasang tapi Chris masih bergeming dengan posisinya.
Pemuda itu sangat menyesal melihat Aya yang terluka, dia ingin saat gadis itu membuka mata, Aya melihat dirinya.
Chris tidak akan melepaskan gadis itu justru beberapa kali mencium Aya penuh sesal.
Perlahan Aya pun membuka mata dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia sedikit kaget karena saat ini ada di pelukan tuan muda.
Chris tertidur dengan memeluknya dengan posisi duduk, sebenarnya hal ini sangat memalukan apalagi Aya setengah telanjang karena luka di punggungnya.
Pergerakan dari Aya mampu mengirimkan sinyal ke otak Chris yang membuat pemuda itu terbangun.
Mata mereka pun bertemu dan Chris semakin mengeratkan pelukannya.
"Maafkan aku," ucapnya lirih.
"Kenapa minta maaf? bukankah kita memang sedang memancing ikan?" Aya tidak menyalahkan Chris sama sekali.
"Aku pasti akan mengganti satu lukamu dengan seratus senyuman," ucap Chris berjanji.
"Kenapa berjanji padaku seperti itu?" Aya merasa tidak pantas mendapatkannya. "Kita seperti langit dan bumi!"
Chris justru mencium leher Aya dan berkata. "Hidupmu sekarang adalah tanggung jawabku!"