
"Kau dipecat!" ucap Tuan Brishel pada petugas kebersihan yang membantu Aya.
Kemudian dia menarik tangan anak keduanya itu untuk pergi.
"Ayah... ini bukan salahnya," Aya berusaha menjelaskan.
Namun, Tuan Brishel tidak mau mendengarkan.
Aya justru dikunci di ruangan rawat sebelumnya supaya tidak bisa keluar lagi.
"Ayah, buka pintunya!" teriak Aya dari dalam.
Gadis itu sudah mulai merasa janggal, Aya jadi memikirkan perkataan Emily saat di pesta. Sepertinya ada rahasia yang tidak dia ketahui dan Aya mulai gelisah.
Apalagi mendengar perkataan ayahnya yang akan menjodohkan Emily dengan Chris padahal tahu kalau Aya menyukai tuan muda Aldeguera itu.
Dari sini Aya bisa berpikir kalau ayahnya lebih sayang pada Emily daripada dirinya.
"Aku kan tidak minta dilahirkan," Aya mengusap air matanya yang jatuh.
Kemudian gadis itu mencari cara supaya bisa keluar dari ruangan itu.
Aya membuka jendela dan melihat ke bawah yang ternyata cukup tinggi untuk dia turuni jadi gadis itu menggunakan seprai dan selimut yang dia ikat untuk turun ke bawah.
Walaupun tidak tahu tujuannya nanti tapi yang jelas Aya tidak mau dikurung, sudah cukup selama ini hidupnya seperti itu.
Saat Aya mencoba turun, pintu dibuka oleh salah satu pengawal keluarga Brishel dan pengawal itu mendapati Aya yang mencoba untuk kabur.
"Tidak... tidak..." Aya jadi panik karena kain seprainya ditahan oleh pengawal itu.
Karena kuat, pengawal itu mencoba menarik Aya ke atas lagi.
Terpaksa Aya melepas kain seprainya dan jatuh ke bawah dengan posisi kepalanya membentur tanah.
"Akh!" Aya kesakitan ssampai kepalanya berkunang-kunang.
Tapi, disaat itu juga ingatan demi ingatan yang selama ini hilang perlahan-lahan kembali sampai membuat Aya tak sadarkan diri.
Sedari tadi, Chris terus menggoyangkan kakinya karena merasa tidak tenang.
"Apa kita tidak punya strategi, Dad?" tanya Chris karena Saka tidak memberi komando apapun.
"Untuk kali ini, ikuti instingmu saja," jawab Saka dengan santai.
Mereka langsung turun dari mobil ketika sudah sampai, Chris dan Saka berjalan untuk masuk ke rumah sakit pribadi itu dengan para bodyguard yang mereka bawa.
"Kau hanya boleh menembak tangan dan kaki," Saka memberi peringatan.
"Bagaimana kalau aku tidak tepat sasaran?" tanya Chris tidak yakin.
Belum sempat Saka menjawab, ada beberapa pengawal yang ingin menghadang mereka. Otomatis Saka menembaki kaki mereka satu persatu dan para bodyguard langsung berlari mengamankan senjata pengawal keluarga Brishel supaya tidak melakukan perlawanan.
"Ikat mereka!" perintah Saka.
Kemudian lelaki itu mengambil alat komunikasi para pengawal dan memberi peringatan bahwa Saka Aldeguera ada di depan rumah sakit.
"Kami datang secara baik-baik jadi jangan sampai ada perlawanan yang membuat kesabaranku habis!" tegas Saka.
"Baik-baik? Kau menembaki mereka, Dad," komentar Chris tak habis pikir.
"Apa yang kau tunggu, cepat selamatkan Aya!" Saka justru meminta putranya itu bergerak sendirian.
Dan Chris tidak mau membuang waktunya.
Ternyata Aya dan Emily sudah berada di ruang operasi. Kedua gadis itu sama-sama tidak sadarkan diri.
Tuan Brishel menunggu di depan kamar operasi dengan harap-harap cemas.
"Tuan... tuan..." salah satu pengawal mendatangi laki-laki paruh baya itu.
"Saka Aldeguera ada di depan rumah sakit dan menyandera beberapa pengawal!" lapornya.
"Dasar pengganggu! Jangan sampai mereka kemari!" Tuan Brishel yang masih tertutup hatinya masih ingin menjalankan rencananya.