Secret Maid

Secret Maid
SM BAB 31 - Menangkap Ikan



Emily mematung beberapa detik, dia menguatkan hatinya dan ingin mengabaikan pertanyaan dari Aya itu.


Namun, lagi-lagi Aya menahannya pergi.


"Apa Lady Emily mengenal saya dari kalung itu?" tanya Aya lagi.


Terpaksa Emily membalik badannya dan menatap Aya dengan wajah dibuat sedatar mungkin.


"Kita tidak saling mengenal, aku mengatakan itu karena ingin kau selamat jadi teruslah bersama tuan muda Chris sampai waktunya tiba," ucap Emily ambigu.


Aya ingin bertanya lagi tapi Emily buru-buru berlari meninggalkan dirinya seorang diri.


Dari tadi Chris mendengar interaksi kedua gadis itu dan Chris bisa menyimpulkan kalau ada yang Emily sembunyikan.


"Aya..." panggil Chris.


Aya yang awalnya ingin mengejar Emily jadi mengurungkan niatnya.


"Biarkan saja, aku punya rencana cadangan," ungkap Chris.


"Sepertinya Emily berusaha melindungimu!"


Aya memegang lehernya yang kini tanpa kalung dari ibunya itu. "Perasaanku tidak enak!"


"Kau takut?" tanya Chris seraya memegang pipi Aya supaya dia bisa melihat jelas wajah tanpa bubuk hitam itu.


"Sedikit," jawab Aya.


"Kau percaya padaku, 'kan?" Chris bertanya lagi karena Aya harus berperan aktif untuk rencana selanjutnya.


"Iya, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Aja gugup.


Chris memeluk gadis itu, dia sebenarnya takut terjadi apa-apa pada Aya tapi dia perlu bukti dan saksi.


"Bertahanlah sebentar saja," pinta pemuda itu.


Awalnya Aya tidak mengerti sampai Chris meninggalkannya sendirian.


Kemudian Jane dan Bibi Jill muncul di depannya.


"Bibi... Jane..." Aya ketakutan, dia ingin lari tapi rambutnya dijambak dengan kuat.


"Mau ke mana kau, hah?" bentak Jane.


Aya berusaha melepaskan diri tapi tarikan rambutnya sangat kuat.


Seperti merasa de javu, Aya mendapat penyiksaan lagi.


Sesampai rumah badannya diikat di sebuah kursi kemudian Jane langsung menamparnya berulang kali.


"Jadi kau kabur dan menggoda tuan muda Chris, dasar gadis rendahan!" teriak Jane dengan kesal.


"Minggir!" Bibi Jill juga ingin menyiksa Aya karena sudah kerepotan mencari gadis itu bahkan dia juga mengeluarkan uang banyak.


"Kau itu hanya anak tiri kakakku tapi kenapa semua harta kakakku harus jatuh ke tanganmu, kau dan ibumu hanyalah sampah!"


Bibi Jill berkata seraya mengayunkan cambuk ke punggung Aya.


"Sakit... Ampun..." Aya merintih kesakitan dan memohon ampun supaya Bibi Jill jangan memukulnya lagi.


Aya sakit fisik ditambah hatinya perih karena baru menerima fakta kalau ayahnya yang dia kenal selama ini bukan ayah kandung.


Benar kata Chris jadi bisa saja Emily memang saudara kandungnya.


Lantas kenapa ibunya menikah dengan ayah tirinya?


BRET!


Jane merobek gaun yang dikenakan Aya, dia sangat iri pada kecantikan gadis itu malam ini.


"Kau tidak cocok memakai gaun seperti ini, kau hanya cocok memakai baju bekas dan tidur di loteng," ucap Jane yang merasa tidak puas dengan penderitaan Aya.


Gadis itu ingin menggunting rambut panjang Aya supaya terlihat jelek.


Namun, bersamaan dengan itu pintu rumah tiba-tiba di dobrak dari luar.


Segerombolan polisi masuk dengan menodongkan senjata mereka.


Jane dan Bibi Jill di kepung yang membuat mereka ketakutan.


"Angkat tangan kalian!"


Kedua perempuan itu mengangkat tangan dan langsung diborgol.


Saka dan Chris yang ikut dalam rombongan itu segera menyelamatkan Aya.


Salah satu polisi tengah membuka ikatan di tubuh gadis itu dan Chris bergegas berlari memakaikan jasnya di tubuh yang terluka itu.


"Semua baik-baik saja, ada aku di sini," ucap Chris sambil memeluk Aya yang kemudian pingsan di pelukannya.