
Di salah satu ruang VIP sebuah kafe, sedang di lakukan sebuah pertemuan antara dua orang laki-laki dan perempuan. Sang perempuan wajahnya sering terpampang di majalah, terutama di majalah fashion.
Sedangkan sang laki-laki, meski dia tidak sering tampil di majalah maupun di media, ia tidak kalah terkenalnya dengan perempuan di depannya.
“Jadi Alex untuk apa Kamu mengajakku bertemu di sini?” Tanya perempuan itu.
Laki-laki yang duduk bersamanya ternyata adalah Alex, manajer sekaligus teman baik dari Brandon. Alex memiliki rencana lain ketika mengajak Rosemary bertemu di sini.
“Aku tahu Kau menyukai Brandon bukan?” Ucap Alex tanpa basa basi.
“Darimana Kau tahu?” Tanya Rosemary sedikit gugup.
Rosemary tidak menyangka bahwa Alex mengetahui bahwa dirinya menyukai Brandon. Sekarang Rosemary yakin bahwa Alex akan menyuruhnya menjauhi Brandon sekarang. Laki-laki ini tidak mau Brandon diterpa gosip tidak sedap ketika karirnya berada di puncak seperti sekarang.
“Apakah Kau memintaku menjauhi Brandon dan tidak menghubunginya lagi?” Tanya Rosemary memastikan.
Meski tidak terlalu dekat, Rosemary cukup mengenal Brandon. Ia adalah model yang sering dipakai ibu kandung Brandon dalam melakukan peragaan busana. Rosemary pun mengenal Brandon dari sana.
Semakin lama Rosemary mengenal laki-laki itu, semakin ia dibuat kagum oleh Brandon. Hal itu membuat Rosemary tanpa sadar sudah jatuh cinta kepada laki-laki itu. Ia berharap memiliki Brandon. Tetapi Rosemary tahu itu akan sulit.
Alex menggelengkan kepalanya pelan.
“Tidak. Aku sama sekali tidak melarangmu untuk mendekati dia. Justru aku menemuimu karena aku ingin Kau mendeti Brandon.” Jawab Alex.
“Mendekati Brandon?” Tanya Rosemary tidak percaya.
Kenapa Alex tiba-tiba memintanya mendekati Brandon? Ini sangat membingungkan bagi Rosemary .
“Ya. Apa Kau sudah mendengar kabar bahwa Brandon berencana berhenti dari dunia tarik suara?”
“Ternyata itu benar?” Tanya Rosemary sembari melebarkan matanya.
Perempuan itu cukup kaget mendengar konfirmasi dari Alex, manager Brandon. Jika Alex sudah mengatakan hal ini, itu berarti berita itu benar adanya, bukan sekedar gosip.
“Aku kira itu hanya kabar burung saja. Ternyata Brandon benar-benar ingin berhenti dari dunia entertainment rupanya.” Imbuh Rosemary .
“Heh.” Alex mendengus keras. “Itu semua hanya demi seorang perempuan Kau tahu itu? Demi perempuan dia mengorbankan karirnya yang sudah naik di atas itu hanya untuk seorang perempuan. Itu sangat tidak masuk akal.” Jelas Alex penuh dengan emosi.
“Demi seorang perempuan?”
Alex mengangguk dengan keras. “Cinta pertamanya. Cinta pertama yang menurutku hanya omong kosong belaka. Dia hanya terpaku dengan omong kosong yang diucapkan oleh cinta pertamanya itu.”
“Jadi cinta pertamanya itu ingin Brandon berhenti menjadi penyanyi?”
“Exactly. Dia mengikuti janji konyol yang mereka buat di masa kecil. Untuk bisa menemui cinta pertamanya itu, Brandon harus menjadi seorang fotografer. Jika Brandon ingin fokus di sana maka ia perlu mundur dari dunia entertainment.”
Rosemary menjadi geram setelah mendengar ucapan Alex barusan. Bisa-bisanya ada seseorang yang menetukan kehidupan orang lain seperti itu. Perempuan itu tidak pantas jika bersanding dengan Brandon. Sangat tidak pantas.
“Lalu, apa hubungannya semua ini denganku Alex? Tidak mungkin Kau mengajakku bertemu dan mengatakan ssemua ini. Pasti Kau memiliki tujuan lain bukan?” Tanya Rosemary penasaran.
“Tentu saja ada alasan kenapa aku menceritakan hal ini kepadamu. Aku Kau mendekati Brandon dan membuatnya jatuh cinta padamu. Buat semua fokus Brandon beralih padamu. Dengan begitu, dia tidak akan lagi memikirkan cinta pertamanya itu.”
“Aku akan membuat berbagai kesempatan agar Kau bisa berdekatan dengan Brandon dalam waktu lama. Dengan bantuanku itu, yakin akan mudah bagimu menaklukkan hati Brandon.”
Ini adalah alasan utama Alex menemui Rosemary . Ia ingin perempuan ini memikat hati Brandon. Dari semua kandidat yang ada, hanya Rosemary sajalah yang cocok untuk mengambil peran ini.
Jika nanti Brandon bisa bersama dengan Rosemary , maka laki-laki itu perlahan akan melupakan cinta pertemanya. Setelah itu, dia akan kembali melanjutkan karirnya untuk menjadi seorang penyanyi.
Alex sebegai manager dan teman baik Brandon, melakukan hal ini karena dirinya tidak mau laki-laki itu menghentikan karirnya hanya demi seorang perempuan yang belum tentu juga mencintainya. Jadi Alex berani melakukan tindakan ekstrim seperti ini.
“Benarkah semua ini? Kau tidak sedang menipuku bukan?” Tanya Rosemary memastikan.
Apa yang Alex tawarkan padanya ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Ia tidak mau berharap lebih namun pada akhirnya terhempaskan oleh kenyataan bahwa semua itu tidak munngkin terjadi. Jika apa yang dikatakan oleh Alex itu benar, maka dirinya akan dengan senang hati menerima tawaran ini.
Siapa juga yang tidak mau menjadi kekasih seorang Brandon Wiliam. Rosemary tentu saja mau.
Seperti kata Alex, dengan bantuannya yang memberikan Rosemary kesempatan untuk berduaan dengan Brandon, maka peluangnya untuk mendapatkan hati Brandon akan semakin tinggi.
Rosemary tentu saja tidak akan melewatkan peluang ini. Perempuan itu yakin jika ia menolak hal ini, maka Alex akan menawarkan hal ini kepada perempuan lain yang memiliki hubungan dekat dengan Brandon. Maka dari itu, Rosemary akan memanfaatan kesempatan ini dengan baik.
“Bagus. Kau persiapkan saja dirimu. Nantinya aku akan menghubungimu lagi. Ah ya, Kau juga perlu mengirimkan jadwalmu kepadaku. Dengan begitu, aku akan memadukan jadwal kosong kalian. Kau bisa puas menemui Brandon di jadwal kosongmu.” Jelas Alex.
“Baik, baik. Aku akan segera mengirim salinan jadwalku kepadamu. Tunggu saja.” Jawab Rosemary .
Setelah mendiskusikan beberapa hal dengan Rosemary, Alex lalu pergi menemui pergi ke apartemen Brandon. Beberapa hari ini laki-laki itu sulit di hubungi. Jadi Alex ingin mengecek keadaannya.
Yang membuka pintu apartemen Brandon adalah Jiana adiknya. Meski Alex merupakan managernya, Brandon masih belum mempercayainya dan memberikan password apartemennya. Jadi setiap kali ia ingin menemui Brandon, ia perlu menunggu hingga ada yang membukakan pintu untuknya.
Ketika Alex masuk ke dalam apartemen Brandon, ia disambut dengan suara merdu seorang laki-laki yang tengah menyanyi. Tidak hanya itu saja, suara dentingan piano juga terdengar mengiringi lagu yang di nyanyikan oleh laki-laki tadi.
Jiana menaruh jari telunjuknya di bibir. Meminta Alex tidak banyak bersuara agar Brandon tidak kehilangan konsentrasinya.
Tanpa peringatan dari Jiana pun Alex tahu apa yang harus dia lakukan. Ia tidak banyak bicara. Laki-laki itu menyandarkan punggungnya di tembok. Sementara itu tangannya ia lipat di depan dada. Ia juga menikmati setiap lantunan lagu yang Brandon nyanyikan.
Inilah hebatnya Brandon, ia memiliki segudang inspirasi untuk membuat lagu, dan semua lagunya sangat enak di dengar. Harus Alex akui ini adalah faktor utama yang membuat Alex mau menjadi manajer dari Brandon.
Dia adalah penyanyi bertalenta. Tidak hanya suaranya yang merdu, tetapi dia meiliki talenta hebat dalam membuat lagu. Pemilik suara merdu banyak, tetapi tidak banyak yang memiliki talenta hebat seperti Brandon.