
Getar ponselnya membuat Brandon mengurungkan niatnya untuk tidur. Padahal dirinya baru saja merebahkan dirinya di ranjang. Jika nama yang ada di layar ponselnya bukanlah ayahnya pasti Brandon lebih memilih untuk mengabaikannya dan melanjutkan tidur.
Demi tuhan baru sekarang ia merasakan kantuk dan butuh istirahat. Beberapa hari terakhir ini rasa kantuk itu tidak kunjung datang sehingga membuatnya begadang. Ini semua karena Brandon masih menikirkan permasalahannya dengan Mawar.
“Hai Dad. Ada apa?” Tanya Brandon.
“Apakah sekarang perlu alasan untuk seorang ayah menelfon anaknya?”
Brandon menggeleng. Mengetahui ayahnya tidak melihat hal itu ia buru-buru menjawab pertanyaan ayahnya.
“No. Hanya saja kita baru saja bertemu beberapa jam yang lalu. Jadi aku rasa Kau menelfonku karena ada sesuatu. Bukannya tadi aku sudah menelfon bunda kalau aku sudah sampai dengan selamat.”
“Aku hanya ingin memberimu informasi saja Son.”
“Informasi? Informasi mengenai apa Dad?”
Brandon pikir dirinya tidak sedang menunggu informasi apapun dari ayahnya jadi kenapa ayahnya akan memberi informasi padanya? Pasti ini ada hubungannya dengan dirinya. Informasi mengenai apa yang ingin diberikan oleh ayahnya?
“Aku sedang tidak menunggu informasi apapun. Jadi memangnya ada informasi apa?”
“Kau pasti senang mendengarnya. Dan aku yakin setelah mendengar informasi ini Kau akan bersemangat dalam meraih impianmu Son.”
Brandon semakin tidak mengerti dengan ucapan ayahnya. Memang informasi apa yang membuat Brandon bersemangat dalam meraih impiannya. Tapi tunggu, hanya ayahnya yang sepenuhnya mendukung Brandon untuk meraih impiannya, menjadi fotografer.
Semua keluarganya berpendapat bahwa Brandon sudah cocok menjadi seorang penyanyi. Jadi dirinya tidak perlu lagi berganti profesi. Apalagi di tengah melambungnya nama dari seorang Brandon Wiliam sebagai seorang penyanyi.
“Jangan bilang kalau Daddy akan memanfaatkan koneksi Daddy agar aku bisa melaksanakan sebuah pameran di sini? Sudah kukatakan berkali-kali Dad, aku akan menggunakan usahaku sendiri. Aku tidak ingin menumpang nama seorang Sean Wiliam. Aku bisa melakukannya.”
Terdengar gelak tawa di ujung sana. Sepertinya Sean tengah menertawakan Brandon.
“Ya, ya, ya. Aku tau hal itu Son, Kau tidak akan pernah mau menerima bantuanku untuk mengadakan pameran tersebut. Lagi pula aku tidak mengatakan menggunakan koneksiku untukmu bukan? Ini informasi yang berbeda.”
Jika bukan itu, lalu informasi apa yang dimaksud ayahnya? “Memangnya ada informasi apa?”
“Kau tidak akan percaya hal ini. Gadis kecilmu datang ke rumah kemarin siang. Dia juga makan siang bersama kami.”
Gadis kecilnya? Siapa? Apakah yang dimaksud dengan ayahnya adalah adiknya? Tapi tidak mungkin bukan hanya karena hal tersebut ayahnya menelfon.
Lagi pula adinya memang sering makan siang di rumah. Jadi untuk apa memberikan informasi yang Brandon sendiri sudah mengetahuinya. Atau jangan-jangan yang dimaksud ayahnya ini adalah orang lain. Bukan adiknya?
“Memangnya siapa gadis kecil yang Daddy maksud?”
“Kau lupa?Gadis kecil itu? Gadis yang Kau ceritakan pada Daddy sebelum Kau kembali ke London. Apakah gadis ini gadis yang berbeda dengan gadis dua belas tahun lalu?”
Gadis itu ke rumah? Memangnya apa salahnya dia ke rumah. Gadis itu teman adiknya bukan. Dan lagi dirinya sudah mencabut larangan untuk adiknya membawa teman ke rumah.
Lalu soal kenapa ayahnya mengetahui tentang Mawar, well, Brandon tidak menyimpan rahasia apapun dengan ayahnya. Brandon mungkin bisa menyimpan rahasia dengan siapapun tapi tidak dengan ayahnya.
Apalagi Brandon butuh seseorang yang mengerti hubungannya dengan Mawar agar suatu saat Brandon dapat meminta saran, dan ya orang itu ayahnya.
“Jadi yang Daddy maksud dengan gadis kecil ini adalah Mawar? Gadis kecilku dari dua belas tahun lalu itu?”
“Ya.” Jawab Sean singkat.
“Sebenarnya dia menitip pesan padamu.”
Menitip pesan? Mawar? Seperti dugaan Brandon gadis itu sudah mengetahui semuanya. Bukankah sudah terlihat jelas pada barbecue party malam itu?
Lalu sekarang gadis itu menitip pesan? Apakah pesan itu menyatakan bahwa dia sudah membenci Brandon? Oh tidak. Brandon harap bukan itu pesannya. Brandon tidak dapat membayangkan jika sampai Mawar membencinya.
Jika sampai hal itu terjadi, percayalah rasa benci Mawar pada Brandon tidak akan lebih besar dari rasa benci Brandon pada dirinya sendiri.
“Memangnya dia menitipkan pesan apa?”
“Daddy yakin bahwa sebenarnya gadis kecilmu datang kemari karena mencari dirimu.”
Mawar datang ke rumah untuk mencari dirinya?
“Walaupun tidak dengan terang-terangan tapi Daddy mengetahui niat gadis itu datang ke rumah. Lalu Daddy menggodanya dengan berkata bahwa Kau pergi ke London untuk berusaha membayar hutangmu.”
“Aku kira tidak akan termakan oleh pancingan itu. Lalu dia berpesan bahwa satu tahun lagi dia akan menagih hutangnya padamu.”
“Satu tahun?”
“Ya.” Jawab ayahnya di ujung sana.
“Kenapa satu tahun?”
“Daddy minta maaf, Brandon. Tadi aku mengatakan padanya bahwa Kau akan melunasi hutangmu itu kurang dari satu tahun. Daddy pikir ini saatnya Kau menerima bantuan Daddy.”
“Apa Kau mau memberiarkan dia terlalu lama menunggumu? Dia sudah dewasa sekarang. Jadi Kau harus menentukan pilihan. Akan mengejarnya atau melupakan janji kalian.”
Ya ayahnya benar. Selama ini Brandon hanya mengatakan pada ayahnya bahwa dirinya bisa melakukan semua ini tanpa meminta bantuan ayahnya. Bahwa Brandon tidak membutuhkan waktu lama untuk menepati janjinya.
Brandon tidak pernah berusaha lagi untuk menepati janjinya semanjak dirinya jadi penyanyi terkenal. Namun, ketika dia pulang ke Indonesia beberapa tahun yang lalu, ia teringat kembali tentang hal itu.
Lalu sekarang Brandon harus memilih apakah dia akan mengejar mimpi dan cinta pertamanya, atau karir yang kini tengah ia jalani. Pilihan ada ditangan Brandon, dan sekarang ayahnya tengah mengulurkan tangan untuk membantu Brandon apabila Brandon memilih mengejar impiannya.
Sudah saatnya bagi Brandon menerima uluran tangan itu.
“Baiklah Dad. Apa Kau bisa membantuku mengurus semuanya? Mungkin setelah tourku di Eropa kita bisa melakukan pameran itu. Sepertinya aku akan menerima tawaran itu.”
“Baiklah. Aku akan menghubungi teman-temanku. Bisakah Kau mengirimkan padaku beberapa gambarmu? Hanya sebagai sample.”
“Tentu saja Dad.”
“Oh ya aku hampir lupa. Ini informasi terpenting yang harus Kau ketahui.”
Oh apa lagi ini. Apa ada sesuatu lagi yang perlu Brandon ketahui?
“Setahun lagi ketika Kau sudah membayar hutangmu, Mawar akan menemuimu dan memukul kepalamu. Kata Mawar Kau pantas mendapatkannya karena membiarkan dia menunggu terlalu untuk mendapat pembayaran hutang darimu. Jadi persiapkan kepalamu.”
Brandon tersenyum. Gadis kecilnya tidak membencinya. Gadis itu masih mau menunggunya. Ia rela tubuhnya dipukuli asalkan Mawar tidak membencinya. Dan benar seperti yang ayahnya katakan. Sekarang Brandon semakin bersemangat untuk mewujudkan impiannya.