Revenge for My Wife (Kavin & Mika)

Revenge for My Wife (Kavin & Mika)
DENDAM 15: All About Mika 2: Aneh



26 tahun lalu.


Suara riuh pikuk langkah kaki memenuhi Bandara Internasional Lombok. Terlihat seorang laki-laki yang kisaran usianya mungkin sekitar tiga puluh tahun dan saat ini dia berjalan dengan tampang lesu pun mimik wajahnya terlihat seperti orang yang dipenuhi dengan banyak sekali permasalahan.


Laki-laki itu terus saja berjalan, tanpa menyadari kalau sekarang dia sudah berada di luar bandara.


"apa yang harus kita lakukan, Mas Hendara? Aku tidak mau jatuh miskin, karena tidak bisa mendapatkan warisan."


"Tenangkan dirimu, sayang. Kita tidak akan jatuh miskin hanya karena tidak mendapatkan warisan itu."


"Tapi, biar begitu aku tetap ingin mendapatkanya, Mas. Aku juga bagian dari keluarga itu."


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kau tahu kan, Papa mertua akan memberikan bagian jika kita punya keturunan dan kau tidak bisa hamil, Lena. Tidak bisa!"


Tin!


Bunyi klakson mobil yang terdengar nyaring membuyarkan semua ingatan laki-laki itu, pun sebuah tarikan membuat dia terhuyung ke belakang.


"Kalau jalan lihat-lihat!" marah pengemudi taksi itu kepada dia— Mahendra Sudarsono yang tadi hampir saja kena hantam oleh sebuah mobil.


Iya, laki-laki itu adalah Mahendra Sudarsono. Dia seseorang pebisnis dari ibu kota, tapi sekarang sedang berlibur ke Lombok untuk menenangkan diri dari peliknya urusan pekerjaan dan pusingnya kemauan sang istri.


Mahendra hanya tersenyum mengakui kesalahannya. Sementara pengemudi taksi itu hanya berdecak kesal dan langsung melajukan mobilnya.


"Apa yang kau pikirkan, Hend-" Mahendra tersentak kaget saat dia merasakan kalau ada tangan yang menepuk pundaknya. Dia bergerak menoleh ke sisi kanan untuk mencari tahu siapa gerangan orang itu dan ....


Deg!


Seketika kedua pupil matanya melebar saat netra hitamnya menangkap sosok ayu seorang wanita berambut hitam yang di mana, saat ini tengah memberikan sebuah senyum kepadanya.


Mahendra masih terpukau, jantungnya berdetak sangat kencang, dan kedua matanya tidak berkedip sedikit pun, karena mungkin saking terpesonanya dia dengan wanita berkulit hitam manis yang ada di depannya ini.


Namun, dia kembali di kaget kan oleh sebuah tepukan tangan yang tepat berada di depan wajahnya, "eh, maaf, Nona." Dengan gugup Mahendra bicara pun entah kenapa hawa di sekitarnya serasa panas.


"Terima kasih, Non-" ucapan Mahendra terhenti karena tiba-tiba saja wanita itu menyodorkan selembar kertas.


Spontan, Mahendra langsung meraih kertas itu dengan gerakan tangan yang pelan dan tatapan mata masih fokus melihat ke wajah wanita tersebut.


Dilihat dari tatapan matanya yang tak pernah bisa berpaling dari wajah wanita itu, Mahendra seperti orang yang tersihir.


"Apa in-" Perkataan Mahendra lagi-lagi terhenti saat wanita di depannya itu tiba-tiba berlari, tanpa mengucapkan sepatah kata permisi.


Mahendra hanya mengerutkan keningnya dan laki-laki itu kembali melihat ke arah kertas. Dia menaikkan satu alis matanya.


Tolong jika berjalan, jangan melamun, dan perhatikan sekitar untuk keselamatan anda, Tuan. Aku pergi dulu dan sampai jumpa.


Mahendra membaca isi di dalam secarik kertas itu dan dia langsung menoleh kembali ke arah di mana wanita itu berlari tadi.


Dia kembali melirik ke arah kertas, saat kedua mataya tidak lagi menemukan sosok wanita itu. Mahendra membalik kertas dan laki-laki itu menemukan sebuah tulisan lagi.


Selamat liburan, Tuan pecandu lamunan😀


Tanpa sadar, Mahendra tersenyum dan laki-laki itu menggelengkan kepala sembari melipat kertas untuk dia simpan ke saku celana jeansnya.


"Aneh," gumam Mahendra dengan masih mengeluarkan kekehan saat dia mengingat tulisan terakhir yang mengatakan kalau dia pecandu lamunan.


...***...


...Semoga suka yah guys...


...**Mungkin cerita tentang all about mika ini tidak akan sedetail mungkin, karena jika ditulis sangat detail, bisa jad satu novel. ...


...jujur kisah all about mika ini juga pilu loh. antara Mahendra— Papa kandung Mika dan .... (wanita misterius itu**)...