Revenge for My Wife (Kavin & Mika)

Revenge for My Wife (Kavin & Mika)
DENDAM 13: Membunuh Anak Demi Menyelamatkan Anak Lainnya



Si tawanan wanita yang tiba-tiba dipanggil dengan nama Mika, langsung menatap Kavin dengan penuh tanda tanya.


Berbeda dengan si tawan laki-laki, tiba-tiba saja keringat dingin langsung memenuhi sekujur wajahnya. Akhirnya pertanyaan yang sedari tiga hari lalu bersarang di otaknya tentang alasan kenapa dia disekap seperti ini, karena Mika.


Sementara untuk Kavin sendiri, laki-laki itu masih menatap wanita yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang istrinya. Lihat saja tatapan matanya yang tiba-tiba berubah menjadi lembut dan penuh rindu kepada tawan wanita itu.


Sedangkan untuk teman Kavin, laki-laki muda berjaket itu sudah tahu kalau ini akan terjadi. Maka dari itu dia mulai berjalan ke belakang Kavin dan langsung mengunci pergerakan pria duda itu dengan menyelipkan kedua tangannya di ketiak, Kavin.


"Tenangkan dirimu!" perintah laki-laki muda itu yang mulai merasakan kalau Kavin hilang kendali.


"Mika, dia ada di sini. Istriku ada di sini." Layaknya orang gila Kavin mulai meronta dan tersenyum ke arah tawanan wanita yang keliatan semakin bingung.


Kavin mulai mencoba melangkahkan kakinya, agar dia bisa sampai ke tempat si tawanan wanita itu diikat.


Sementara laki-laki muda yang tengah mengunci pergerakan Kavin saat ini, tengah mati-matian untuk tidak membiarkan pria itu lepas dari kekangannya.


"Dia bukan Mika, Kavin!" Laki-laki itu mulai membentak, tapi Kavin yang sekarang dalam keadaan hilang kendali tidak terlalu mendengarkan itu.


Entah kenapa hatinya yang dua tahun terakhir ini sudah membeku, mulai mencair karena melihat sosok wajah Mika di tawanan wanita itu.


"Kau tidak tahu. Lihat wajahnya! Dia seperti Mika. Kau lihat wajah, mata, hidung, rambut, dan bibirnya. Aku masih mengingat jelas istriku sendiri, Agam." Kavin masih kekeh dan dia terus berontak, membuat penutup jaket laki-laki itu terbuka dan sosok Agam yang berdiri di belakang Kavin terlihat sangat jelas.


Iya, laki-laki yang membantu Kavin untuk mencari semua informasi itu adalah Agam— adik tirinya sendiri.


Sebenarnya Kavin tidak ingin dibantu oleh siapapun, tapi karena Agam memaksa. Dia menerimanya.


Kakak ipar sudah mati dan laki-laki itu yang membunuhnya! Suara bentakan yang Agam keluarkan berdengung di telinga Kavin dan terulang di otak laki-laki itu layaknya sebuah lagu yang diputar terus menerus.


Agam mulai melepas kungkungannya. Laki-laki itu berjalan mendekati laki-laki paruh baya yang semakin mengeluarkan mimik wajah ketakutan. Berbeda dengan tawanan wanita itu. Dia terlihat seperti orang yang kebingungan.


"Lihat laki-laki ini, Bang!" perintah Agam sembari menjambak rambut tawanan pria paruh baya itu hingga kepalanya sedikit mendongak.


Kavin hanya terdiam, mulutnya sedari tadi mengulangi kata-kata Agam dengan sangat pelan.


"Iya, kau membunuh istriku! Kau orang yang telah membunuh istriku, kau membunuh istriku!" Kavin berbicara layaknya orang gila.


Dia mulai berjalan dengan mata memerah dan tangan terkepal, "Kau pembunuh istriku, kau membunuh anakmu sendiri demi menyelamatkan anakmu yang ini! Iya kan? Iya kan brengsek!"


"Papa!" teriak Liora saat mendapati laki-laki yang dia duga gila itu memukul rahang ayahnya.


...T.B.C...


...Besok kita akan masuk ke bagaimana Mika bisa lahir ke dunia ini yah...


...stay tune...


...Ternyata enggak bisa update tiga bab untuk hari ini, karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan. ...


...Jadi, ini dulu aja yah. semoga suka, dan love you...