
2 hari kemudian
Keadaan penduduk desa sudah membaik, dan kini Nara tengah bermain tidak bukan bermain lebih tepatnya melihat Naruto yang tengah tertidur
"aku senang disini aku memiliki keluarga lengkap" batin Nara
(maksud dari keluarga lengkap adalah memiliki ayah dan ibu. Tapi mengapa ia berkata seperti itu? itu karena ia tak memiliki ibu di kehidupan sebelumnya)
"apa kah kakak dan Daddy disana baik baik saja ya" batin Nara, untuk pertama kalinya pandangan matanya terlihat kosong yang biasanya pandangan dingin atau datar
"aku rindu kakak yang sering jahil kepada ku dan aku rindu dia ketika menolak untuk mencari istri haha..." tawa Nara tapi itu bukan tawa kebahagiaan tapi itu tawa kesedihan
"oh Nara ada di sini ya" ucap Kushina yang membuat Nara kaget dan segera menghapus air matanya
"Nara kenapa? ko nangis?" Khawatir Kushina yang melihat Nara menghapus air matanya
"Nara tak apa, hanya senang melihat Naruto" bohong Nara tapi tak sepenuhnya bohong, karena ia memang senang melihat Naruto yang membuatnya damai
"wah benarkah? Nara pasti tak sabar menunggu Naruto tumbuh besar" ucap Kushina
"hm" deheman Nara
Tok... Tok... suara ketukan pintu
"sepertinya ada yang datang, ibu keluar dulu ya" ucap Kushina dan diangguki oleh Nara. kemudian Kushina pergi membuka pintu
"oh Mikoto, ayo masuk dulu" ucap Kushina yang sudah membuka pintu
"iya" kemudian Mikoto
"silahkan duduk dulu" ucap Kushina dan diangguki oleh Mikoto
"biar ku buat kan minuman dulu" ucap Kushina kemudian pergi membuat kan minuman. Tak lama kemudian Kushina datang dengan membawa nampan berisi minuman
"oh iya siapa nama anak mu itu?" tanya Kushina
"oh Namanya Itachi uchiha" jawab Mikoto memperkenalkan Itachi
"ku dengar kau habis memiliki bayi juga" ucap Kushina
"iya"
"lalu dimana dia?" tanya Kushina
"dia di rumah bersama ayahnya, kebetulan ayahnya sedang tak sibuk" jawab Mikoto dan diangguki oleh Kushina. Tak lama kemudian Nara keluar dari kamar Naruto dan pergi menemui ibunya
"Bu sedang apa?" tanya Nara
"oh ini ada teman ibu" ucap Kushina dan diangguki oleh Nara
"dia putri mu?" ucap Mikoto
"uhh imut nya, berapa umurnya" ucap Mikoto yang gemes melihat Nara
"2 tahun" ucap Kushina
"oh beda setahun ya dengan Itachi" ucap Mikoto
"oh ya Nara kenalkan ini putra bibi Namanya Itachi" lanjut Mikoto dan diangguki oleh Nara
"aku sudah tahu" batin Nara
"Nara bermainlah bersama Itachi" ucap Kushina
"iya bermainlah kalian berdua, tapi ingat jaga Nara ya" sahut Mikoto berkata kepada Itachi dan diangguki oleh keduanya. Kemudian Nara dan Itachi pergi keluar
Disisi lain
Disebuah ruangan terdapat seorang lelaki paruh baya dan pemuda, mereka tengah berbincang dengan serius mereka adalah Hiruzen dam Minato
"sepertinya kita harus berbicara kepada para Shinobi yang melihat Nara waktu itu" ucap Hiruzen
"ya, aku juga berfikir begitu. aku takut jika sampai ada musuh yang tahu jika Nara bisa medis diwaktu belia ini bisa berbahaya" ucap Minato
"ya, lebih baik kita suruh mereka tutup mulut" lanjut Hiruzen
Ya, mereka tengah berdiskusi tentang masalah Nara
~
~
Kini Nara tengah duduk bersandar dibawah pohon dekat rumahnya bersama Itachi
"Nara, kau tak ingin bermain sesuatu?" tanya Itachi
"tak ada" ucap Nara dengan memejamkan matanya
"jangan mengganggu" lanjut Nara, kemudian Itachi diam dan ikut bersandar dan menutup matanya, merasakan angin sepoy sepoy yang menyejukkan
*
*
*
*
*