
Didalam bawah sadar, Nara berada di tempat yang gelap tetapi tidak membuat Nara takut akan kegelapan. Seseorang menghampirinya
"hai Nara"
"hm! siapa kau?"
"aku adalah dewa pelindung, aku datang kesini mewakili teman ku yang tak sengaja menahan kekuatan mu ketika kau mengalami kecelakaan dan saat itu aku tak bisa melindungi mu juga" jelas Dewa pelindung
"lalu?"
"aku ingin minta maaf dan sebagai gantinya aku akan mengabulkan apa saja permintaanmu" ucap Dewa pelindung
"aku tak butuh apa pun" ucap Nara membuat Dewa pelindung terkejut karena penawaran yang begitu memuaskan tak berlaku bagi Nara
"tapi itu apa saja kekuatan, harta, alam pun jika kau mau" ucap Dewa pelindung
"aku tak butuh itu semua" ucap Nara
"tapi ada satu" lanjut Nara
"apa itu?"
"bisa kau bantu ibu dan ayah ku ketika menghadapi kyuubi diwaktu mendatang, jika urusan Obito biar aku saja yang urus"
"tentu, tapi apakah tidak ada yang lain lagi? kau bisa meminta apa pun itu" ucap Dewa pelindung
"aku tak butuh, yg kubutuhkan bantuan dan perlindungan mu diwaktu Naruto lahir. dan aku harap kau tak terlambat datang ketika itu terjadi" ucap Nara
"pilihannya memang tepat" batin dewa
(apa yang dimaksud dewa dgn berkata 'pilihannya memang tepat'?❎)
"baiklah, aku akan kembali" ucap Dewa pelindung dan diangguki oleh Nara kemudian Nara kembali ke kesadarannya.
1 thn kemudian
Nara tumbuh menjadi anak yang cantik dan imut, tetapi itu semua tak membuat Nara berubah dari sikapnya yang acuh tak acuh, dingin dan datar. Tapi jika kita telusuri lebih dalam Nara adalah seorang yang perhatian
Nara juga sudah berjalan ketika ia berumur 9 bulan dan berbicara ketika 11 bulan walau tak terlalu lancar
"selamat ulang tahun Nara" ucap Minato dan Kushina
"hm, telimakacih" ucap Nara dengan nada datarnya dan tak terlalu jelas.
melihat sifat datar Nara mereka maklumi sifat itu oleh Minato dan Kushina karena mereka tahu dibalik sikap Nara yang acuh tak acuh memiliki sifat yang perhatian
"tak terasa Nara sudah tumbuh besar" ucap Kushina
"iya, Nara ingin hadia apa?" tanya Minato
"tak ada, Nala hanya ingin lihat ayah ketika sedang latihan" ucap Nara yang memiliki maksud tersembunyi
(hayoo apa hayoo? ❎)
"ga bisa sayang nanti Nara terluka bagaimana?" ucap Kushina
"kan Nala liat doang dan lagi Nala liat Dali jauh" ucap Nara sedikit tidak jelas
"hm benar juga sih, sudah lah tak apa" ucap Minato dan diangguki oleh Kushina
3 bulan berlalu
Nara selalu ikut jika ayahnya berlatih dan Nara juga berlatih diam diam didalam ruang waktu miliknya dan ia juga melatih fisiknya agar tak mudah lelah
Kini Nara tengah berada di ruang tamu sedang membaca dokumen ayahnya yang tertinggal dimeja ruang tamu
"Nara sedang apa?" tanya Minato
"oh dokumen ayah untung ga ilang" ucap Minato
"ayah si ceroboh" ucap Nara
"eh tapi Nara bisa baca nya?" tanya Minato
"bisa"
"benarkah, coba katakan apa yang disebutkan didalam dokumen ini" tanya Minato
"disitu tertulis klo permasalahannya ada di bumbu bumbu dapur yang harganya menjolak tinggi" ucap Nara dengan polosnya membuat Minato terkejut kerena Nara bisa membaca dan mengambil poin penting dari permasalahan yang ada di dokumen padahan belum ada yang mengajarinya
"wah putri ayah pintar sekali" ucap Minato
"hayo sedang membahas apa" sahut Kushina yang datang dengan wajah senang
"ini Nara sudah pintar membaca dan mengambil poin penting dari permasalahan yang berada di dalam dokumen" ucap Minato
"wah putri ibu pintar ya" ucap Kushina
"tapi ayah, disitu kulihat ayah belum mengisi jawaban atas permasalahan itu. memang ayah belum mendapatkan jawabannya?" tanya Nara dengan nada datarnya. sepertinya Nara selalu menggunakan Nada datar
"iya, ayah belum menemukan solusinya" jawab Minato
"emm... bagai mana jika setiap rumah memiliki sebuah pot berisi tanaman bumbu" usul Nara (ingat Nara selalu berkata dengan nada datar)
"eh.. maksudnya?" tanya Minato
"begini jika kita menanam sendiri bumbu bumbu dapur maka itu akan mempermudah kebutuhan bumbu dapur bukan? kita tanam saja di pot kemudian dirawat" jelas Nara
"eh iya juga, wah terimakasih putri ayah yang pintar" ucap Minato
"hm, tapi sepertinya ibu tengah bahagia" ucap Nara yang selalu memperhatikan Kushina
"ibu bahagia karena kamu pintar dan sebentar lagi kamu memiliki adik" ucap Kushina membuat Minato terkejut mendengar kata 'adik' tapi tidak untuk Nara karena ia sudah tahu itu
"benarkah" ucap Minato dan dibalas anggukan kepala oleh Kushina
"ku harap itu laki laki agar keluarga kita lengkap" ucap Minato
*
*
*
*
*
Hi 👋
Gimana bagus ga ceritanya?
Semoga pada suka ya
Author minta maaf jika ada kesamaan alur, tokoh dll karena ini hasil pemikiran author sendiri
dan maaf klo ada typo hehe
Jaga kesehatan, rajin cuci tangan, hindari kerumunan dan ingat apa yang dikatakan oleh orang tua
sekian dari Author
PAPPAY 👋