
Sehari telah berlalu, mereka sampai di desa A, desa yang akan mereka bantu dari pemberontak
"kalian ninja dari konoha?" tanya penjaga gerbang
"ya" jawab Nara dengan malas, karena ia yang jadi ketua maka ia yang akan mengurus nya
"tak lihat apa jika ada lambang Konoha di leherku?" batin Nara, Yap lambang Konoha miliknya ia buat menjadi kalung
"baiklah biar ku tunjukan jalannya, ketua sudah menunggu di kantor" ucap sang penjaga dan diangguki oleh Nara
Mereka pergi menuju kantor yang disebut
~
~
Tok...Tok... suara pintu di ketuk
"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan
Krek... suara pintu di buka
"Tapi itu batu yang berharga yah, itu batu pemberian ibu" ucap seorang pemuda yang berdebat dengan seorang paruh baya yang duduk di kursi kebesarannya, seorang paruh baya yang dipanggil ayah olehnya
Nara menatap mereka dengan diam, begitu pun timnya
Sang paruh baya menatap kearah belakang anaknya
"Eh.. kalian sudah sampai" ucap sang paruh baya yang ternyata pemimpin desa tersebut (ketua)
"hg, salam" ucap Nara dengan tegas, ia melirik sekilas pemuda yang berdebat dengan ketua
"aku pergi" ucap sang pemuda kemudian berlalu pergi
"apa yang terjadi?" tanya Nara setelah pemuda tersebut tidak ada
"Terjadi pemberontakan, kemudian ada yang mengambil batu berharga milik putraku" ucap sang ketua
"bukankah bisa membeli batu nya lagi?" tanya Naruto
"tidak bisa" ucap sang ketua
"mengapa?" tanya Itachi
"itu batu peninggalan ibunya, itu batu yang sangat berharga baginya" ucap ketua dengan sedih
"begitu" batin Nara
"baiklah, aku akan mengambil batu itu" ucap Nara membuat sang ketua senang
"benarkah?"
"ya, aku yakin. itu sangat penting baginya bukan? maka aku berjanji akan membantunya" ucap Nara dengan yakin
"dia sama sepertiku dulu, tapi kini aku memiliki ibu di samping ku yang menyayangiku. Namun dia tidak" Batin Nara yang mengingat kehidupannya
"terimakasih, terimakasih banyak" ucap ketua dengan senang dan diangguki oleh Nara
"baiklah, kalian istirahat lah dulu" ucap sang ketua
"penjaga, antar kan mereka ke ruangan mereka" lanjut ketua
~
ia menatap bulan yang terang ditaburi bintang bintang bertebaran, menambahkan keindahan di langit malam
Seseorang mendekat kearahnya
"ada apa?" tanya Nara yang masih menatap bulan yang indah
Sang pemuda terkejut, namun ia diam. ia memilih duduk dihadapan Nara
"aku ingin berterimakasih" ucap sang pemuda
"untuk?"
"untuk kau yang mau membantuku mengambil batu itu kembali" ucap sang pemuda yang ternyata pemuda yang berada di kantor tadi, anak dari ketua desa A
"itu memang tugas ku" ucap Nara yang kini menatap pemuda tersebut
"Tidak, kata ayah kau bahkan berjanji karena mau membantuku" elak sang pemuda
"aku hanya ingin kau bahagia" ucap Nara
"ternyata ayah benar, jika kamu wanita yang baik" ucap sang pemuda dengan senyum menawan miliknya, namun Nara hanya menatap nya saja
"namun apakah kau yakin bisa mengambilnya?" tanya sang pemuda
"aku sudah berjanji, maka aku akan mengambilnya" ucap Nara dengan menepuk pundak pemuda dihadapannya
"baiklah, ku pegang janji mu. kau tak akan mengingkarinya bukan" ucap sang pemuda dan dibalas anggukan oleh Nara
"oh iya, siapa nama mu?" tanya sang pemuda
"aku Zhezy" lanjut sang pemuda yang bernama Zhezy
"aku Nara" ucap Nara dengan Datar
*
*
*
*
*
Hi reders 👋
Apa kabar?
Author minta maaf karena jarang up
Dan Author minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Sekian dari Author
PAPPAY 👋