
Semua orang panik, berusaha menutup gerbang secepatnya. Namun ketika gerbang akan di tutup, seorang gadis datang dengan beberapa orang dan membuka gerbang itu kembali. membuat yang lain makin panik
"hei! apa yang kau lakukan?!" teriak para warga, namun gadis itu tak menggubrisnya. Ia terus memutar kunci pembuka pintu
"Ren! apa yang kau lakukan" teriak seorang pemuda yang memanggil gadis tersebut Ren
"kau harus menikah dengan ku Zhuzy!" teriak gadis yang di panggil Ren oleh Zhuzy
"apa maksudmu? jangan (maen maen๐โ) main main cepat tutup gerbangnya"
"aku tak akan menutupnya jika kau tak berjanji akan menikah hari ini dengan ku!" pekik Ren dengan tak tahu diri
"apa yang kau katakan!"
"aku yang merencanakan ini semua, aku mengambil batu mu agar para pemberontak itu dapat menangkap mu dan menjadikan diri mu satu satunya milik ku, dan sekarang kau harus berjanji untuk menikah dengan ku" ucap Ren (beginilah jadinya jika buta karena cintaโ)
Nara datang, menatap mereka dengan datar. Membuat Zhuzy menatap padanya meminta bantuan
Nara tersenyum, ia mengangguk
"Lakukan apa yang ia katakan" ucap Nara, membuat Zhuzy melotot kaget
"apa maksud mu!" pekiknya
"percaya padaku, katakan kau mau berjanji akan menikah hari ini" ucap Nara
"itu tidak mungkin!" elak ketua
"yakinlah padaku" ucap Nara dengan tersenyum yang jarang ia perlihatkan, bahkan Itachi tak mengalihkan pandangannya dari Nara
"baiklah.." Pasrah Zhuzy
"Ren.. Hentikan, aku berjanji akan menikah hari ini" ucap Zhuzy membuat Ren berhenti memutar kunci gerbang
"benarkah?" tanya Ren memastikan
"Beri senyuman agar ia percaya" bisik Nara pada Zhuzy
"iya, aku berjanji akan menikah hari ini jika tidak aku akan menjadi abu. Tapi kau tutup dulu gerbangnya, tidak mungkin bukan jika aku menikah dalam keadaan sekitar yang berantakan" ucap Zhuzy dengan senyum menawan milik nya
"baiklah" ucap Ren dengan senag kemudian menutup kembali gerbangnya
"Hei! Ren apa yang kau lakukan! buka gerbang nya" pekik seseorang dari balik gerbang
"tidak akan, aku sudah mendapatkan Zhuzy ku" ucap Ren dengan tersenyum, ia berjalan kearah Zhuzy. Karena gerbang telah ditutup ia pergi kearah Zhuzy, Namun ketika beberapa langkah ia di tangkap
"apa yang kalian lakukan? Zhuzy bantu aku" ucap nya dengan memelas di hadapan Zhuzy Namun Zhuzy hanya memandang nya saja
"hei! kau sudah berjanji" pekik Zhuzy yang diseret oleh penjaga
"ini" ucap Nara memberikan batu yang terlihat sangat cantik kepada Zhuzy
"ini..ini.."
"ya, aku mengambilnya dari mereka untuk mu" ucap Nara membuat Zhuzy menatapnya haru
"maafkan kesalahan ku yang tadi" ucap Zhuzy dan diangguki oleh Nara
"Nara... " panggil Pemimpin desa
"hm.."
"Terimakasih sudah membantu" ucap ketua dan diangguki oleh Nara
"Tapi.. Putraku sudah berjanji akan menikah hari ini jika tidak dia akan menjadi abu" lanjut ketua
"lalu? dia tak berjanji akan menikah dengan gadis itu, tapi dia berjanji akan menikah hari ini" ucap Nara membuat yang lain tersenyum dengan pikirannya, namun memang benar bukan
"putraku akan menikah dengan siapa? dia tak memiliki pasangan, bantu aku. Aku tak ingin dia menjadi abu, dia satu satunya keluarga ku" ucap Ketua dengan sedih
"seseorang yang menurut kalian baik"
"Tapi.. Menurut ku, kau orang yang terbaik.. aku minta tolong menikahlah dengan putraku" ucap ketua dan diangguki oleh Zhuzy, sedangkan Nara hanya tersenyum
Namun Itachi, ia terdiam bagai di sambar petir di siang bolong mendengar jawaban ketua desa A tersebut. Terlebih melihat Nara yang tersenyum membuat pikirannya berkecamuk
*
*
*
*
*
Hi reders ๐
Apa kabar?
Author minta maaf klo jrg up, dan makasih untuk dukungannya
Author minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Sekian dari Author
PAPPAY ๐