Rebirth To The Cupu Girl's Body

Rebirth To The Cupu Girl's Body
Chapter 32.



Keesokan harinya di Perusahaan Gerlad Company, Negara Quadro


Dilantai tertinggi gedung perusahaan yang sangat terkenal di Negara Quadro, seorang Lelaki tampan berwajah datar menatap kerumunan yang berlalu-lalang di jalanan ibukota, matanya menyipit kala melihat seorang Gadis Remaja yang sangat mirip dengan ‘Dia’ sedang berjalan ke arah gedung perusahaannya, seketika Lelaki tersebut tersenyum tipis sambil menatap sosok Gadis cantik yang perlahan menghilang dari pandangannya dan mulai memasuki lobby perusahaannya, hingga sebuah telepon yang berada di atas meja kerjanya berbunyi, membuat keyakinannya tentang sosok Gadis tersebut semakin pasti.


“Halo Presdir, Gadis tersebut sudah datang dan sekarang berada di lobby” suara di sebrang sana memberi tahu kedatangan Gadis yang sendari tadi ditunggu oleh CEO-nya.


“Suruh dia naik keruang saya” perintah Lelaki tampan yang ternyata Presiden Direktur atau CEO Perusahaan Gerlad yang sangat terkenal di Negara Quadro, Selesai memutuskan sambungannya Lelaki tersebut langsung menghubungi sekertarisnya, “Suruh Gadis Remaja tersebut masuk keruang saya” perintah Lelaki tampan sebelum menutup teleponnya dan berjalan ke arah kursi kebesarannya.


“Akhirnya Abang bisa bertemu denganmu princess, walaupun Abang harus menerima karma dari Tuhan...karena tidak segera mencari mu dan malah membiarkanmu tinggal sama mereka” Lirihnya sambil menatap bingkai foto seorang Gadis kecil yang sedang tertawa bebas sambil menggendong kucing.


...~×××~...


Lobby Perusahaan Gerlad Company.


Risa menginjak kakinya di Lobby salah satu Perusahaan yang berkerjasama oleh perusahaannya, Mommy-nya bilang ia punya kembaran bermarga Gerlad, dan kebetulan di Negara Paolo ada Perusahaan bermarga Gerlad, Fillingnya mengatakan ia akan bertemu kembarannya jika pergi ke Perusahaan Gerlad.


Dengan antusiasnya yang tinggi, kaki pendek Risa akhirnya sampai di meja resepsionis yang berada di tengah lobby perusahaan, bisa ia lihat seorang perempuan cantik tersenyum ke arahnya membuat Risa binggung.


“Nona Risa, Presdir telah menunggu Anda, mari ikutin saya, Nona.” perkataan resepsionis membuat Risa semakin binggung bukan main.


Presdir menunggu Gue?


Apa mungkin dia telah mengetahui bahwa gue adiknya?


Berbagai pertanyaan mulai memenuhi pemikirannya sebelum kaki pendeknya tanpa sadar mengikuti perempuan cantik sampai di depan pintu bertuliskan “Presiden Direktur”.


“Silahkan Nona masuk, Presdir menunggu Anda di dalam” perkataan perempuan tersebut menyadarkan Risa dari lamunannya yang memikirkan tentang Presdir Gerlad Company.


“Ah...baik terimakasih” ucap Risa sebelum masuki ruangan tersebut, bisa Risa lihat seorang Lelaki yang sedang menghadap jendela besar memunggungi Risa, “Presdir Gerlad kena----” perkataan Risa terpotong kala kursi yang di duduki Lelaki tersebut berputar arah menghadap dirinya.


Deg...Deg...Deg...


Jantung Risa berdetak dengan cepat, tubuhnya mematung seketika, matanya mulai berkaca-kaca kala menatap wajah yang sangat mirip dengan dirinya saat ia hidup menjadi Bella, hanya saja ini versi Lelaki. Sangat-sangat mirip, tangan kecilnya yang bergetar hebat mulai terangkat keatas ingin rasanya tangan tersebut menggenggam wajah yang begitu mirip dengan dirinya saat menjadi Bella, Air matanya mulai tidak bisa terbendung lagi mengalir tanpa sadar.


“B..Bang Vino” Lirih Risa yang masih didengarnya oleh Lelaki yang paras tampan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keyvino Part


Menunggu dengan sabar sambil melihat keluar jendela belas, Lelaki yang memiliki paras sangat mirip dengan Bella tersenyum tipis menatap awan dibalik kaca perusahaannya.


“Seandainya yang sakit kamu princess, dan kamu yang dikirim ke keluarga Gerlad, semua ini engga bakal terjadi princess. Seharusnya kamu yang bahagia bukan Abang, seharusnya yang menderita Abang bukan kamu, maaf..maafkan Abang, Abang mengganggap kamu hidup bahagia dengan Mommy dan Daddy, ternyata tidak. Abang bodoh baru mengetahui kenyataannya sekarang, Abang sangat bodoh princess karena merasa terlalu iri denganmu yang mengira kamu hidup bahagia dengan keluarga Bagaskara, berbeda dengan Abang yang sakit-sakitan harus hidup dengan keluarga Gerlad dan berjuang sendiri, Abang merasa bersalah denganmu, Abang sangat benci dengan kenyataan yang baru Abang ketahui ini, kenyataan bahwa Keluarga kita telah musnah 20 Tahun lalu, dan yang membuat Abang menyesal tidak mencari kamu setelah mengetahui kebenaran yang ada, membiarkanmu hidup dengan penuh siksaan di keluarga yang telah memusnahkan keluarga kita princess, Abang gagal menjagamu, Abang gagal princess, maaf... maafkan Abang hiks maafkan abang--” ucapannya terpotong kala mendengar pintu terbuka sebelum sebuah suara membuatnya menghapus air mata dengan kasar dan membalikan kursinya menghadap Gadis terlihat sangat menggemaskan dan cantik.


Bisa Keyvino lihat mata Gadis tersebut berkaca-kaca dan tangannya terangkat bergetar hebat, air mata Gadis tersebut tumpah kala melihatnya, hingga perkataan Lirih Gadis cantik yang sudah berlinang air mata membuat tubuhnya menegang.


PART ENDS


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“B..Bang Vino”


Tubuh Risa yang masih belum pulih mulai kehilangan keseimbangan dan akan segera terjatuh, tapi sebelum hal tersebut terjadi tubuhnya segera di tangkap oleh sepasang tangan kekar yang menopang tubuhnya.


“Princess kamu tidak apa-apa!?” Lelaki tampan tersebut berucap dengan nada khawatir kala melihat adiknya yang akan ambruk, tangan kanannya tidak sengaja memegang bekas luka yang ternyata kembali terbuka, darah mulai merembes dari balik baju yang dikenakan Risa hingga mengenai tangan Lelaki tampan yang menopang tubuh Risa.


“Risa tidak apa-apa bang” Lirih Risa dengan tersenyum tipis, air matanya menetes kembali kala melihat abangnya khawatir, bisa ia rasakan lukanya kembali terbuka karena melihat darah yang berada di tangan abangnya.


“Apanya tidak apa-apa” Lelaki tampan tersebut kembali berucap kala melihat darah yang semakin banyak, diri segera menggendong tubuh Risa yang telah lemas dan berjalan ke luar ruangan.


“CEPAT SIAPKAN MOBIL, KITA KERUMAH SAKIT SEGERA” teriak Lelaki tampan yang bernama Keyvino Arano Gerlad, Abang alias kembarannya Bella, sekertaris Keyvino yang melihat CEO-nya begitu panik berlari keluar ruangan dengan memberi perintah dan berjalan cepat ke lift dengan seorang Gadis cantik di gendongannya membuat dirinya ikut khawatir, sebelum akhirnya mulai menyiapkan mobil.


Sedangkan Keyvino yang telah berada di lift khusus CEO menatap khawatir Gadis cantik yang berada di gendongannya, air mata Keyvino kembali menetes melihat kondisi adiknya yang semakin melemah, mata Risa yang redup menatap abangnya dengan penuh kasih sayang sebelum tangannya yang lemah meraih wajah tampan abangnya yang terlihat khawatir dan mengusapnya dengan lembut, “Risa gpp ko bang, Abang gausah khawatir Risa kuat ko” Ujar Risa berusaha menenangkan abangnya.


“Risa senang bisa bertemu dengan Abang, Risa kangen banget sama Abang, Abang jangan ninggalin Risa lagi ya dan Jangan pergi tetap disisi Risa, Risa engga mau kehilangan lagi, Risa sayang Abang”


Perkataan Risa sebelum kehilangan kesadaran, Keyvino yang mendengar perkataan Risa membuatnya air matanya turun dengan deras, hatinya terasa dihantam oleh batu besar, nafasnya mulai tercekat kala melihat adiknya kehilangan kesadaran.


“Abang mohon hiks bertahan princess, Abang janji tidak akan meninggalkan princess lagi, jadi princess engga boleh tinggalkan Abang juga, bertahanlah sebentar lagi hiks...hiks” Keyvino berucap dengan berlinang air mata, tangannya memeluk adiknya dengan sangat erat.


Pintu lift kebuka menampilkan lobby yang sedang ramai akan aktivitas kantornya, para karyawan dan pegawai yang berkerja di perusahaan tersebut seketika melirik melihat CEO-nya yang berlari keluar dari lift dengan menggendong perempuan yang berlumuran darah menuju pintu lobby, wajah yang tampan menampakkan ekspresi khawatir dan cemas membuat para karyawan bertanya-tanya serta binggung, terkejut? tentunya baru kali ini mereka melihat CEO-nya yang terkenal dingin bersikap dan berekspresi seperti itu.


Sedangkan Keyvino tidak memperdulikan tatapan para karyawannya, ia segera berlari ke arah mobil depan lobby dan segera memasuki adiknya ke dalam mobil disusul dengan dirinya.


“Kerumah sakit terdekat, jalankan cepat mobilnya” perintah Keyvino kepada sopirnya, lalu menopang kepala adiknya dan diletakkan di pahanya, Keyvino yang merasa mobilnya belum berjalan melirik ke arah sopirnya yang diam mematung.


“CEPAT JALANKAN MOBILNYA, JIKA SESUATU TERJADI PADANYA KAU AKAN MENERIMA AKIBATNYA” teriak Keyvino dengan emosi yang mulai tersulut, sopir yang tersadar dari terkejutnya segera mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit terdekat.


Hay semuanya, maaf ya upnya lama🥺👉🏻👈🏻, ini aku usahakan up buat kalian, aku engga minta banyak ko dari kalian semua, cukup dukungan kalian dengan cara Like dan komen saja terimakasih 😘