
Happy reading.
Diruang yang serba berwarna putih dengan bau obat yang tercium jelas, ruangan yang berukuran lumayan besar dengan fasilitas VVIP. Terdapat 3 orang dewasa yang menatap satu orang Gadis cantik yang sedang menundukkan kepalanya diatas brangkar.
“Maaf” Lirih Gadis cantik tanpa berani menatap ke 3 orang dewasa di depannya, jarinya gemetar ketakutan. Baru kali ini dia merasakan setakut ini untuk berkata jujur kepada orang.
Mereka bertiga heran dengan sikap Gadis cantik didepannya ini, kenapa Gadis tersebut meminta maaf kepada mereka, itulah yang ada dipikiran mereka sekarang. Mereka senang mengetahui bahwa Gadis cantik dihadapannya telah sadarkan diri dari koma yang menurut mereka lama, tapi kesenangan tersebut tidak bertahan lama karena Gadis didepannya ini ingin membicarakan hal serius.
“Maaf telah membohongi kalian, bukan maksudku ingin membohongi kalian” Ujar Gadis tersebut semakin menundukkan kepala, sedangkan ketiga orang didepannya semakin binggung akan perkataan Gadis didepannya ini.
“Membohongi? membohongi kami apa Risa? apa maksudnya?” Tanya Lelaki tampan yang memiliki penampilan Badboy, jujur Lelaki tersebut binggung dengan ucapan adiknya ini. Apa maksudnya membohongi? memang Risa membohongi mereka apa? itulah yang ada dibenak Lelaki tersebut.
“Aku telah membohongi mamih, Abang Riko dan Abang Arion. Aku telah membohongi kalian sebenarnya Aku....” Lidah Gadis tersebut terasa keluh untuk sekedar berkata jujur kepada ketiga orang didepannya, Gadis tersebut adalah Risa. Ia mendongakan kepalanya menatap mereka bertiga yang memasang ekspresi binggung dan penuh tanda tanya. “Sebenarnya aku bukan....Risa” sambung Risa dengan nada Lirih diakhir kalimat, tapi mereka masih bisa mendengarnya.
“Bukan Risa maksud kamu apa princess?” Tanya Lelaki tampan yang memakai kemeja putih sambil mengusap mukanya dengan gusar. “Jangan konyol princess, kamu itu Risa adik Abang Riko dan Arion. putri satu-satunya di keluar Raymond” Sambung Lelaki tersebut ialah Riko sambil menghelakan nafas panjang, pernyataan konyol macam apa yang dilontarkan adik kesayangannya itu, Riko tidak habis pikir apa otak adiknya bermasalah setelah koma.
“A...Aku ingin jujur ke kalian, tapi kuharap selama aku bercerita kalian tidak menjeda ataupun memotong. Setelah selesai seterah kalian mau marah ataupun benci kepadaku tidak apa-apa......aku memang patut dibenci oleh kalian” Bukan jawaban yang dilontarkan Risa, melainkan sebuah perkataan yang membuat mereka hanya mengangguk kepala pertanda mengerti. “Sebenarnya aku bukan Risa asli, aku adalah jiwa yang telah mati menepati tumbuh Risa.....” Jeda Risa sambil menarik nafas panjang, Risa berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh. Risa paling lemah jika sudah berurusan dengan hati dan orang yang sangat disayanginya.
Risa menatap mereka dan mulai menceritakan siapa dia, dari mana dia berasal, mengapa dia bisa berpindah jiwa, menceritakan tentang kejadian dia saat koma dan menyampaikan pesan yang papih dan Risa asli titipkan kepada dirinya.
Seiring Risa menceritakan semuanya air, matanya tidak lagi bisa di bendung. Ia menangis, marah, dan dendam akan perlakuan keluarga biadab yang tega menghancurkan keluarganya, membiarkan Risa tidak merasakan kasih sayang orang tua sejak kecil, membuat Risa harus berpisah dengan kakaknya yang mana Risa baru mengetahui keberadaan kakak kandungnya alias kembarannya, membuat Risa merasakan kekerasan dan penderitaan di umur yang masih muda, membuatnya kelaparan dan kedinginan di ruangan yang sangat gelap, dan membuat Risa harus menjadi seorang iblis yang tidak memiliki perasaan.
Tubuh Risa bergetar ketakutan, kilasan balik tentang kejadian ketika ia di siksa kembali berputar di otaknya, rasanya sangat menyakitkan tapi Risa tidak pernah menangis ia menahan itu semua, makanya Risa memiliki tubuh yang kuat dan tangguh. Sayangnya Risa harus meninggal karena tidak kuat menahan siksa tersebut, tubuhnya lemah akibat misi yang ia jalankan hampir merenggut nyawanya.
Ketiga orang yang mendengar kisah tragis dari jiwa yang menepati tubuh Gadis yang mereka sayangi ikut menangis, mereka seperti bisa merasakan betapa pedihnya siksaan yang harus diterima oleh jiwa tersebut, ketiga orang tersebut masih tidak percaya bahwa Gadis yang mereka sayangi telah tiada, dan tubuh di tempati oleh jiwa yang entah dari mana. Mereka bertiga hanya menangis mendengar cerita tersebut, hati mereka terasa seperti tertikam pisau sangat sakit mendengar penderitaan yang dialami jiwa tersebut.
“Apa maksudmu nak, kenapa putri ibu dan suami ibu tidak akan senang melihatnya” Tanya wanita paru baya, ia binggung dengan ucapan jiwa yang menepati tubuh putrinya. “Dan kalo boleh tau siapa namamu” sambung wanita paru baya yang tidak lain adalah Maminya Risa, Mami Fara Abriana Pratista. Mami Fara menanyakan namanya karena ia binggung harus memanggil jiwa tersebut, karena Mami Fara mulai menyayangi jiwa yang menepati tubuh putrinya.
Risa tersenyum lembut. “Karena saat saya koma, saya bertemu dengan Risa asli serta Papi Ardian, dan juga bertemu dengan keluarga kandung saya....”Jeda Risa (Bella) sambil tersenyum manis ketika pelukan Daddy dan Mommynya masih terasa hangat, pelukan tersebut seakan terasa nyata bagi (Bella). “Nama saya sebelumnya Arabella Asther Smith, tapi sekarang nama saya Arabella Fawnia Bagaskara” sambung Risa (Bella) dengan sorotan mata penuh kebencian yang mendalam.
“Tunggu, margamu bernama Bagaskara? seriusan?” Tanya Riko dengan ekspresi terkejut, ia ingat banget dengan marga ini, sedangkan Risa (Bella) mengangguk kepala. Riko benar-benar tidak menyangka. “Bukankah keluarga tersebut telah....” mulut Riko seakan berat untuk menjelaskannya.
Sedangkan Risa (Bella) paham akan maksud Rico.“Iya aku sebenarnya adalah putri satu-satunya keluarga Bagaskara, dan aku baru mengetahui hal tersebut hah......” Jeda Risa (Bella) sambil menghelakan nafas panjang dan berusaha mengontrol dirinya. “Keluargaku dimusnahkan oleh keluarga Smith, aku direbut paksa oleh keluarga Smith. Karena ayah dan ibu dari kepala keluarga Smith yang sekarang sangat menyayangiku” Jujur Risa (Bella) membuat Riko seakan tersambar petir.
“Ja....jadi kau anak dari bos ayah yang meninggal tanpa kejelasan itu?” Tanya Riko sambil berusaha menopang tubuhnya, jari telunjuk menunjuk Risa (Bella) seakan tidak percaya.
“Apa maksud anda dengan meninggal tanpa kejelasan?” bukannya menjawab Risa (Bella) malah balik bertanya, keluarganya tidak mengatakan hal ini. Mereka hanya bilang bahwa mereka telah di musnahkan oleh keluarga Smith.
Riko yang sudah mampu mengendalikan diri berjalan mendekat ke arah Risa (Bella) dan mulai bercerita, bahwa keluarga tersebut meninggal semua tanpa kejelasan. Bahkan mereka dikabarkan oleh pihak kepolisian bahwa Papi mereka mengalami kecelakaan saat akan mengantar kakek (Bella), Riko berkata papi mereka adalah orang kepercayaan kakek Tuan Besar Bagaskara, dan Riko juga menjelaskan sampai sekarang mereka tidak percaya bahwa Papinya kecelakaan. “Entah bagaimana kasus meninggalnya seluruh keluarga Bagaskara ditutup, ketika keluarga Smith mulai naik drastis keurutan orang terkaya ke 2 waktu itu.” perkataan Riko mampu membuat Risa (Bella) meradang, tangannya mengepal kuat.
“Ha..ha..ha..ha...” tiba-tiba Risa (Bella) tertawa membuat mereka binggung, sedangkan Risa menutupi satu matanya menggunakan telapak tangan sambil masih tertawa yang seakan mengisyaratkan kepedihan. “Papi Ardian meninggal bukan karena kecelakaan” Pernyataan Risa (Bella) mampu membuat ketiga orang tersebut membulatkan matanya dengan sempurna.
**MAAF SEMUANYA AUTHOR BARU UP, SETELAH LEBIH DARI 2 BULAN TIDAK UP. KARENA AUTHOR MEMILIKI KESIBUKAN DITAMBAH AUTHOR JUGA ADA KENDALA DALAM MELANJUTKAN CERITA INI, MOHON MAAFKAN AUTHOR YANG TIDAK MEMBERIKAN KEPASTIAN KEPADA KALI🤧🤧🤧🙏🏻🙏🏻.
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK READER SETIAKU🤧🤧♥️♥️, INSYALLAH AUTHOR MULAI SEPERTI DULU LAGI AKAN UP🤧🤧.
DAN LAGI SAMBIL MELANJUTKAN NOVEL AUTHOR JUGA AKAN SEKALIAN MEREVISI TULISAN YANG TYPO, SALAH ATAUPUN KEBALIK TERIMAKASIH SEMUANYA SALAM HANGAT DARI AUTHOR. JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN 🤗🤗♥️🤧**