
Hi para pembaca setiaku!👋🏻.
°
°
°
°
°
°
Setelah menerima paper bag dari anggota mafianya risaa berjalan menuju toilet, meninggal ryo dirooftop.
...
"pada liat risa kaga?" ucap axel kepada sahabatnya mereka semua sudah ada diparkiran jam bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu.
Mereka mencari risa tapi tidak ketemu bahkan dikelas hanya menemukan tasnya saja, jadi tino membawakannya sekalian.
"kaga gue udah nyari di kelas bareng tino cuman ada t--" ucap aksa terpotong oleh bunyi pesan masuk.
Tingg
Saat mengecek ternyata risa mengirimkan pesan agar aksa tolong mengambilkan tasnya dikelas nanti ia menyusul.
"risa nanti otw sini" ucap aksa menunjukan pesan dari risa.
"lo sejak kapan punya watchat risa aksa?" tanya kelvin.
"sej--- eh tunggu gue juga ga tau dah tiba-tiba tuh anak chat gue" ucap aksa terkejut karena risa tau watchatnya.
"yakin lo ga ngasih ke risa atau risa minta kali sama lo" tanya denish yang dianggukin daniyal
"yakin gila, ketemu risa aje baru pas kejadiaan semalem" ucap aksaa heboh.
"risa itu menyimpan banyak rahasia, tapi mulai sekarang kita temannya risa jadi kita harus bisa membantu risa sebisa mungkin dan mengetahui tentangnya juga" ucap tino sambil bersadar dimobil lamborgininya menatap langit yang redup.
"betul kata tino risa sudah menjadi bagian kita, kita harus menjaganya gue tau selama ini pasti berat untuknya yang selalu dibully, tapi gue juga bingung sama perubahan risa yang darinya gadis cupu menjadi gadis keren" ucap daniyal binggung.
"kita ga tau apa yang bikin risa berubah yang perlu kita tau adalah kita harus bisa melindungi risa." ucap axel.
Entah kenapa mereka semua mau bertemen dengan perempuan padahal mereka anti perempuan tapi menurut Mereka risa itu berbeda.
"maaf lama" ucap seorang gadis berjalan mendekat ke arah mereka ber-6.
Mereka semua langsung menatap gadis tersebut, mata gadis itu terlihat sembab dan suaranya sedikit serak.
"lo gppkan sa?" hanya tino cemas saat melihat mata sembab risa.
"gue gpp ko kelilipan aja" ucap risa tersenyum paksa, ingat jika jiwa ditubuh risa yaitu bella pintar sekali menyembunyikan perasaannya.
"kalo ada apa apa bilang sama kita, mulai sekarang lo adalah temen kita risa" ucap axel dianggukin lainnya.
"lo yakin mau berteman sama gue yang notebacknya cupu, dan orang miskin?" tanya risa kepada ke-enam pemuda tampan didepanya.
"mau lo cupu ke, mau lo miskin ke tetap aja kami ingin berteman dengan lo bener kaga?" ucap axel yakin
"betul perkataan axel kita berteman sama lo ga mandang fisik dan materi karena lo dah menolong kita, mulai sekarang kita teman" ucap aksa yakin juga dianggukin lainnya.
"nanti lo emang ga malu jalan sama gue dan bertemen sama gue?" tanya risa ingin menguji mereka ber-enam.
"ngapain harus malu, lo temen kita dan lo bagian dari kita seterah mereka yang mau mencibir seperti apa yang kita tau lo adalah temen kita saa" ucap axel tegas.
"betul sa apapun yang mereka omongin kita ga akan peduli dan tetap ada untuk lo sa" ucap aksa serius.
"mulai sekarang jangan merasa sendiri ada kita" ucap kelvin serius.
"apapun yang terjadi bilang sama kita, kita ga mau lo kenapa napa" ucap tino serius.
"sekarang lo Queen di kelompok kita, lo berarti bagi kita mulai sekarang" ucap danish serius.
"iya karena lo mengajarkan kita bahwa semua perempuan tidak sama, lo berbeda dari semua perempuan disekolah sa makanya kita mau berteman sama lo" ucap daniyal serius.
"baiklah kalian tidak usah seserius itu, yang serius aja sering disakitin" ucap risa becanda, sungguh hatinya menghangat saat temenan barunya ngomong seperti itu.
"ck ternyata lo bisa bercanda juga, itu mah axel yang sering disakitin" ucap aksa sambil tertawa terbahak-bahak diikuti lainnya sedangkan aksa cemberut.
Diantara mereka semua axellah yang paling kaku kalo pacaran jadinya pacarnya sering selingkuh.
"aww lepasin sa sakit" ucap axel kesal dan masih cemberut.
Melihat sifat axel yang perlahan berubah sejak kehadiran risa di geng mereka membuat kebahagian tersendiri bagi mereka.
"terimakasih udah mau berteman sama gue" ucap risa tulus sambil melepas cubitan dipipi axel.
"tentu, lo mau kemana abis ini?" tanya daniyal.
"gue mau jengukin mami gue yang dirawat" ucap risa sambil ikut bersender dimobil lamborgini.
"mami lo sakit?" tanya kelvin kaget.
"iya udah lama" ucap risa.
"kita ikut lo jengukin mami lo ya sa, sambil kenalan sama mami lo" ucap axel dianggukin yang lainnya.
"yudah tapi kita mampir dulu beli buah buahan untuk mami" ucap risa sambil mengetik sesuatu dihp.
"gue nebeng boleh kan?" tanya risa setelah mengetik pesan.
"boleh aja, tapi motor lo?" tanya tino.
"tenang aja nanti ada yang bawa, ayo pergi keburu jam besuknya habis" ajak risa.
"kuyy lah" ucap ke-enam pemuda semangat.
"gue bareng lo vin" ucap risa yang dianggukin kelvin.
Mereka bertujuh berjalan ke arah mobil masing masing.
Axel mengendarai mobil lamborgini hitam sendiri.
Falentino mengendarai mobil ferari silver sendiri.
Aksa mengendarai mobil lamborgini warna kuning sendiri.
Danish dan daniyal satu mobil, mereka menaiki mobil lamborgini avendo.
Sedangkan risa dan kelvin naik mobil yang sama, yaitu lamborgini warna putih.
Kelima mobil mewah tersebut membelah ibukota menuju kesupermakert dekat rumah sakit.
Sampai disupermarket risa dkk turun dari mobil dan mereka menjadi pusat perhatian tapi mereka cuek dan berjalan ke arah supermarket.
"sa lo mau beli apa sa?" tanya denish, mereka semua sudah berada disupermarket yang lumayan besar.
"gue mau beli buah buahan" ucap risa berjalan ke area Buah-buahan yang diikuti lainnya.
"lo ga usah beli sa biar kita aja yang beliin buat mami lo, kan sekalian kita menjenguk mami lo" ucap axel semangat, belom sempat risa menjawab mereka semua sudah perpencar mencari buah-buahan yang ingin dibeli, risa hanya bisa menghelakan nafas.
"nanti ketemuan dikasir gue mau beli cemilan dulu" ucap risa berlalu pergi menuju tempat cemilanan.
Ia mengambil ciki-ciki, biskuit, coklat, es cream dan minuman pasti mereka ber-enam akan sampai malam dirumah sakit.
Setelah selesai risa berjalan ke arah kasir dan menemukan temen-temennya itu yang sedang mengantri.
"lo ko beli banyak cemilan sa?" tanya tino binggung.
"ck pasti kalian dirumah sakit lama jadi gue beliin cemilan untuk kalian nanti" ucap gue sambil ikut mengantri.
"beh cakep tauan aje kita bakal lama dirumah sakit, sini keranjang belanjannya sekalian bayar" ucap aksa sambil merampas keranjang belanjaa ditangan risa.
"itu biar gue aje yang bayar" ucap risa cepat.
"gausah biar kita yang bayar axel, tino, dan kelvin lo tunggu depan aja nanti kita nyusul kasian risa berdiri lama" ucap denish diangguki anggukin daniyal sama aksa.
Akhirnya mereka menunggu diparkiran dengan paksa, awalnya risa ga mau karena ga enak tapi temenan barunya ini terlalu lebay.
Setelah menunggu 10 menit terlihat aksa, danish dan daniyaal keluar supermarket dengan membawa kantong belanjannya satu orang dua kantong.
"ayo udah ni kita capcus ketemu mami lo sa" ucap aksa semangat.
"ayo les't go" ucap mereka serempak mengundang tatapan dari orang sekitar tapi mereka tidak peduli.
Risa hanya bisa menepukkan jidat akan kelakuan temen temennya yang seperti ini, yang dingin dan datar kalo disekolah tapi kalo udah diluar sifat absurdnya ga ketolongan.
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI OKE:))