
Gimana readers menurut kalian bosen tidak novel author?.
•
•
•
•
•
Deg degg
Rico yang mendengar ucapan jack seketika dunianya runtuh sama seperti jack hati rico seperti tertimpa batu besar, dadanya terasa sesak dan tanpa sadar air matanya turun.
"l lo jangan becanda jack" teriak rico emosi sambil mencekam kemeja jack.
"buat apa gue becanda lebih baik kita kerumah sakit adik lo butuh pendonor darah" teriak jack tak kalah emosi.
Rico melepas cengkeraman di kemeja jack dan berganti menarik lengan jack untuk segera menuju rumah sakit.
"rapat ditunda" ucap rico dingin sebelum keluar dari ruang rapat.
Mereka yang berada diruang rapat sangat binggung dengan apa yang terjadi dan mereka juga terkejut baru pertama kali melihat wakil presdir tersebut menangis padahal orang tersebut terkenal dingin.
...
Setelah menelepon jack alan memutuskan menunggu jack dan abangnya risa.
"gimana lan?" tanya dirga
"dimatiin sama jack, palingan jack langsung otw kesini bersama abangnya risa" ucap alan lemah.
Mereka hanya bisa pasrah menunggu abangnya risa, mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
Berbeda dari karlina ia sungguh cemas dan memilih menjauh untuk menelpon maminya tentang masalah ini.
Tutt,,,tutt,,,tutt
"hallo sayang kapan kamu pulang?" ucap mami karlina ditelepon.
"mi hikss mi" isak karlina kembali karena tidak kuat menjelaskan kepada maminya.
Mansion keluarga wilson, ruang keluarga
Keluarga wilson sedang berkumpul untuk melaksanakan makan siang bersama, sudah lama keluarga ini tidak makan siang bersama.
Tapi mereka semua menunggu putri tunggal keluarga wilson dimeja makan sudah ada tuan wilson, ny wilson, arga dan arya.
"nana mana si mi?" tanya arya cemberut.
"mommy ga tau harusnya sudah pulang dari tadi--" ucap ny wilson terpotong.
Drttt...drtttt...drttt
Hp mami karlina bergetar diatas meja makan, saat melihat siapa yang telepon ternyata putri bungsunya.
"ni lina nelpon mami angkat dulu" ucap mami lina senang.
"Loudspeaker mi arya ingin mendengar suara princess" ucap arya semangat, mami lina yang mendengar ucapan anaknya hany mengangguk.
"hallo sayang kapan kamu pulang?" ucap mami kepada putrinya yang entah dimana.
"mi hikss mi" isak karlina yang dapat didengar oleh seluruh keluarga mereka terkejut melihat karlina menangis.
"hy adik abang kenapa hm?" tanya arga lembut mengambil alih hp maminya.
"bang argaa hikss risa bang risaa hikss, risa butuh pendonor darah segera karena keadaannya kritis, risa mengantikan lina terkena peluru beracun dan akibatnya risa kehilangan banyak darah hikss lina binggung harus ngapain lina butuh golongan darah AB hikss karlina harus gimana bang" jelas karlina susah payah dan semakin menangis histeris.
Mendengar penjelasan karlina membuat mereka ber-4 seperti disambar petir kabar tersebut lagi lagi membuat mereka yang mendengar sangat sakit.
Mami karlina langsung terduduk air matanya sudah mengalir deras, papi karlina menegang ditempat sedangkan kedua pria tampan lagi dan lagi hati mereka hancur mendengar kabar tersebut.
Mereka yang mendengar golongan darah arga sama dengan risa membuat mereka senang.
"abang cepetan kerumah sakit A'A hospital ruang operasi lantai 2, risa sangat butuh pendonor darah tersebut" ucap karlina lega dan tersenyum bahagia.
"baik abang kesana sekarang" ucap arga mematikan telpon dan menyambar jas yang disampirkan dikursi.
"gue ikut lo bang" ucap arya sambil menghapus air matanya.
"mami juga ikut" ucap mami karlina cepat, ia harus melihat risa orang yang sudah dianggap putri sendiri olehnya, mama karlina ga mau kehilangan risa untuk kedua kalinya ia ingin melihat kondisi risa saat ini.
"oke semuanya ikut kerumah sakit" putus papi lina.
Mereka ber-4 memasuki mobil sport arga yang menyetir dan disampingnya arya lalu dibelakang mami dan papinya, mobil tersebut membelah ibukota dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
"arya yang cepat bawa mobilnya" isak mami karlina tiada henti.
...
Sedangkan rico dan arya baru saja sampai rumah sakit mereka segera berjalan ke arah meja administrasi.
"sus ada pasien seorang gadis berumur sekitar 17 tahun yang sedang menjalankan operasi saat ini?" tanya jack.
"sebentar saya cek,,,,,ada satu pasien yang sedang menjalankan operasi dilantai dua" ucap suster tersebut yang melihat data pasien sedang menjalankan operasi.
Rico dan jack segera naik kelantai dua rumah sakit dn menuju ke ruang operasi, sesampai diruang operasi bertepatan dengan dokter yang keluar dari ruangan tersebut.
"gimana keadaan adik saya dok" ucap rico yang mencekam pakaian operasi dokter yang baru saja keluar.
Sontak semua orang binggung dengan kehadiran rico apalagi pelakuan rico yang langsung mencekam pakaian dokter membuat alan ingin menojoknya tapi ditahan oleh jack.
"sabar dia abangnya risa" ucap jack menahan tangan alan.
Akhirnya alan tenang dan memilih mendekati dokter serta abang risa.
"rico lo tenang dulu tahan emosi lo" ucap jack menenangkan rico, akhirnya rico berusah menahan emosi dan melepas cekaman kepada kerah dokter.
"huftt sabar dulu tuan operasi adik anda sudah lancar dan sekarang adik anda butuh darah AB 2 kantong karena adik anda kehilangan banyak darah" jelas dokter sambil melepas sarung tangan khusus medis.
"ambil darah saya saja dok" ucap rico cepat.
"baiklah tapi kita kurang satu orang lagi" ucap dokter.
"terus bagaimana do--" ucap rico terpotong ia sungguh khawatir dengan kondisi adiknya saat ini.
"tidak usah memikirkan satu orang lagi gue sudah mendapatkannya lebih baik lo duluan yang mengambil darah rico" ucap karlina sontak semua orang langsung melihat karlina, rico terkejut karena ada karlina disini tapi sekaligus bahagia karena karlina mendapatkan satu pendonor darah lagi.
"baik kalo begitu tuan silahkan ikut saya pasien sudah sangat membutuhkan donor darah" ucap dokter tersebut lalu berjalan yang diikuti rico.
"eve siapa orang tersebut?" tanya alan.
"bang arga" ucap karlina singkat dan mulai duduk ia setidaknya lega mengetahui bahwa risa baik baik saja.
"apa yang terjadi dengan risa?" tanya jack.
Dirga mulai menceritakan apa yang terjadi pada risa hingga menyebabkan ia masuk rumah sakit dan membutuhkan pendonor darah bahkan hingga dioperasi segala.
Jack yang mendengarkan cerita tentang apa yang terjadi oleh risa seketika rahangnya mengeras tangannya sudah mengepal hingga jari kukunya memutih.
“brengsek mereka telah menyakiti orang tersayangku” gumam jack yang mulai tersulut emosi.
“dimana orang tersebut biar gue saja yang menghukumnya” ucap jack yang semakin emosi, mereka yang sudah mengenal jack dan melihat emosi jack saat ini wajar.
Karena bagi jack ‘RISA’ adalah segalanya siapapun tidak bisa menyakiti risa bahkan jika mereka adalah keluarga risa sekalipun jack tidak akan membiarkannya.
“tenanglah jack mereka telahku kurung biarkan princess yang menghukumnya saja kita jangan gegabah takut princess marah” ucap dirga berusaha menenangkan jack.
"NANA"
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI OKE:))