
Hai para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
~
°
~
°
~
"BERHENTI PRINCESS" teriak seorang pria tampan diujung pintu kantin dibelakangnya terdapat 3 orang lagi, suasana kantin sudah ramai sekali yang menonton bahkan para guru juga ikut menonton, saat semua orang yang berada di kantin menegok ke sumber suara, mereka terkejut dengan kehadiran 4 orang yang berpengaruh didunia bisnis.
Axel dkk juga melihat ke sumber suara yang mereka kenal, ke-4 orang tersebut berjalan cepat ke arah keributan kerumunan.
"hentikan princess" ucap pria tampan yang memiliki rambut panjang dikuncir rapih.
Risa tau siapa yang datang dan menyuruhnya berhenti tapi karena emosinya yang sudah tersulut, ia masih terus memukul antek-antek runi dengan membabi buta.
"princess hentikaan" ucap pria tampan lainnya sambil memeluk risa dari belakang dan menjauhinya.
"saa lo kenapa mukulin mereka dengan membabi buta?" tanya perempuan cantik dengan cemas.
Risa terus memberontak dipelukan pria tampan yang memeluknya dari belakang, tanpa memperdulikan perempuan cantik yang bertanya padannya.
"lepasin gue bang dirga biar gue hajar dia" ucap risa terus memberontak ia bisa saja lepas dengan mudah, tapi risa tidak ingin menyakiti pria tampan yang dipanggil bang dirga.
"kenapa kamu hajar mereka risa" ucap dirga yang masih memeluk risa dengan erat.
"mereka telah menyakiti aksa bang, mereka ingin menembak aksa biar risa memghajar mereka" ucap risa yang terus memberontak, jiwa yang berada ditubuh risa tidak suka jika orang yang dianggap berharga dilukai.
Dorr
Antek runi yang bernama renita mengambil pistol milik salsa yang tidak jauh darinya dan menembaknya asal ke arah risa dan yang lainnya, risa sendiri yang menyadari pelurunya yang ditembak asal mengarah ke mana ia akhirnya memberontak paksa.
"awass nana" ucap risa sambil melindungi perempuan cantik yang dipanggil nana.
"sttt" desis risa merasakan peluru tersebut mengenai bagian perut menciptakan rasa nyeri dan sakit.
"RISA" teriak perempuan cantik yang dipanggil nana, perempuan cantik itu tidak menyadari jika ada peluru yang ditembak asal mengarah ke dirinya.
Mereka lagi-lagi terkejut peluru mengenai risa lagi, apalagi ketiga pria tampan dan satu perempuan cantik langsung menengang ditempat tidak menyangka tembakan asal tersebut membuat risa tertembak dua kali.
Pria tampan yang memiliki rambut panjang maju dan mengambil pistol yang berada di runi.
"brengsek berani sekali anda menyakiti adik saya" ucap pria tampan yang memiliki rambut panjang dengan marah lalu maju dan menginjak tangan kanan renita.
Krakk
‘arghhhh’
Kedua pria tampan lainnya ikut maju ke arah pria tampan yang memiliki rambut panjang, meninggalkan perempuan cantik yang langsung memeluk risa ketika akan terjatuh kelantai, risa sudah mengeluarkan banyak darah bahkan kemeja putih perempuan cantik tersebut sudah bercampur darah risa.
"saa lo gppkan" ucap perempuan cantik tersebut sambil memeluk risa yang hampir terjatuh dan ikut terduduk dilantai saat menangkap risa, dengan raut khawatir serta cemas tidak sengaja memegang lengan risa yang tertembak, lagi lagi perempuan cantik itu terkejut.
Fisik tubuh yang jiwa bella tempati ini masih lemah tidak sebanding dengan tubuhnya yang asli jadinya ia merasakan lemas karena keluar banyak sekali darah.
"gue gpp, lo gppkan kan na?" ucap risa menahan sakit dilengan dan diperut dengan darah yang keluar dari ujung bibirnya, pandangan risa mulai mengabur ia berusaha merih pipi perempuan cantik yang dipanggil nana dan mengelus pipi lembut nana sambil tersenyum, risa merutuki kebodohan tubuh gadis ini yang memiliki fisik yang sangat lemah dan tidak sebanding dengan fisiknya dulu.
"jangan tinggalin gue lagi sa" isak perempuan cantik sambil memegangi tangan risa yang berada dipipinya, ia melihat risa yang mulai kehilangan kesadaran.
"risaa bangun sa bangun" isak perempuan cantik makin menjadi saat tangan risa langsung jatuh setelah memegang pipinya, perempuan cantik tersebut mengoyangkan tubuh sahabatnya ini.
"Gue mohon jangan tinggalin gue lagi" isaknya semakin menjadi jadi.
"bang alan, bang dirga, bang muel cepat tolong risa" teriak perempuan cantik tersebut sambil menangis histeris lalu menoleh kepada ke-3 pria tampan yang sedang mengurus orang yang menembak risa.
Sontak ke-3 pria tampan langsung melirik perempuan cantik yang berteriak histeris sambil menangis, di pangkuan perempuan cantik tersebut terdapat risa yang sudah tidak sadarkan diri, sontak mereka bertiga membulatkan matanya karena terkejut.
"cepet bawa risa kerumah sakit, biar yang ini gue urus" teriak dirga menganggetkan kedua pria tampan.
Pria tampan yang dipanggil alan segera menggendong risa berlari keluar kantin yang diikuti pria tampan satu lagi dan perempuan cantik.
"abang mohon bertahan risa" ucap alan menangis ia tidak peduli pandangan orang tentangnya yang alan tau ia harus segera membawa risa kerumah sakit.
"jangan tinggalin abang lagi sa, risa harus bertahan" ucap pria tampan lainnya yaitu muel sambil mengegam tangan risa.
...
Sedangkan dikantin mereka semua masih mecerna apa yang terjadi, dirga yang melihat sahabatnya pergi membawa orang tersayang mereka kerumah sakit segera ingin menelpon bodyguardnya tapi lupa membawa hp.
"aksa pinjemin abang hp cepet" ucap dirga kepada aksa yang masih diam membisu begitu juga yang lainnya.
"eh ini bang" ucap aksa yang baru tersadar dari terkejutnya segera mengasih ponselnya ke abangnya.
Leo dkk serta axel dkk juga sadar dari terkejutnya, ia binggung dengan apa yang terjadi begitu cepat menurutnya.
Apalagi axel dkk binggung dengan kehadiran dirga, muel dan alan mereka ber-6 tentu mengenalnya.
"bawa bodyguard ke A'A high school internasional" ucap dirga setelah berhasil menghubungi bodyguardnya.
"abang ko bisa disini?" tanya aksa binggung.
"nanti abang jelasin" ucap dirga datar, tidak lama datang 15 bodyguard.
"salam tuan dirga" ucap mereka serempak para bodyguard tersebut ialah anggota mafia yang menyamar.
"tangkap mereka dan kurung mereka semua, apa kalian mengerti" ucap dirga dingin, aksa yang melihat sikap abangnya begitu menyadari bahwa abangnya dalam mode marah.
"kami mengerti tuan" jawab mereka serempak mereka segera menangkap runi dkk dan salsa dkk, sedangkan para guru hanya diam karena tidak berani ikut campur.
Dirga yang melihat bodyguardnya sudah menangkap mereka yang menyakiti risa, segera saja dirga berbalik dan meninggalkan kantin menyusul muel, alan, dan karlina yang membawa risa kerumah sakit.
"abang mau kemana" teriak aksa melihat abangnya yang keluar kantin.
"rumah sakit" ucap dirga sambil berlalu pergi menuju keparkiran.
"ayo kita ikut bang dirga" ucap axel yang diikuti lainnya, mereka semua segera menuju kerumah sakit.
Mereka yang ikut kerumah sakit axel, tino, aksa, denish, daniyal, kelvin, leo, nicholas, marcel dan angga.
"kami ikut bang" ucap aksa yang sudah sampai parkiran yang melihat abangnya saat baru mau memasuki mobilnya
"kamu sama kelvin dan axel ikut abang, yang lain ikut mobil belakang" ucap dirga yang dianggukin lainnya.
Axel dan aksa berjalan ke masuk kemobil yang sama dengan bang dirga, sedangkan Falentino, denish, daniyal, ikut mobil belakang bang arga yang setiap mobil sudah ada supirnya yaitu para anggota mafia.
Dibelakang mobil yang tino tumpangin terdapat leo dkk dibelakang mobil leo dkk terdapat mobil berisikan anggota mafia lainnya.
Kelima mobil mewah tersebut melaju kerumah sakit.
...
Sedangkan diwaktu yang sama alan, muel dan karlina baru sampai rumah sakit tempat mama risa dirawat.
"DOKTER SUSTER CEPET TANGANIN ADIK SAYA" teriak alan kesetanan ia bahkan tidak memperdulikan dirinya yang menjadi pusat perhatian, karena alan sungguh khawatir dengan keadaanrisa.
"CEPAT TANGANIN ADIK SAYA, SAMPAI ADIK SAYA KENAPA-KENAPA KALIAN TANGGUNG JAWAB" teriak muell tak kalah khawatir juga.
Mereka bertiga tidak memperdulikan tatapan semua orang termasuk memperdulikan kemeja mereka yang sudah banyak darah.
Tidak lama datanglah suster yang membawa brangkar dan diikuti berapa dokter.
Muel dan alan langsung menaruh risa dibrangkar rumah sakit lalu melarikannya menuju UGD.
Mereka semua telah sampai didepan UGD, suster dan dokter memasuki UGD dengan membawa brangkar berisikan risa, sedangkan alan, muel dan karlina menunggu didepan diluar.
...
Dilain sisi rumah sakit.
Prankk
Mami fara yang melihat gelasnya lolos dari tangannya dan langsung terjatuh kelantai membuat mami fara terkejut, tiba-tiba hatinya merasa gelisah dan sakit, ia langsung kepikiran dengan putrinya risa.
‘semoga tidak terjadi apa-apa denganmu nak’ batin mami fara sambil meneteskan air matanya
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL AUTHOR YANG INI:))
Maaf author baru up karena author sedang drop ga bisa ngapa-ngapain dan hari ini bisa up sekaligus karena sudah mendingan maaf semuanya🙏🏻😔😔