
Hai para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
°
°
°
°
°
Didepan ruang UGD sudah terlihat 3 orang yang menunggu dengan raut cemas.
"bang risa ga bakal kenapa-kenapa kan bang" tanya karlina dengan cemas sambil menangis dipelukan muel.
"tidak bakal kenapa-kenapa, risa akan baik baik saja ko" ucap muel berusaha menenangkan karlina, padahal hatinya sungguh sakit melihat kondisi adiknya tersebut.
"eve ga mau kehilangan risa lagi untuk kedua kalinya bang" isak karlina sendari tadi.
Sedangkan alan mondar mandir didepan ruang UGD sejak 10 menit yang lalu, terlihat jelas bahwa alan sungguh khawatir oleh risa.
"bang alan" panggil pemuda tampan berlarian ke arah 3 orang didepan ruang UGD yang diikuti berapa orang didepannya.
"bang, bagaimana keadaan risa sekarang?" tanya pemuda tampan lagi sambil menarik nafas panjang karena cape berlarian dari parkiran ke UGD.
Sedangkan ke-3 orang tersebut hanya melirik sebentar dan kembali fokus dengan pikiran mereka.
"gimana kabar princess muell jawab gue" ucap dirga karena emosi yang tadi disekolahan belum redah ditambah mereka bertanya cuman dicuekin.
"princess masih ditanganin oleh dokter didalam" ucap muell lemah dan masih setia memeluk karlina.
"bang muell risa ga bakal kenapa-kenapa kan?" ucap denish air matanya sudah mulai turun melihat kondisi risa tadi membuat hatinya sakit.
"abang belum tau pasti twins" jawab muel sambil melirik adik kembarnya.
Brakk
Pintu ruangan UGD dibuka dari dalam dengan kasar membuat semua yang berada diluar langsung mendekat.
Dokter beserta suster mendorong brangkar berisikan risa dengan alat bantu pernafasan serta alat medis lainnya.
Semua yang menunggu diluar ruangan UGD segera mendekat dan alan memegang tangan risa.
"dok adik saya kenapa?" tanya alan cemas
"adik anda harus segera di operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di perut dan lengannya peluru tersebut mengandung racun makanya harus segera dikeluarkan" ucap dokter sambil mendorong brangkar memastikan pasien aman.
"adik anda juga sudah kehilangan banyak darah dan kebetualan stok darah sesuai golongan adik anda sedang kosong" sambung dokter.
"memang golongan adik saya apa dok?" tanya muel cemas.
"AB" ucap dokter.
Sebenarnya dokter sangat binggung kenapa orang yang begitu berpengaruh didunia ini pada cemas dengan gadis cantik ini dan bilang bahwa gadis ini adalah adik mereka, dokter beserta suster tau siapa mereka semua yang sedang mendorong dan mengikuti brangkar yang terdapat gadis cantik.
"saa gue mohon lo bertahan jangan tinggalin gue lagi pliss hikss lo jangan tinggalin gue lagi hikss gue ga mau ditinggal lo lagi hikss lo harus kuat saa pokoknya lo harus kuat hikss gue mohon bertahan saa pliss jangan tinggalin gue lagi hikss" isak karlina sambil memegang tangan risa satu lagi tangisan karlina pecah sungguh ia sangat ga kuat melihat orang yang begitu tersayang terbaring lemah.
Apalagi saat mendengar penjelasan dari dokter bahwa peluru tersebut beracun dan stok darah yang sesuai risa kosong membuat karlina semakin histeris.
"Jangan tinggalin gue saa gue mohon lo harus bertahan, gue bakal nyari pendonor darah buat lo hiksss tapi gue mohon bertahan pliss jangan tinggalin guee hikss sudah cukup berita pertama tersebut buat mental gue terguncang hiksss lo harus kuat hikss risa yang gue kenal adalah orang kuat"isak karlina semakin menjadi jadi.
Brangkar berisikan risa telah sampai ruang operasi segera saja didorang masuk suster dan dokter lalu menyuruh yang lain menunggu diluar.
"kami harap tuan alan, tuan dirgantara , tuan samuel dan nona karlina segera mendapatkan pendonor darah karena saya ga tau pasien bisa bertahan atau tidak fisiknya terlalu lemah saat ini" ucap dokter sebelum masuk ke ruang operasi.
Karlina langsung terduduk dilantai lagi lagi hatinya hancur, andai saja risa tidak menghalangi peluru tersebut harusnya dia yang kena bukan risa.
"TIDAAKK LO HARUS BERTAHAN SAA" teriak karlina histeris sambil menatap ruang operasi sendu.
"abang mohon jangan tinggalin abang princess" ucap alan bersandar dipintu operasi sambil menangis.
"kamu harus kuat princess" ucap dirga sambil terduduk lemas dikursi dan mengusap muka kasar menghapus air matanya yang turun.
Brakk
"Brengsek gue ga bakal ngampunin mereka yang telah menyakiti risaku" geram muel yang sudah tersulut emosi dan memukul dinding rumah sakit hingga retak menyebabkan darah bercucuran di tangannya.
Alex, kelvin, aksa, tino, denish dan daniyal sangat terkejut melihat ketiga pria tampan yang jarang menangis sekarang sedang terisak dan khawatir oleh risa, beribu pertanyaan muncul dibenak mereka ber-6, apalagi denish dan daniyal terkejut juga melihat abangnya yabg jarang emosi sekarang sedang memukul tembok dengan emosi yang sudah menggebu-gebu.
"bang muel udah bang jangan nyakiti diri abang begini nanti risa tidak suka" ucap axel berusaha menenangkan muel dengan cara apapun.
Diantara mereka ber-6 axel dan kelvin yang paling dewasa.
Akhirnya muel berhenti memukul dinding rumah sakit dan langsung terduduk dilantai sambil terisak.
"hikss abang mohon kamu harus kuat princess" isak muell, sungguh axel bener bener terkejut melihat muel yang seperti ini tapi ini bukan saat yang tepat untuk mengurus keterbinggungnya.
Ya axel harus memikirkan kondisi risa orang yang membawa senyum hangat untuk seorang axel yang kaku dan dingin.
"cobaa hubungin keluarga risa dan bertanya apa mereka memiliki golongan darah yang sama dengan risa atau engga keluarga kalian siapa tau golongan darahnya sama kaya risa" usul axel.
Mereka yang mendengar usul axel mengangkat kepala dan menatap axel, alan segera berdiri lalu menelpon jack.
...
Perusahaan A'A compony, ruang khusus sekertaris
"aduh berkas ga ada habis habisnya" keluh jack sambil menyandarkan punggungnya kekursi.
"dikit lagi istirahat bagus deh" sambung jack setelah melirik jam rolex yang melingkar ditangannya.
Tutt..tutt...tutt (author ga tau suara bunyi hp maaf)
Jack melirik hpnya yang bergetar disambing komputer saat jack mengambil dan melihat siapa yang menelpon ia segera berdiri.
"hal--" ucap jack terpotong.
"jack gawat kamu dimana sekarang?" ucap alan disebrang sana.
"saya dikantor jendral memangnya ada hal gawat apa?" tanya jack heran ia sangat terkejut mendengar nada khawatir jendralnya ini.
"risa masuk rumah sakit dan dia butuh pendonor darah segera dan darahnya AB coba kamu bilang sama abangnya jack" jelas alan dengan nada cemas.
Jack yang mendengar penjelasan dari jendralnya ini seketika menegang ditempat lagi dan lagi hatinya seperti dihantam batu besar.
Jack mematikan telpon alan dan menuju ruang rapat dimana abang risa lagi rapat dengan kepala setiap definisi.
Brakk
Pintu ruang rapat dibuka kasar oleh jack membuat semua orang yang berada didalam kaget.
"rico cepet ikut gue" ucap jack melupakan formalitasnya, persetanan dengan formalitas nyawa risa lebih berharga baginya jack tidak mau kehilangan orang yang sangat berarti untuk kedua kalinya.
"ada apa jack?" tanya rico binggung sebenarnya jack dan rico itu temen baik dikantor.
"pokoknya lo ikut gue" ucap jack menarik tangan rico.
"gue lagi rapat jack, jelasin dulu ada apa? "tanya rico semakin binggung entah kenapa perasaannya tidak enak.
"lo mau tau ada apa? ADIK LO MASUK RUMAH SAKIT DIA BUTUH PENDONOR DARAH YANG SAMA DENGAN DARAHNYA, ADIK LO LAGI KRITIS" ucap jack pelan diawal dan akhirnya berteriak didepan rico sungguh jack sudah geram akan rico.
Deg degg
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI OKEE😉.
kalo komennya nembus 100 comment nanti aku double up okeee