Rebirth To The Cupu Girl's Body

Rebirth To The Cupu Girl's Body
Chapter 27.



Kehilangan mengajarkan kita untuk mengikhlas yang telah pergi-lala.












Didepan ruang operasi terlihat banyak sekali orang menunggu, tapi suasana disana jatuh dalam keheningan tidak ada yang bersuara mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


Tapi pikiran mereka semua tertuju pada seorang gadis yang berada didalam ruang operasi, mereka semua tidak bisa berhenti mencemaskan keadaan orang yang berada didalam sana.


Hingga suara pintu dibuka dengan lebar membuat semua orang yang berada didepan ruang operasi melihat ke arah pintu tersebut.


Ternyata seorang suster membuka pintu tersebut dengan lebar lalu tidak lama sebuah brangkar berisikan seorang gadis dengan alat bantu pernafasan dan alat medis lainnya didorong keluar dari ruang operasi.


Mereka yang melihat tersebut langsung saja berdiri dan mendekati brangkar tersebut.


"pasien akan saya pindahkan ke ruang rawat inap" ucap dokter sambil ikut berjalan disamping brangkar.


"tempatkan risa di ruang inap VVIP" ucap argaa yang dianggukin mami, papi, arya dan karlina.


"baik" ucap dokter dan berbicara kesuster untuk segera di siapkan.


Sedangkan yang lain melihat keadaan gadis cantik yang sedang berbaring diatas brangkar yang sedang didorong.


Mereka semua yang melihat kondisi gadis cantik tersebut hati mereka sangat sakit tanpa sadar para pria yang dikenal dingin meneteskan air mata hati mereka seperti tertimpa batu, sungguh ini menyakitkan bagi mereka semua melihat kondisi gadis cantik yang seperti tertidur pulas tapi bedanya dia tidur dengan bantuan alat medis dimana-manaa.


Saat perjalanan ke ruang VVIP brangkar berisikan risa tidak sengaja berpapasan dengan dokter andi.(kalian ingatkan dokter andi)


Dokter andi tanpa sengaja menangkap sosok yang terbaring dibrangkar rumah sakit.


Saat sudah melihat sangat jelas siapa sosok tersebut dokter andi diam mematung dunianya jatuh dalam keheningan untuk berapa saat.


Deg deg deg


Jantung dokter andi tiba tiba berdetak lebih cepat, nafasnya memburu air matanya jatuh dari mata indah saat brangkar tersebut melawati dirinyaa.


Dokter andi memandang orang yang terbaring dibrangkar yang telah didorong jauh darinya dengan tatapan rumit.


...


Sedangkan brangkar berisikan risa telah sampai didepan pintu bercatkan putih yang didepannya sudah terdapat seorang suster.


“dok kamar rawat inapnya sudah selesai disiapkan” ucap suster.


Dokter tersebut hanya mengangguk dan menyuruh yang lain untuk tunggu diluar sebentar karena dokter beserta suster akan memasang alat medis yang lain dan memeriksa kondisi pasien lagi.


Akhirnya mereka semua menunggu didepan ruang VVIP dengan perasaan lega mengetahui bahwa gadis tersebut sudah baik baik saja.


Tidak lama dokter keluar dengan raut sedih membuat mereka binggung melihatnya.


"gimana dok dengan kondisi adik saya?" tanya rico menghampiri dokter tersebut.


4 kata terakhir dokter sukses membuat mereka seperti disambar petir disiang hari.


‘kenyataan pahit apa lagi ini’ batin mereka semua.


"d dok k kapan a adik saya sadar" tanya rico dengan gemetaran.


“saya tidak yakin tuan, karena kondisi fisik pasien sangat lemah saat ini ditambah saya juga melihat masih ada bekas luka lebam dibadannya, tergantung adik anda kalo dia punya niatan kuat untuk kembali sadar ia akan sadar dengan cepat, saya sarankan setiap hari harus ada orang yang mengajaknya mengobrol walaupun pasien tidak berbicara tapi mereka masih bisa mendengar ucapan kalian dibawah alam sadarnya” ucap dokter menghelakan nafas lagi.


"kalau begitu saya pamit dulu, jika kalian ingin membesuknya diharapkan bergantian agar tidak menganggu kesehatan pasien" sambung dokter sambil berlalu pergi diikut berapa suster yang mendorong brangkar tadi.


"apa maksud dokter yang bilang bahwa adik lo memiliki bekas lebam di badannya rico" ucap jack maju dan megang kedua bahu rico lalu menguncangnya.


Rico dengan lemah menjelaskan luka lebam yang berada ditubuh adiknya tersebut.


Lagi lagi hati mereka seperti dihantam batu keras terasa sesak dada mereka termasuk axel dkk harusnya mereka berteman dengan risa dari awal agar tidak menyebabkan risa mendapatkan luka lebam seperti itu hingga tidak sadarkan diri selama 1 minggu.


...


“dimana ini” ucap risa yang melihat sekelilingnya berubah menjadi hamparan  yang dipenuhi bungaa dan sangat indah sekali.


Risa ingat jika dirinya tertembak mengantikan sahabatnya yang sangat berarti baginyaa.


Walaupun harus risa yang tertembak tapi tidak masalah asal sahabatnyaa tidak merasakan sakit yang sama seperti dia rasakan.


Lalu risa mulai berjalan dipadang bunga yang indah dan risa juga baru sadar kalo dia memakai dress putih polos.


Rambutnya yang panjang tergerai indah matanya yang bulat menatap hamparan bunga yang terbentang indah.


Bunga-bunga yang indah seakan menyejukkan mata, risa tidak menyesel telah menyelamatkan karlina karena ia ga mau lagi kehilangan orang yang sangat berharga dan berarti baginya.


Risa berpikir saat terkena peluru ia akan menyusul grandma dan grandpanya karena tubuh ini lemah.


Tapi mengingat senyum hangat mami, rico dan arion membuat risa tidak rela meninggalkan mereka.


Tanpa sadar risa terus berjalan menyusuri pandang bunga dengan sisi kerapuhannya.


Ia berpikir kenapa semua harus dirinya yang mengalami ini semua, kenapa harus dia yang merasakan sakit serta luka ini.


Air mata risa tidak bisa terbendung ia menangis sambil berpikir tentang takdirnya, saat berjalan terus risa menemukan sebuah jembatan dan disebrang jembatan tersebut terdapat tempat yang sangat indah tanpa sadar risa berjalan menuju jembatan tersebut.


“tunggu” ucap seorang gadis.


Risa berhenti seketika saat kakinya sedikit lagi mengijak jembatan lalu ia menoleh kesumber suara.


"jangan melangkah kesana bella" ucap gadis yang sama persis dengan risa tidak malah ini mirip dengan risa.


"siapa" ucap risa dingin dia menatap gadis didepannya dengan tajam.


"tenangkan dirimu bella lebih baik kau ikut denganku, ada yang ingin bertemu denganmu" ucap gadis cantik tersebut manis dan menarik tangan risa menjauh dari jembatan.


Risa yang ditarik tangannya tiba-tiba terkejut apalagi gadis didepannya mengetaui namanya berjuta pertanyaan muncul dibenak risa.


Kedua gadis cantik tersebut terus berjalan dengan hingga sampai kesebuah taman yang sangatlah indah dan disana sudah terdapat berapa orang yang sedang menunggu kehadiran seseorang.


Ketika kelimaa orang tersebut saat melihat kedua gadis cantik yang mendekat ke arah mereka, mereka semua tersenyum hangat.


Sedangkan risa dibuat penasaran dengan kelima orang tersebut, tapi mata risa fokus pada seorang perempuan yang masih terlihat cantik.


‘kenapa orang tersebut memiliki wajah sepertiku dikehidupan sebelumnya, siapa mereka kenapa saat melihat perempuan dan pria tampan disampingnya ada rasa rindu yang begitu besar, kenapa perasaan ini sangat akrab sekali siapa mereka berdua’ batin risaa sambil terus berjalan ke arah mereka matanya masih fokus memandang kedua orang tersebut yang tersenyum hangat padanya, entah saat melihat senyum kedua orang tersebut hati risa merasa hangat.


Hayoo penasaran ga siapa mereka hehehe:√


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI YAA:))