
Hi para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian!😉.
°
°
°
°
°
Mobil yang risa dan kelvin tumpangin menuju kerumah sakit dekat supermarket yang diikuti 4 mobil lainnya.
Kelima mobil tersebut memasuki kawasan parkiran mereka bertujuh turun dari mobil dengan wajah datarnya.
Saat memasuki lobby rumah sakit terbesar ini mereka ber-tujuh menjadi pusat perhatian karena ketampanan serta kecantikan yang dimiliki ke-tujuh orang tersebut mengundang tatapan iri dan kagum.
"ruang rawat mami lo dimana sa?" tanya aksa.
"diruang VIP kamboja" ucap risa mereka ber-enam mengangguk dan melanjutkan perjalanan tidak memperdulikan tatapan serta bisik bisik sekita.
Kebetulan rumah sakit ramai karena hari biasa dan banyak sekali yang berobat disini.
Mereka semua menuju ruang rawat maminya risa.
Setelah mereka semua telah sampai didepan pintu bercat coklat, saat risa ingin membukannya pintu lebih dulu terbuka dari dalam.
"ah ternyata nona risa" ucap dokter andi terkejut, ingatkan kalian siapa dokter andi.
"iya dokter andi, gimana keadaan mami?" tanya risa saat melihat dokter andi dan dua suster keluar dari ruangan rawat maminya.
"keadaan beliau jauh lebih baik menjalang operasi dilaksanakan" ucap dokter andi tersenyum manis ke risa, sungguh kedua suster yang melihat senyum dokter andi mukanya merah.
Berbeda dengan risa yang biasa saja akan hal tersebut, sedangkan dokter andi sangat senang bisa bertemu risa ia sangat kangen dengan gadis remaja dihadapannya.
"baiklah terimakasih dokter andi kami ingin menjenguk mami, panggil saya risa saja" ucap risa berlalu pergi diikuti ke-6 pemuda tampan yang sendari tadi menatap tajam dokter andi.
"baiklah kalo begitu saya permisi dulu risa" ucap dokter andi dengan suasana hati yang bagus sekali, bahkan dokter andi tidak menghirukan tatapan dari ke-enam pemuda tersebut.
"selamat siang mami risa datang berkunjung" ucap risa memasuki ruangan yang terlihat maminya sedang menonton televisi.
"ternyata putri mami datang ya" ucap mami mengalihkan tatapan dari televisi ke putrinya yang baru masuk ruangan diikuti ke-enam pemuda tampan dibelakang putrinya membuat ia binggung.
"iya risa kangen mami" ucap risa berjalan kearah maminya dan langsung memeluknya erat, maminya membalas pelukan erat putrinya.
"siapa mereka risa?" tanya mami setelah melepaskan pelukannya.
"ah perkenalkan mi mereka temanku" ucap risa yang baru ingat memperkenalkan temannya ini.
"nama saya Kelvin, tante" ucap kelvin sambil menyalami maminya risa.
"saya Falentino, tante" ucap tino sambil menyalami maminya risa sama seperti kelvin.
"saya aksa, tante" ucap aksa melakukan hal yang sama seperti kelvin dan tino.
"Saya denish, tante" ucap denish melakukan hal yang sama seperti kelvin, tino dan aksa.
"saya kembaran denish tante nama saya daniyal" ucap daniyal.
"kalo saya axel tante, kami temennya risa" ucap axel.
"ternyata temenan risa ya, panggil mami fara saja seperti risa" ucap mami fara tersenyum ia sangat senang putrinya memiliki temen sebayanya.
"iya mami, ini kami bawakan buah-buahan untuk mami" ucap axel memberikan kantong berisi buah-buahan.
"terimakasih nak" ucap mami tersenyum senang.
"sama sama mami" ucap aksa.
Mereka semua mengobrol dan bercanda bareng maminya risa.
Ternyata maminya sangat baik sekali dan asik.
Mereka semua mengobrol dari berbagai hal hingga membahas masalah pacar ternyata maminya risa itu care banget menurut mereka.
Tanpa sadar waktu berlalu cepat sekarang memasuki waktu sore hari.
"kalian ga pulang sudah sore nanti dicariin orang tua kalian" ucap mami kepada ke-enam pemuda tampan yang sudah dianggap anaknya ini.
"ah ternyata sudah sore ya keasikan ngobrol sama mami" ucap aksa nyengir.
"kalo begitu kami pamit ya mi takut daddy sama mommy nyariin" ucap axel.
"iya kalian hati-hati ya, kamu juga pulang risa istirahat dirumah sana" ucap mami lembut.
"tapi risa mau sama mami" ucap risa manja.
"tapi mami menyuruh kamu pulang agar istirahat besok sekolah risa" ucap mami membelai kepala putrinya lembut.
"baiklah mami" ucap risa pasrah.
"kalo begitu kami pamit mi, cepat sembuh ya mami kami nanti akan sering berkunjung" ucap tino menyalami mami risa diikuti lainnya.
"sip mami nanti kita akan main kerumah mami juga" ucap aksa, diantara mereka ber-enam aksalah yang paling konyol.
"mami risa pulang dulu, kalo ada apa-apa cepat kabarin risa oke" ucap risa mencium kedua pipi maminya.
"iya pasti mami kabarin" ucap mami fara sambil menyium balik pipi anaknya.
Mereka ber-tujuh berjalan keluar ruangan meninggalkan mami risa yang butuh istirahat.
"sa mami lo lucu dan care banget ya" ucap aksa senang, setelah keluar dari ruangan mami risa mereka berjalan ke arah parkiran.
"tentuu mami siapa dulu dong" ucap risa sombong.
"ck sombong banget si lo sa" ucap axel.
"gpp kali kali sombonglah" ucap risa sambil terkekeh.
Setelah obrolan singkat mereka masih melanjutkan menuju keparkiran.
Bisa dilihat hari mulai senja, langit sudah mulai berganti malam cukup lama juga mereka didalam rumah sakit.
"lo balik kita anterin sa" ucap denish.
"gue balik sendiri aja" ucap risa tidak enak.
"kami tidak menerima penolakan lo tuh temen kita sa, kita ga mau lo kenapa-kenapa oke" ucap axel.
"iya sekarang ayo masuk biar kita anterin" ucap kelvin sambil menarik tangan risa masuk kedalam mobil.
Risa hanya bisa pasrah abang sama adik kelakuannya sama saja pikir risa sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Mereka semua segera masuk mobil masing-masing setelah melihat kelvin dan risa sudah memasuki mobil.
Mobil mereka membelah ibukota yang sedang berganti malam hari, jalanan cukup ramai diwaktu segini tapi mereka ber-enam tidak mengeluh untuk mengantarkan risa.
Entah menganggapa bagi mereka ber-enam risa itu sangat berharga padahal mereka baru kenal kemarin, tapi sudah berasa kenal sangat lama.
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya kelima mobil mewah tersebut sampai didepan rumah sederhana.
"thanks ya udah nganterin" ucap risa sambil keluar dari mobil.
"slow aje si kaya sama sape aje" ucap kelvin sambil menurunkan kaca mobil, keempat mobil dibelakangnya ikut menurunkan kaca mobil juga.
"wkwkwk yudah kalian hati-hati dijalan awas nanti diculik tante-tante girang lo" ucap risa sambil cekikian.
"dih amit amit dah axel aje kasih ke tante-tante girang kalo ketemu nanti" ucap aksa sambil menujukan ekspresi jijik.
"sialan lo nanti lo yang gue kasih ke runi mau" ucap axel sewot.
Seketika mereka semua tertawa terbahak-bahak saat axel menyebutkan nama runi siswa disekolahan A'A high school yang tergila-gila oleh aksa, sedangkan muka aksa sudah bergidik ngeri mendengar nama tersebut.
"idih ogh buat lo gue ikhlas" ucap aksa sambil bergidik.
Mereka kembali ketawa saat melihat reaksi aksa yang seperti itu, mereka yang mengenal aksa suka binggung kenapa runi begitu tergila-gilaa oleh aksa.
"hahaha udah udah kasian muka aksa tuh hahaha, perut gue haha juga udah sakit haha" ucap risa memegangin perutnya yabg sakit karena kebanyakan tertawa.
"ck senang diatas penderitaan orang" ucap aksa mengerutu sebal kepada temen-temannya ini.
"cup cup tuh muka menta ditabok ya cemberut gitu" ucap risa sambil bergaya menggemasakan.
"hahaha taboknya pake sepatu aje sa biar nikmat" saran daniyal.
Membuat mereka kembali ngakak lagi sedangkan aksa kembali mengerutu.
"udah ah kasian aksa tuh, lo juga aksa jangan ngerutu mulu kaya cewe" ucap risa yang berusaha menormalkan ekspresi.
"yudah kita balik ya sa" axel.
"selamat malam Queennya kita" ucap mereka serempak dan berlalu pergi meninggalkan rumah risa.
Risa hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya.
Sungguh hati risa menghangat ia ga nyangka akan mendapatkan teman selain karlina, dan ternyata berteman sama cowo lebih asik juga pikir risa sambil berjalan masuk kerumah.
Ckrek
"selamat malam" ucap risa memasuki rumah yang ternyata sepi, mungkin rico sama arion belum balik pikir risa.
Risa akhirnya memilih berjalan kekamarnya yang berada dilantai dua, lalu mengganti baju dan langsung membanting diri dikasur.
"fiuh melelahkan sekali" gumam risa sambil menatap langit.
Banyak hal yang terjadi hari ini, tapi risa sangat bahagia karena baru tadi ia tertawa sangat lepas seperti itu, sungguh beban yang berada didalam tubuhnya seperti terangkat.
Akhirnya risa memilih tidur duluan karena sudah cape sekali, berapa menit kemudian risa sudah tertidur tidak lama pintu kamar risa dibuka oleh seseorang.
Saat melihat pemilik kamarnya sudah tertidur orang yang baru masuk berjalan ke arah risa sambil tersenyum.
"selamat malam princess abang" ucap rico sambil mencium kening risa dan berlalu pergi kekamarnya untuk istirahat setelah cape seharian sibuk dikantor.
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL AUTHOR YANG INI OKE:))