Rebirth To The Cupu Girl's Body

Rebirth To The Cupu Girl's Body
Chapter 29.



-Perpisahan selalu memiliki akhir yang menyedihkan







Risa/bella terkejut mendengar ucapan daddynya, ternyata orang yang menariknya tangannya paksa adalah risa yang asli, bella terus menerus menatap risa asli dengan sangat intens, sedangkan risa asli yang ditatap seperti itu hanya memasang senyum hangat, lalu tatapan bella beralih ke papinya risa dan pria paru baya tersebut juga memasang senyum hangat kepada bella.


“kamu kaga mau memeluk oma bella, omaa sangat merindukan cucu kecil oma” ucap wanita paru baya yang sudah tua tapi masih terlihat cantik.


Tanpa sadar bella berjalan dan langsung memeluk oma kandungnya.


“bella juga kangen omaa, bella sayang oma” ucap bella sambil memeluk wanita paru baya yang menyebutkan dirinya adalah oma bella, bella memeluk wanita tersebut dengan sangat erat, pelukannya sangat hangat dan nyaman sekali berbeda dengan om palsunyaa.


“bella memang tidak kangen juga sama opa, biarkan opa memelukmu juga bella” ucap pria paru baya sambil ikut berdiri, bella melepaskan pelukannya dan beralih ke pria paru baya tersebut.


“bella juga kangen opa, bella juga sayang opa” ucap bella dengan nada serak pertanda ia akan menangis lagi.


“cucu opa bukan orang cengeng seperti ini, cucu opa adalah orang yang kuat dan tangguh” ucap opa sambil menghapus air mata yang siap menetes dimata indah bella.


“iyaa bella janji ga cengeng lagi ko” ucap bella berusaha tersenyum tulus.


“ini baru cucu opa, sudah waktunya kamu kembali sayang banyak orang yang menunggu kamu bangun” perintah opaa sambil tersenyum.


“t tapi bella mau disini aja opa, bella mau sama kaliaan saja bella ga mau terpisah dengan kalian lagi” jawab bella dengan mata yang kembali berkaca kaca.


“dengar sayang tempatmu bukan disini, kamu harus kembali menjadi putri keluarga raymod” sambung daddy dengan nada sendu.


“t tapi bella takut keluarga raymod tidak menerima bella, ketika mengetahui bella bukan risa asli dan bella juga masih merindukan kalian” ucap bella sambil menunduk dan meremas gaun putih yang dikenankannya.


"tidak usah perlu takut bella, papi yakin mami sama kedua abang kamu bakal menerimamu, keluarga raymod pasti akan menerimamu bella, ceritakan saja kebenaranya kepada kepada mami, rico dan arion" ucapan tersebut bukan berasal dari daddy bella melainkan papi risa, ia mengelus kepala bella dengan lembut.


“kamu sudah papi anggap seperti putri papi sendiri bella, kau harus bahagia mulai sekarang, jadilah putri kecil dikeluarga raymod mulai sekarang menggantikan risa, menempati tubuh risa dan berbahagialah dengan keluarga raymod” sambung papi risa lagi dengan senyum tulus.


“tapi bagaimana dengan risa, papi.” ucap bella pelan sambil memandang papi risa dengan ragu.


“risa akan bersama papi dan keluargamu di sebrang jembatan tadi bella, kau harus menempati tubuhku dan menciptakan kebahagiaanmu bersama mami, abang rico dan bang ario serta orang tersayangmu mulai sekarang, kau harus bahagia dan aku akan menjaga keluargamu.” ucap risa asli sambil tersenyum manis.


Daddynya bella juga bercerita bahwa papinya ini orang kepercayaan opa bella, ia meninggal karena berusaha menyelamatkan opaa.


“tapi bella mau disini bersama kalian” lirih bella dengan air mata yang sudah mengalir dipipi.


“sayangnya mommy dengarkan mommy ya, bella dengan mommy dan yang lainnya sudah beda alam, kau tidak bisa tinggal bareng kami sayang kau harus pergi kealam tempatmu sekarang.


Karena semua orang menunggu kamu bangun sayang, mereka menunggumu dengan setia terutama mamimu itu ia tidak henti hentinya menangis dan berdoa untuk kesadaranmu.


Kembalilah bella, mulai sekarang jadilah Anindira clarissa raymod, mommy berserta yang lain berharap kamu bahagia setelah menjadi risa nantinya.


Mommy dan yang lainnya pengen sekali melihat kamu bahagia, kamu harus bahagia mulai sekarang anggaplah keluarga raymod seperti keluargamu, mommy dan yang lainnya sayang denganmu” ucap mommy panjang lebar sambil meluk bella erat, sebenarnya dia tidak mau membiarkan putrinya ini pergi tapi ia tidak boleh egois.


“hikss mommy nanti bella akan merindukanmu, bella janji akan bahagia terus nantinyaa.” isak bella pasrah sambil membalas pelukan erat mommynya untuk terakhir kalinya.


“sudah waktunya kamu pergi bella, kamu ga bisa berlama lama disini” ucap daddy sambil tersenyum tulus, bella melepaskan pelukannya dengan mommy lalu berganti dengan memeluk daddynya.


“Iya bella akan pergi, tapi daddy. Daddy bukan orang yang lemah bella bangga memiliki daddy seperti ini, jadi daddy ga perlu minta maaf” lirih bella sambil menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang daddnya. ‘bella pastikan keluarga smith merasakan hal yang sama dad batin bella dengan dendam yang mendalam.


‘seberapa banyak rahasia yang tidak gue ketahui, tapi tidak masalah gue bakal membokar rahasia ini satu persatu' batin bella sambil menyeringai, dendamnya pada keluarga smith semakin menjadi, bahkan ia rasakan dendamnya ini sudah semakin mendarah daging.


Sebenarnya hati theo dan yang lainnya sakit melihat penderitaan yang dialami bella yang membuatnya menjadi seperti ini.


Theo merasa gagal menjadi seorang ayah yang tidak bisa berbuat apa apa dan harus menyaksikan pertumbuhan anak perempuannya yang mendapatkan siksaan terus menerus dari keluarga yang telah memusnakan keluarganya.


Setiap kali keluarga bagaskara menyaksikan bagaimana bella disiksa dari atas sana, membuat mereka menangis, hati mereka terasa sesak dan sakit melihat putri serta cucu mereka diperlakukan seperti itu.


Mereka semua cuman bisa berharap bella menemukan segera kebahagiannya tapi nyatanya tidak, bella harus mati ditangan keluarga smith.


Tapi mereka bersyukur jiwa bella berpindah ketubuh risa, putri dari orang kepercayaan ayanya.


Bella melepaskan pelukannya dengan daddnya, lalu bergantian memeluk opa dan omanya dengan sebuah rasa yang tidak rela, tapi mau bagaimana lagi ia harus ikhlas, lalu bella beralih ingin memeluk papi risa.


Bella sempet ragu tapi melihat papi risa yang merentangkan tangannya membuat bella langsung memeluknya erat, ia sudah menganggap pria paru baya ini sebagai papinya.


“anggaplah keluarga raymod seperti keluargamu bella, papi harap kamu bisa menjaga keluarga raymod untuk papi” ucap papi kepada risa saat memeluk bella erat.


“bella janji akan menjaga keluarga raymod” janji bella kepada pria paru baya yang dipanggil papi ini.


“papi percaya denganmu, papi titip salam buat mamimu dan abang-abangmu bella, bilang kepada mereka bahwa papi dan risa sangat sayang menyayangi serta merindukan mereka, papi yakin mereka akan menerimamu sayang” sambung papi dengan nada lembut.


Bella melepaskan pelukannya dan beralih ke menatap risa sebentar, lalu memeluk gadis tersebut.


“terimakasih sudah mengizinkan gue buat menempati tubuh lo sa, terimakasih banget gue sama risa, gue mohon titip keluarga gue dan gue juga bakal menjaga keluarga lo seperti menjaga keluarga sendiri.” ucap bella sambil memeluk risa erat.


“iya aku berterimakasih juga, aku telah menganggap kamu seperti kakaku sendiri bella, aku berharap kamu bisa menjaga keluarga raymod seperti janjimu sendiri dan menyayangi mereka seperti menyayangi keluargamu sendiri” ucap risa sambil membalas pelukan bella.


Bella melepaskan pelukannya pada risa menantap gadis didepannya dengan senyum manis lalu mundur beberapa langkah dan menatap mommy, daddy, oma, opa, papi dan risa dengan pandangan sendu.


“bella sayang kalian dan akan selamanya menyayangi kalian” ucap bella tersenyum manis, ia merasakan kesadarannya seperti ditarik paksa.


“kami juga menyayangimu bella dan ingatlah untuk selalu bahagia bella” ucap mereka serempak sambil tersenyum manis melihat bella.


Lama kelamaan kesadaran bella menipis ia merasakan seperti sesuatu menarik paksa kesadarannya dan hatinya merasakan perpisahan yang sangat menyedihkan, bella menatap mereka untuk terakhir kalinya.


...


“mami makan dulu nanti ya nanti risa sedih mengetahui mami tidak mau makan” ucap karlina yang baru saja datang dan melihat maminya risa yang belum menyentuh makanan yang tadi pagi ia bawa kesini sebelum berangkat kekantor.


Sudah dua minggu lebih rutinitas mengujungi risa sebelum berangkat kekantor adalah hal yang baru bagi karlina, ia tidak lupa membawakan sarapan untuk maminya risa.


Tapi maminya risanya jarang sekali menyentuh sarapan yang dibawakan karlina jika ditanya alasan mami ga makan, ia bilang.


“mami ga laper lina”


“risa saja belum sarapan mami ga mungkin sarapan duluan”


Itu adalah alasan yang sering digunakan maminya risa, karlina hanya bisa menghelakan nafas panjang.


“h haus” tiba tiba suara lemah seseorang menganggetkan mereka berdua yang berada di ruangan rawat inap VVIP.


Sontak keduanya langsung menatap brangkar berisikan risa, mereka bisa melihat jika risa sudah siuman, mereka segera menghampiri berangkar tersebut.


“kamu sudah sadar sayang” ucap mami dengan bahagia, dan air mata kebahagian turun membasahi pipinya mami.


“syukurlah akhirnya lo sadar, sa ini minum dulu” ucap karlina tersenyum manis lalu memberikan minum ke mami risa, lalu menaiki brangkar yang risa tempati tersebut agar lebih tegak sedikit memudahkan risa untuk meminum.


Lalu mami memberikan minum yang berada ditangannya kepada risa dan membantunya memegang gelas karena melihat tangan risa yang gemetaran.


“terimakasih sudah menungguku” ucap risa pelan setelah minum dan menatap kedua orang didepannya dengan senyum manisnya.


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL AUTHOR YANG INI YA :))