Queen Of Black Angel'S

Queen Of Black Angel'S
Awassss....



Skip Malam ๐ŸŒ›๐ŸŒŸ๐ŸŒ›๐ŸŒŸ


Hari semakin malam mereka masih saja terus berjalan entah kemana.


"Udah dek kamu istirahat dulu, kakak mau beli makanan. Kamu pasti lapar kan? Dari tadi siang belum makan."


"Emang kakak masih punya uangnya?"


"Emmm iya. kakak masih punya, ya udah kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana. ok?"


Tammy mengangguk dan membiarkan kakaknya pergi dari hadapannya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Kakak tidak makan?" Tanya Tammy ketika dirinya sudah makan dan kakaknya hanya memandangnya saja..


"Kakak tadi udah makan, soalnya tadi kakak nggak tahan lapar, Jadi kakak makan duluan. Maafkan kakak ya, jadi ninggalin kamu makan." Claudia membuat alasan yang masuk akal kepada Tammy..


Kenyataannya, Claudia belum juga makan, karena uangnya tak cukup untuk membeli 2 makanan, dan hanya cukup membeli 1 bungkus. Ia menahan laparnya, cukup melihat Tammy yang memakan di depannya saja sudah membuatnya tidak lapar..


Tammy mengangguk, "Tidak apa kak, yang penting kakak juga sudah makan."


Beberapa saat kemudian Tammy selesai memakan makanannya. Kemudian mereka memutuskan untuk bermalam di sini saja, di kursi panjang taman.


โ„โ„โ„


Hembusan angin malam di tengah malam yang begitu dingin, membuat Tammy terganggu dalam tidur lelapnya karena kedinginan..


Tammy melihat kakaknya yang sudah tertidur dengan lelapnya.


"Kak Claudia?"


Dan seketika Claudia mengerjapkan matanya, dan yang ia lihat pertama adalah adeknya yang berbaring di pangkuannya. "Iya ada apa dek?"


"Aku kedinginan Kak," Ucap Tammy


"Emmm" Claudia berfikir.


"Sini peluk kakak supaya nggak kedinginan ?"


Tammy mengangguk pelan dan langsung memeluk kakaknya. Dan Tammy merasakan ada suatu kehangatan dan kenyamanan apabila di pelukan kakaknya, lebih hangat daripada memakai sebuah selimut.


Dan seketika Tammy kembali terlelap.


Claudia tersenyum melihat adeknya terlelap dalam pelukannya. "Tammy, suatu saat nanti pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kamu harus bertahan dan kuat. Maafkan kakak jika kakak tak bisa menemanimu sampai kamu sukses kelak."


*****


Skip Pagiโ›…๐ŸŒค


Pagi hari yang cerah sang surya telah menampakkan sinarnya hingga sinarnya menyoroti mata seseorang gadis, sehingga membuat gadis itu terpaksa harus mengerjapkan matanya, dan hal pertama yang ia lihat adalah seseorang yang tak lain adalah muka polos adeknya..


"Uumm sudah pagi rupanya." Claudia ingin membangunkan Tammy, tapi ia urungkan niatnya karena melihat Tammy yang kelihatannya masih sangat lelah..


"Aku harus cari kerja supaya aku dan Tammy bisa makan, uangku sudah habis." Gumamnya, lalu Claudia mengubah posisi tidur Tammy pelan


agar tidak membangunkannya.


"Kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana sebelum kakak kembali, kakak tinggal bentar, kakak mau cari kerja supaya kita bisa makan." Lirihnya sambil mengecup kening adeknya.


Entah mengapa perasaan Claudia tidak enak, dia seperti enggan untuk meninggalkan Tammy sendirian dalam keadaan tidur. Tetapi ia harus segera mencari makan. Dan akhirnya Claudia meninggalkan Tammy sendirian di taman itu..


โ˜˜โ˜˜โ˜˜


"Astaga aku ketiduran." Ucap Tammy kaget lalu memposisikan dirinya untuk duduk.


Kemudian ia baru menyadari kalau di sampingnya tidak ada kakaknya yang sudah memeluknya semalam.


"Astaga kemana kak Claudia? Kok nggak ada, apa dia ninggalin aku? Enggak itu nggak mungkin, kakak sudah janji nggak akan ninggalin aku." Tammy berfikir positif


"Aku sebaiknya mencari kakak saja."


Tammy langsung berlari berteriak mengelilingi taman itu dengan perasaan takut sambil sesekali memanggil nama kakaknya. Takut kakaknya akan pergi meninggalkan dirinya sendirian. Ia sudah mencari kakaknya tetapi tak kunjung menemukannya.. Taman itu masih terlihat sepi.


Yang mana membuatnya semakin takut dan khawatir. Ia memutuskan untuk mencari ke arah jalan raya.


Ia terus berteriak memanggil nama kakaknya tanpa henti-henti dan tanpa sadar ia menyebrangi jalan tanpa menyadari kalau ada sebuah mobil melaju cepat dari arah belakangnya, ia masih tetap fokus pada teriakannya


Dan bersamaan dengan itu pula, Claudia melihatnya dari kejauhan ia kaget saat ada sebuah mobil melaju sangat kencang ke arah adeknya, seperti ingin menabraknya.


Claudia berteriak, "TAMMYYY AWASSS."


Tammy mendengar ada suara yang familiar memanggilnya. Ia menoleh ke arah orang yang memanggilnya.


"Kak Claudia?" Gumamnya lirih. Dirinya masih tak menyadari kalau ada mobil yang melaju cepat ke arahnya.


Namun beberapa detik kemudian Tammy menyadarinya dan terkejut. Seolah kakinya tak bisa digerakkan untuk menghindar, Tammy memejamkan matanya menutup telinganya rapat rapat sambil berteriak. "AAAAAAA BUNDAAA.... KAKAK,"


"TAMMYYYY," Claudia langsung menjatuhkan makanan yang ia bawa dan berlari ke arah Tammy sebelum ia tertabrak..


"Aaaaaaaa." Tammy kembali berteriak kala melihat mobil akan semakin dekat menabraknya.


BRUGG


Claudia langsung mendorong tubuh Tammy hingga kepala Tammy terbentur jalanan aspal itu dan mengeluarkan banyak darah segar, dan lebih nya lagi kakinya terserempet mobil yang tadi hampir menabraknya..


"Aaaaaaa." Claudia berteriak


Alhasil yang tertabrak adalah Claudia, mobil itu menabrak Claudia hingga Claudia terpental entah kemana.


BRUUGG


Mobil yang tadinya menabrak langsung pergi begitu saja. Entah mobil itu segaja menabrak atau tidak.


Jalanan di situ masih terlihat sepi, sehingga tak ada yang melihat kejadian kecelakaan itu


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Mansion Keluarga Pratama


Pyarrr!!


Suara gelas terjatuh terdengar di meja makan.


"Astaga, ada apa ini. Kenapa perasaanku tidak enak. Seperti terjadi sesuatu terhadap Claudia dan Tammy!" Ucap Surya merasakan perasaan tidak enak tentang putri-putrinya.


"Ayahh!!" Teriak Satria yang baru saja turun dari kamarnya.


Surya kaget. "Hey kenapa sayang. Kok teriak-teriak?" Tanyanya lembut pada putranya.


"Ayah aku mimpi buruk tentang Kak Claudia sama Tammy, Yah!" Ucap Satria panik.


"Astaga apa terjadi sesuatu sama mereka. Semoga saja tidak!" Batinnya berfikir positif.


Tak ingin membuat putranya khawatir, Surya langsung menenangkannya. "Tenanglah, nak. Itu hanya mimpi. Jangan berfikiran yang tidak tidak."


"Tapi aku khawatir pada mereka, Ayah."


"Tenanglah, berdoa saja semoga tak terjadi apa-apa dengan saudara-saudara mu."


Ck! Ternyata kau masih ingat juga ya kepada anak-anak yang telah kau sakiti. Ku pikir sudah lupa๐Ÿคฃ


๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹


Cittt....


Tiba-tiba ada sebuah mobil mengerem mendadak di jalanan yang masih sepi itu,


"Astaga Pa!! Jangan berhenti mendadak." Ucap seorang wanita


Yang mana membuat dua orang anak yang di belakang juga ikut kaget.


"Astaga Papa,, kalau mau ngerem jangan mendadak Pa, handphone Kevin jadi jatuh kan." Kesal seorang anak laki-laki yang bernama Kevin.


"Iya nih. Erik hampir aja kejedor." Ucap anak yang satunya lagi tak kalah kesal, namanya Erik.


"Iya, iya Maaf. Nanti Papa ganti handphone kamu," Ucap sang Papa kepada putranya yang duduk di belakang..


"ฤชe, ini HP Kevin tak apa-apa. Kalau rusak aku bisa pinjam ke kakak."


"Dihh kok kakak dibawa-bawa." Protes sang kakak tak terima


"Udah deh jangan mulai," Ucap sang Mama


"Ya udah ayuk lanjut jalan lagi, Pa."


"Chottomatte. Itu ada apa ya rame-rame?" Sang Papa menunjuk ada segerombolan orang yang ada di pinggir jalan..


"Ya udah Pa biar aku cek dulu." Ucap nya mencegah suaminya


"Biar Erik sama Kevin aja deh Pa, Ma." Ucap anak yang bernama Erik.


"Lah kok Kevin sih, kalau kakak mau kakak aja sana," Protes Kevin.


"Kalu ka---,"


"Ah Iya Iya... Kevin mau, ayo cepat sebelum Kevin berubah pikiran," Kevin yang tau fikiran kakaknya langsung memotongnya..


Mereka langsung menghampiri orang-orang yang sedang berkumpul..


"Emmm maaf Pak, itu orang pada kenapa Pak?" Tanya Erik kepada seorang Bapak yang baru saja keluar dari kerumunan itu..


"Itu nak, ada anak kecil perempuan kecelakaan."


"Astaga, Terus kenapa orangnya nggak ditolongin Pak?" Tanya Kevin.


"Ini dek kita mau cari kendaraan yang lewat sini tapi. Kalau nggak pakai kendaraan akan lama sampai dek, soalnya jarak dari sini ke rumah sakit jauh." Jelas Bapak itu.


Erik mengangguk, "Boleh aku lihat Pak?"


"Ooh ya silakan nak."


...Bersambung...


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Jangan lupa buat:


๐ŸŒน Like


๐ŸŒน Vote


๐ŸŒน Tambah favorit


๐ŸŒน Komen


JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI YA.


Dลmo arigatลgozaimashita โ˜บ๐Ÿ™