
Tammy menjelaskan semuanya ke kakaknya tanpa mau melepaskan pelukannya kepada kakaknya. Tammy bercerita dengan bulir air mata yang terus keluar dari sudut matanya. Ia menceritakan semua dari waktu ia keluar kamar hingga ia keluar rumah, Claudiaa selalu setia mendengarnya, setiap kata yang dilontarkan dari mulut Tammy, ia memahaminya..
"Udah ya... Kamu tidak usah sedih lagi, ada kakak di sini. Jangan keluarkan air matamu dengan sia-sia." Claudia menenangkan adeknya yang sesenggukan..
"Iya kak, kak Claudia janji ya, nggak akan ninggalin Tammy." Ucap Tammy lirih.
"Kakak akan berusaha itu, kakak akan berusaha untuk selalu ada di samping kamu dan menjagamu." Ucap Claudia..
Tammy terdiam..
"Oya kakak lupa," Claudia mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya.
"Ini tadi pagi Bunda nitip ini kepadaku untuk dikasih ke kamu," Ucapnya memberikan sebuah amplop berwarna putih kepada Tammy..
Tammy menerimanya, "Ini isinya apa kak?"
"Kakak juga nggak tau, kakak belum membukanya."
Tammy langsung membukanya dan didalamnya ada selembar surat. Tammy langsung membacanya
Isi Surat.
Untuk Putriku, Tammy
๐ฉ๐ฉ Hallo Tammy, pasti sekarang kamu bahagia sekali kan? Bahkan Bunda juga merasakan sangat bahagia..
Hari ini adalah hari ulang tahunmu, tanggal dan bulan dimana kau dilahirkan, selamat ya sayang.
HAPPY BIRTHDAY SAYANG ๐๐
TAMMY ANDHARA PRATAMAโค
Maafkan Bunda kalau seandainya Bunda tak bisa hadir di pesta ulang tahunmu yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya..
Bunda sudah bahagia melihat mu bahagia.
Bunda cuman berpesan, jadilah anak yang kuat, jangan cengeng. Jangan biarkan dirimu ditindas.
Jika kelak Bunda tidak ada lagi di sampingmu kamu jangan sedih, Bunda akan selalu ada di hatimu..
Sekali lagi Selamat ya sayang, Selamat Ulang Tahun semoga bahagia selalu..
Restu Bunda selalu menyertaimu nak.
I love you Tammy
By: Bunda Clara..
Tammy yang baru saja membaca surat itu kembali memeluk kakaknya dan menangis..
"Hiksss.... kakak....kenapa Bunda ninggalin Tammy....hiksss." Tammy menangis memeluk erat kakaknya..
"Hei kamu nggak boleh cengeng, jangan nangis Bunda akan sedih jika melihat kamu nangis gini, udah nggak usah nangis. Jadilah anak yang kuat." Claudia mengusap punggung Tammy.
"Bunda tak pernah pergi ninggalin kita, Bunda selalu ada di hati kita, kau harus ingat itu."
Tammy mengangguk. "Iya kak aku akan selalu mengingatnya."
๐ ๐ ๐
Mansion Keluarga Pratama
Sementara itu, Clara baru saja selesai di kebumikan. Suasana berduka menyelimuti keluarga itu.
Namun sayangnya orang tua dari pihak Surya tidak mau datang, entah itu apa alasannya. Surya sudah berkali-kali menghubungi orangtuanya tapi berkali-kali juga tidak di angkat oleh orangtua Surya, kemudian Surya menghubungi asisten pribadi orangtuanya tapi mereka mengatakan kalau orangtua Surya tidak mau datang.
Berita meninggalnya Clara tersebar luas, maupun di televisi ataupun sosial media. Yang lebih parahnya lagi meninggalnya Clara menurut media disebabkan karena anaknya, Tammy. Hal itu membuat nama Tammy rusak di mata orang-orang. Tetapi karena Tammy tak pernah muncul di media sebelumnya membuat posisi Tammy aman di luar sana, karena masyarakat tak mengetahui seperti apa wajah anaknya..
Sedangkan Tasya dan Shela mereka lagi tertawa bahagia karena mereka berhasil melenyapkan Clara, dan juga mereka senang karena 2 orang anaknya sekaligus pergi dan di usir.
"Ehh tapi gimana kalau apa yang dikatakan Tammy tadi benar gimana ma, dia akan balas dendam kepada kita. Mama ingat tadi Tammy mengatakan apa sebelum pergi?" Ucap Shela yang mulai khawatir..
"Yaa mama ingat, tapi kamu tenang saja, Tammy itu orang bodoh, dia tak tahu apa-apa, dia hanya anak kecil yang bodoh dan polos, dia tak bisa melakukan apa-apa, kau ingat itu."
Ucapan Mamanya membuat Shela lebih tenang, "Tapi gimana dengan kakaknya yang ikut dengannya, apalagi kan dia seorang artis, Ma."
"Kamu tak usah terlalu khawatir, tanpa bantuan ayahnya makan karirnya akan hancur, dia tidak akan lagi bisa menjadi artis tanpa ayahnya."
Shela terdiam...
"Huhu sudah lah, kau tidak usah terlalu memikirkannya, kita sekarang bersenang-senang saja merayakan kemenangan kita sayang," Ucap Tasya membuyarkan fikiran Shela..
๐ธ๐ธ๐ธ
Tammy & Claudia
Mereka terus saja berjalan kemana langkah kaki membawanya pergi, mereka juga tidak tau harus pergi ke mana, yang jelas ia harus tetap terus berjalan.
Yang mana membuat Tammy merasa lelah dan lapar karena dari tadi ia tak mengisi perutnya..
"Tammy lapar kak, dari tadi Tammy belum makan. Tapi Tammy tak membawa uang, bagaimana kita bisa beli makan?"
"Kamu tenang saja, kakak tadi membawa uang, walaupun cuman sedikit. Kamu laper kan? ya sudah kakak beliin kamu makanan dulu, kamu duduk di sini dulu, ok?"
Beberapa saat kemudian Claudia kembali dengan dua bungkus makanan. Claudia menyuruh Tammy untuk memakannya. Dan Tammy memakannya
Walaupun makanan pemberian kakaknya itu rasanya aneh tetapi dia tetap memakannya, dia tidak mau membuat kakaknya kecewa dan juga ia sudah sangat lapar. Jujur saja, Tammy belum pernah makan apa yang ia makan sekarang.
Saat keduanya sudah selesai makan, mereka melanjutkan perjalanannya
******
โโ๐๐
Hari semakin siang dan mereka terus berjalan entah kemana, beberapa jam kemudian Tammy kembali merasa letih dan lelah. Claudia menyuruh Tammy untuk istirahat sejenak di kursi pinggir taman kota, karena saat ini mereka berada di dekat taman...
"Kamu duduk di sini dulu, kakak beli sesuatu dulu," Ucap Claudia.
Tammy mengangguk.
Claudia menyebrangi jalan dan menuju sebuah warung yang ada di dekat pinggir jalan itu. Kemudian ia membeli sesuatu dan langsung kembali lagi.
"Nih buat kamu dek," Claudia menyondorkan sebuah botol air mineral ke arah Tammy..
Tammy menerimanya, "Trimakasih kak, kakak tau aja kalau aku haus."
Tammy melihat kakaknya yang hanya melihat dirinya, "Kakak nggak minum? Nih buat kak Claudia, aku sudah tidak haus lagi."
Claudia menggeleng, "Buat kamu aja, kakak tadi udah minum bayak."
"Beneran?"
"Yes."
Tammy hanya mengangguk paham, lalu kemudian meminumnya lagi.
"Kakak punya sesuatu buat kamu, dek."
"Apa kak?" Tammy bertanya.
"Tutup mata dulu." Perintah Claudia..
Tammy melakukannya..
5 detik kemudian Claudia menyuruh Tammy membuka matanya
"Buka dek matamu,"
Dan bersamaan Tammy membuka matanya,
Claudia meletuskan sebuah balon yang berisi serpihan kertas-kertas di atas kepala Tammy yang akan membuka matanya
Claudia langsung berteriak dengan kencangnya. "HAPPY BIRTHDAY ADEKKU SAYANGG."
Yang mana itu membuat Tammy tersentak kaget, bukan kaget karena letusan balonnya, tapi ini Tammy kaget bahagia.
Tammy diam membisu...
Sekali lagi Claudia mengatakan, "Selamat Ulang Tahun Tammy sayang."
Tammy masih terdiam...
"Nih kakak beliin hadiah buat kamu, Lollipop. Maafkan kakak, kakak hanya bisa membeli ini untukmu." Claudia menyodorkan sebuah permen ke Tammy dengan senyuman manisnya.
Tammy masih terdiam, tak terasa sudut matanya mengeluarkan bulir beningnya. Claudia yang melihat itu pun merasa khawatir..
"Heyy dek kamu kenapa? Kok nangis, maafin kakak ka-----," Ucapan Claudia terpotong..
Tammy langsung mengambil lolipop yang ada di tangan kakaknya dan langsung memeluknya erat. "Makasih kakak, aku sangat senang, trimakasih. Walaupun kakak cuman memberiku sebuah permen, tapi aku mengartikannya lebih dari sebuah permen. Maafkan Tammy, Tammy selalu merepotkan kakak."
Tammy membalasnya. "Sama-sama, kau tak pernah merepotkan kakak, justru kakak senang,"
Yang mana itu membuat Tammy mengeratkan pelukannya sambil berkata, "Trimakasih kak."
"Heyy ayolah dek, berhenti berterima kasih kepadaku,"
"Aku tak bisa berhenti mengucapkan terimakasih kepada kakak. Aku akan selalu mengingat ini." Ucap Tammy dalam hati.
...Bersambung...
๐บ๐บ๐บ
Jangan lupa buat:
๐น Like
๐น Vote
๐น Tambah favorit
๐น Komen
JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI YA.
Dลmo arigatลgozaimashita โบ๐