Queen Of Black Angel'S

Queen Of Black Angel'S
Mungkin Hari Bahagia



3 bulan kemudian


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan kini sudah tiga bulan Tasya dan anaknya Shela tinggal di mension keluarga Pratama..


Hubungan antara sepasang tiga saudara dengan Shela awalnya baik-baik saja, mereka pun juga lama kelamaan menyayangi Shela seperti saudara mereka sendiri.


Mereka selalu bermain bersama, bercanda tawa dengan penuh kebahagiaan. Walaupun salah satu dari mereka sering tak bersama terutama dengan Claudia. Ia mulai di sibukkan dengan kegiatan syutingnya yang semakin padat. Ia sering diundang untuk membintangi suatu sinetron atau drama, Yaa di usianya yang masih 10 tahun karirnya pun mulai berkembang. walaupun begitu ia berusaha semaksimal mungkin untuk membagi waktu bermain dengan adek adek nya..


Namun seiring berjalannya waktu sikap Shela berubah, dan Tammy, Satria, maupun Claudia tak menyadari perubahan sikap Shela, kerena apabila di depan mereka maka Shela akan bersikap baik,


Entah bagaimana dan darimana sikap Shela berubah lama kelamaan. Tapi terkadang ada perasaan iri di dalam hati Shela terhadap Tammy, Tammy yang mendapatkan segalanya termasuk kasih sayang seorang ayah, kakak-kakak nya itulah yang membuat Shela merasa iri. Shela ingin sekali menggeser posisi Tammy


Tasya? Tasya bekerja dengan baik selama ini di mansion keluarga Pratama, dan keluarga Pratama memperlakukan Tasya dengan baik, bekerja dgn selayaknya.. Namun siapa sangka jika di balik semua itu ada niat terselubung, ia juga sering menghasut Shela agar membenci Tammy,dan bersikap baik bila di depannya. karena Tasya juga tidak suka dengan Tammy...


🌹🌹🌹


Skip Pagi☀☀


Hari ini mungkin akan menjadi hari bahagia Tammy karena hari ini hari ulang tahunnya yang ke 9 tahun


Keluarga Pratama sedang di meja makan, mereka berkumpul untuk sarapan bersama kecuali Tammy, dan Claudia. Claudia yang ada jadwal syuting pagi, sementara Tammy yang belum bangun..


"Sayang kamu bangunin Tammy gih, suruh sarapan dulu, nanti kan kita mau siapin kejutan buat Tammy, hari ini ultahnya kan?" Ucap Surya kpd istrinya..


"Oh iya ya aku hampir melupakan sesuatu tentang hari bahagianya adikku tersayang. Yah, Bund nanti kita bikin pesta yang meriah dan megah ya untuk Tammy seperti yang punya Satria 2 bulan lalu, kita bikin pesta kejutan ya yah bund, kalian mau kan? Celetuk Satria..


Tammy, Satria, dan Claudia memang ulang tahun secara berurutan tiga bulan yang lalu uang tahun Satria yang ke 9 tahun, kemudian lima minggu kemudian ulang tahun Claudia yang ke 10 tahun, dan ulang tahun Claudia dan Satria pun dirayakan dengan pesta yang megah dan meriah. Dan sekarang adalah bagian ulang tahun Tammy.


" Iya nanti Ayah sama Bunda yang siapin, buat pesta ulang tahun Tammy yang tak pernah terlupakan, bahkan klo mau lebih megah dari pesta yang punyamu dan kakakmu." Balas Surya terkekeh..


"Udahlah,, Bunda mau bangunin Tammy dulu." Clara langsung menuju tangga dan berjalan naik ke lantai 2, kamar Tammy..


"Ayah kita ketaman belakang rumah yukk, sambil nunggu Tammy turun," Ajak Satria..


"Boleh juga tuh, sayang nanti kalau Tammy udah turun panggil kita ya." Teriak Surya kpd istrinya.


"Iya," Balas Clara sambil manaiki tangga lantai 2.


Sementara dari kejauhan ada yang mendengar pembicaraan mereka dari tadi..


"Heemm, sepertinya ini waktu yang tepat sekali, tepat di hari ulang tahun anak sialan itu baiklah ini akan menarik, akanku buat hari yang tak pernah terlupakan oleh anak sialan itu, bersiaplah anak sialan." Batinnya menyeringai.


Skip Kamar Tammy


Begitu Clara sampai di depan pintu kamar Tammy, Clara langsung mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban dari si pemilik kamar akhirnya Clara langsung masuk, kebetulan pintunya tidak dikunci oleh Tammy, setelah masuk Clara melihat putrinya masih tertidur pulas sambil memeluk gulingnya..


Clara mendekat ke arah ranjang putrinya, "Tammy sayang ayo bangun ini udah siang kita sarapan bareng," Clara menepuk-nepuk pipi Tammy pelan.


"Uumm Bund nanti 5 menit lagi." Ucap Tammy dengan setelah sadar.


Clara tetap terus menerus menepuk pipi Tammy pelan. "Nggak ada lima menitan, mau bareng atau tinggal?"


Tammy menggeliat, "Ish Bunda nggak bisa sabar apa?" Kesal Tammy lalu bangun..


Tammy duduk di tengah ranjang mengumpulkan nyawanya, "Kak Claudia sarapan bareng nggak Bund?"


"Kakak selalu begitu, pamit dulu kek sama Tammy, main pergi pergi aja," Gerutu Tammy


Clara menggelengkan kepalanya, "Bunda mau ngasih sesuatu ke kamu, sini duduk dekat Bunda,"


Tammy menggeser posisi duduknya di pinggir ranjangnya di dekat bundanya, "Ada apa Bunda?" Tanyanya..


Clara mengeluarkan sebuah kalung dan memberikannya kepada Tammy, "Ini Bunda kasih buat kamu, terimalah."


"Kalung lliontin?" Tammy bingung.


Yaa Clara memberi kalung liontin berbentuk love.


Tammy membuka bandul kalung yang berbentuk love itu dan disana ada foto sebuah keluarga yang sedang tertawa bahagia. Ia mengukir sebuah senyuman di bibir mungilnya..


"Udah sekarang mandi dulu, nanti lagi mandangin nya nanti makanannya keburu dingin. Udah pada nunggu soalnya," Ucap Clara


Tammy menaruh kalungnya di atas kasur dekat bundanya dan berdiri menuju ke almari bajunya, "Ya udah Tammy mau mandi dulu, Bunda tunggu di sini jangan keluar dulu sampai aku selesai mandi ya."


Entah mengapa Tammy tidak mau jika Bundanya keluar dari kamar sendirian tanpa dirinya..


"Bunda tunggu di luar aja, di sofa pinggir kamar kamar kakak kamu," Ucap Clara lembut..


"Ya udah terserah Bunda," Tammy berusaha yakin.


Tammy menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian gantinya..


"Aku merasa akan terjadi sesuatu kepadaku dan putriku." Batin Clara melihat putrinya mengambil baju di lemari kecilnya..


"Ah mungkin karena hari ini hari ulang tahun Tammy, kata mas Surya kan mau bikin kejutan, mungkin karena itu, ya pasti karena itu, Clara kamu jangan mikir yang tidak tidak, ayo berfikir positif apalagi terhadap Tammy." Gumam Clara berusaha mencari hal yang positif di fikiran nya.


Tammy yang melihat bundanya melamun, ia menegurnya, "Hey Bunda kenapa kok Bunda melamun, Bunda sakit kah? Klo sakit Tammy akan bilang ke Ayah supaya Ayah bawa Bunda kerumah sakit." Ucap Tammy dengan nada khawatir, tetapi tidak ada jawaban dari Clara..


Hal itu membuat Tammy menjadi tambah khwatir dan langsung ingin teriak memanggil ayahnya, "Ay,,,, " Teriakan Tammy terpotong karena Clara langsung memeluknya, yang mana membuat Tammy semakin bingung.


Tammy membalas pelukan bundanya, "Bunda kenapa, kenapa Bunda tiba-tiba aneh, apa Bunda tidak apa-apa?" Tanya Tammy pelan tapi Clara masih diam tidak membalas..


...Bersambung...


🌺🌺🌺


Jangan lupa buat:


🌹 Like


🌹 Vote


🌹 Tambah favorit


🌹 Komen


Dōmo arigatōgozaimashita ☺🙏