Queen Of Black Angel'S

Queen Of Black Angel'S
Bundaaa...



Tanpa sadar cairan bening keluar dari matanya, "Mungkin ini akan jadi pelukan terakhir kita putriku, maafkan Bunda sayang kalau nanti Bunda tak bisa hadir di pesta ulang tahunmu, selamat ulang tahun Tammy, putriku tercinta. Maafkan Bunda." Batinnya..


Tammy mendongakkan kepada, ia terkejut melihat Bundanya menangis, "Bunda kenapa nangis, Bunda baik-baik saja kan? ayo jawab Tammy," Tak sadar Tammy juga mengeluarkan cairan bening dari matanya..


Clara pun akhirnya menjawab dan mengusap pipi Tammy yang sudah ada cairan air matanya, "Tidak sayang Bunda tak apa-apa, Tammy jangan nangis ya, sekarang Tammy mandi, Bunda tunggu di bawah sama Ayah dan kakak kamu."


Tammy ragu, "Yakin Bunda baik-baik aja,"


"Iya,, udah jangan pikirkan Bunda sekarang Tammy mandi sana, udah bau tu badan kamu," Ucap Clara terkekeh dan hanya dibalas anggukan oleh Tammy lalu menuju kamar mandi...


Clara memandang Tammy yang lama kelamaan mulai membuka pintu kamar mandinya dan menutupnya, beberapa saat ia mendengar gemercik air yang artinya Tammy sedang mandi di dalam sana


Semakin mendekati pintu keluar kamar jantung Clara semakin cepat berdetak, perasaannya menjadi campur aduk, "Ya Tuhan lindungilah keluarga kami," Batinnya lalu membuka pintu kamar dan keluar kamar Tammy,


Saat baru ingin menduduki sofa itu tangannya di tarik oleh seorang, Clara menoleh siapa yang menariknya itu..


Clara terkejut melihat orang tersebut, "Ta,,, Tasya?"


Tasya tersenyum miring, "Iya ini aku Tasya, Kenapa kaget ya?"


"Kenapa kamu ada di sini Tasya?" Ucap Clara bingung.


Tasya menyeringai. "Yaa terserah aku dong mau dimana, sebentar lagi kan aku mau jadi nyonya di rumah ini, jadi bebas dong aku mau kemana aja."


Clara masih bingung dan mencerna setiap ucapan Tasya barusan, "Maksud kamu apa Sya, aku nggak ngerti." Clara masih berusaha memikir.


"Hahaha kamu terlalu bodoh Nyonya, hingga kau tak tau kalo ada yang menginginkan posisimu sebagai nyonya di rumah ini dan menikmati semua kekayaan calon suami ku nanti," Ucap Tasya tertawa sinis.


"Jadi kau----- " Ucapan Clara terpotong oleh Tasya..


"Iya aku masuk ke keluarga ini karena harta, harta keluargamu, selama ini aku sudah bersabar menjadi seorang pembantu, aku bosan dan saat ini aku ingin menggesar posisimu di rumah ini, dan aku akan melenyapkan dirimu," Ucap Tasya tersenyum sinis..


Clara kaget dan marah, "Kau!! Dasar kau wanita licik, dan aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi, aku akan melaporkan kelicikanmu kepada suamiku supaya kau diusir dari rumah ini dan menjadi gelandangan dan selalu dikejar-kejar preman. Kalau aku tau dari awal maka aku akan langsung mengusirmu." Ucapnya dengan muka yang sudah memerah menahan amarah, dan segera melangkah maju menuruni tangga..


Tasya yang melihat Clara ingin turun dari tangga segera memegang tangannya dan mencegahnya, "Sayangnya semua sudah terlambat Clara. Aku tidak akan membiarkan kau mengadu pada suamimu, sebelum kau mengadu maka aku akan melenyapkanmu terlebih dahulu."


🍀🍀🍀


Di kamar Tammy



Tammy kini sudah selesai mandi dan ganti pakaian sudah siap untuk turun ke bawah sarapan bersama keluarganya.Tammy menuju ranjangnya untuk mengambil kalung liontin pemberian dari bundanya tadi dan memasukkan dalam kantong saku celananya.


Tammy hari ini sangat senang, Tammy melihat kalender yang ada di kamarnya ia tersenyum melihat salah satu angka dilingkari sebuah tinta berwarna pink, yang artinya hari ini hari ulang tahunnya..


Tammy kembali menatap dirinya di depan cermin, merapikan penampilannya, sebuah senyuman manis selalu terukir di bibir merahnya..


🌴🌴🌴


Di luar kamar


"Tasya lepaskan aku," Ucap Tammy memberontak..


Clara kaget tiba-tiba Tasya mengeluarkan pisau tajam, "Kau!! Wanita licik mau apa kau?"


Tasya tersenyum devil, "Hahahaha tamat riwayatmu wanita sialan," Ucapnya sambil mengarahkan pisaunya ke arah Clara..


"Jangan." Teriak Clara. Rupanya keberuntungan tak memihak kepadanya.


Jleb,,,


Sebuah pisau tajam telah menancap di perutnya.


"Argghhh," Clara merintih kesakitan...


"Hahahaha, tenanglah aku akan membuatmu menjadi lebih mudah menjemput ajalmu," Tasya tertawa. kemudian ia mendorong Clara hingga jatuh terguling guling sampai bawah..


Dan bersamaan dengan kejadian barusan, Tammy keluar dari kamarnya, kakinya lemas raut wajahnya sulit untuk diartikan wajah yang tadinya tersenyum ceria sekarang berubah seketika, saat menyaksikan kejadian yang ada di depannya.. Dan ia pun berteriak.


"BUNDA!! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA BUNDAKU, HAH? DASAR KAU PEMBUNUH, KAU TELAH MEMBUNUH BUNDAKU!!!" Ucap Tammy marah..


"Hahaha kalau iya kenapa? Hahaha kamu mau apa, hah? Mau nolongin dia?" tawa Tasya menunjuk ke arah Clara yang sudah terjatuh dari tangga dan tergeletak tak bernyawa di bawah.


"Sudah terlambat karena dia," Tasya menggantung ucapannya kemudian mendekatkan wadahnya ke telinga Tammy, "Sudah M A T I," Ucapnya menekan kata-katanya.


Tasya pergi begitu saja dari hadapan Tammy setelah mengatakan kata-kata itu, Tammy ingin mengejar Tasya tapi ia teringat dengan bundanya yang sudah tak bernyawa itu..


Tammy segera menuruni tangga sambil terus meneteskan air matanya. Saat sudah sampai di hadapan Bundanya kakinya lemas seolah tak bisa menopang tubuhnya..


Tammy menangis sesenggukan, "Bunda kenapa ninggalin Tammy...... hiks.. hiks.... Bunda bangun jangan tinggalin Tammy... Bundaaaa... hikss... hiksss."


Tammy kemudian melihat ada sebuah pisau yang menancap di perut bundanya kemudian ia ingin mencabutnya,,


Dan bersamaan dengan itu pula Surya dan Satria masuk. Mereka terkejut melihat Tammy yang memegang pisau di dekat perut Clara, dan Clara yang sudah tergeletak tak bernyawa di lantai itu, itu membuat Surya dan Satria berfikir bahwa Tammy lah pelakunya..


"TAMMY."


...Bersambung...


🌺🌺🌺


Jangan lupa buat:


🌹 Like


🌹 Vote


🌹 Tambah favorit


🌹 Komen


JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI YA.


Dōmo arigatōgozaimashita ☺🙏