Queen Of Black Angel'S

Queen Of Black Angel'S
9 Years Later



9 Tahun Kemudian


Waktu terus berlalu. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun telah berlalu begitu cepat membiarkan semua orang yang berteriak meminta waktu diputar kembali.


Kini sudah sembilan tahun seorang gadis cantik berambut bergelombang dengan mata berwarna coklat itu tinggal di Jepang.


Banyak yang berubah dengan dirinya, kecantikannya yang semakin hari semakin terpancar membuat kaum Adam ingin memilikinya. Sikapnya yang angkuh, datar, dan dingin selalu mendominasi dirinya.


Dulu seorang yang bisa dibilang masih sangat polos dan belum tau apa-apa, kini dirinya menjadi seorang yang cerdas bahkan bisa dibilang jenius dan tak terkalahkan. Didikan yang diberikan Kakeknya kepada dirinya sungguh dan sangat tegas, ia dididik menjadi seorang penerus dan memiliki jiwa seorang pemimpin..


Yaa, dia adalah Chika, Chika Yoshida Samudra. Seperti namanya Chika, yang artinya dipenuhi dengan kecerdasan.


Dulu diusianya yang baru saja menginjak umur lima belas tahun dirinya sudah lulus S1 di University of Oxford dan mendapat gelar Cumlaude. Kemudian melanjutkan S2 di Harvard University dan mendapat gelar Summa Cumlaude. Impian dari kecil telah terwujud. Dan sekarang usianya sudah delapan belas tahun dan sebentar lagi akan menginjak usia sembilan belas tahun. Sebuah prestasi selalu ia raih.


Sungguh dirinya bukan lagi anak yang polos dan tak tau apa-apa, dirinya bukanlah gadis yang biasa. Gadis itu benar-benar sudah berubah, benar-benar berubah..


Seperti sekarang ini ia sedang menatap sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi miliknya. Gedung itu terlihat jelas dengan tulisan ~Chakar Inc~


Dia bergumam. "Tuhan... Aku dulu memang tidak pernah berfikiran bisa memiliki ini semua. Aku tau, aku bukanlah orang baik seperti yang Engkau bayangkan. Tapi aku tidak akan pernah berhenti berterimakasih kepada-Mu."


Chika, ia berhasil memimpin sebuah perusahaannya sendiri, Chakar Inc. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Bahkan perusahaan itu sudah menduduki tingkat pertama se-Asia mengalahkan keluarganya, hebat bukan? Awalnya, Chika mendirikan perusahaan itu dengan bantuan Papa dan Kakeknya. Sungguh dia juga tak menyangka bisa memiliki hal yang dulu tak pernah ia bayangkan.


Setelah itu dia masuk ke gedung pencakar langit yang bertulisan 'Chakar Inc'. Berjalan angkuh dengan wajah dingin dan datarnya. Memakai baju formal menambahkan kesan cantik pada seorang Chika Yoshida Samudra. Topeng hitam melekat sempurna di wajahnya tak mengurangi kecantikannya.


Para karyawan menunduk hormat ketika sang CEO-nya memasuki perusahaan. Karyawan di perusahaan Chakar Inc lebih banyak seorang wanita daripada pria, hanya sedikit laki-laki tertentu yang bisa bekerja di situ. Tidak sembarang orang bisa bekerja di perusahaan besar itu. Para karyawan tentu memiliki prestasi dan kemampuan tinggi hingga bisa bekerja di perusahaan besar itu.


Membiarkan para karyawan menunduk, Chika segera melangkahkan kakinya menuju lift khusus petinggi perusahaan yang akan membawanya ke lantai tertinggi. Setelah sampai di lantai ttertinggi, disana ada dua ruang. Yang satu ruangan CEO dan yang satu lagi ruang sekretaris.


Chika segera masuk ke ruang CEO, ruangan yang bernuansa warna hitam putih dengan sangat luas dan megah dengan desain interior nya. Menduduki kursi kebesarannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Tok... Tokk.. Tokk


Suara ketukan pintu tak membuat Chika menghentikan pekerjaannya, terlalu serius hingga tak sadar bahwa ada yang mengetuk pintu. Tanpa basa-basi orang yang tadi mengetuk pintu langsung masuk begitu saja


Setelah masuk, lelaki itu langsung mendekat dan menunduk hormat ke arah Chika. "Permisi Nona."


Suara seorang sekretaris sedikit mengagetkan Chika, tapi ia tutupi dengan wajah datarnya. Ia memberikan tatapan tajam kepada sekretarisnya.


"Maaf Nona. Tadi saya sudah mengetuk pintu." Ucapnya Gugup.


Chika diam saja. Karena tak mendapat respon dari sang CEO, sekretaris Hans segera menyampaikan jadwal hari ini kepada sang CEO. "Nona nanti jadwal Anda tak terlalu banyak, hanya jam sepuluh nanti Anda diundang ke acara pesta ulang tahun perusahaan Tanaka Company, dan jam dua siang Anda kedatangan tamu dari Perancis uuntuk menemui Anda. Mereka akan mengajukan kontak kerja sama dengan perusahaan kita."


Chika sedikit mengangguk. "Undangan Pesta Tanaka Company kau saja yang ke ssana. Setelahnya, langsung pulang."


"Saya mengerti Nona. Kalau begitu saya akan menyiapkan berkas untuk nanti. Saya permisi Nona." Pamit sekretaris Hans membungkukkan badannya.


"Hemm."


Sekretaris Hans segera keluar dari ruangan CEO dan menuju ke ruangannya


Karena terlalu serius tak terasa jam menunjukkan pukul dua siang. Chika segera ke ruang ddimana meeting akan dilaksanakan. Meeting berjalan dengan lancar, meskipun Chika menggunakan topeng mereka tak mempermasalahkan itu. Setelah meeting selesai Chika langsung melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Chika benar-benar melewatkan jam makan siangnya, itulah hal buruk yang selalu dilakukan oleh Chika akhir-akhir ini. Bila sudah mengurus perusahaan maka ia akan lupa makan. Bahkan terkadang seharian penuh tak makan.


Tak terasa jam makan malam tiba. Chika segera pulang karena pasti keluarganya sudah menunggu kepulangannya.


Dan benar saja di meja makan sudah ada keluarganya yang tengah menunggu dirinya.


"Malam Semua." Chika langsung mendudukkan dirinya di kursi yang sebelah kanan ada adeknya sedangkan kiri ada kakaknya.


"Malam."


"Sayang kamu pasti tadi tidak makan siang kan? Muka kamu kelihatan pucat sekali." Ujar Tania khawatir.


"Tidak Ma, Aku tadi sibuk, aku lupa jam makan siang. Mungkin aku hanya kelelahan."


"Sesibuk-sibuknya kamu. Kamu harus tetap meluangkan waktu untuk makan. Itu sangat penting untuk kesehatanmu." Berkali-kali Tania menginginkan Chika tentang itu.


"Iya Ma."


"Iya iya nanti diulangin lagi." Cibir Kevin


"Biarin."


"Sudah sekarang makan. Nanti keburu dingin." Agam menengahi.


Mereka langsung melanjutkan acara makan malamnya dengan keheningan hanya suara sendok dan garpu yang memecah keheningan.


Semenjak kejadian kurang lebih satu tahun lalu, Porsi makan Chika beberapa bulan terakhir ini menurun, itu yang mmembuat Agam dan Tania khawatir dengan keadaan Chika.


Setelah selesai dengan makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, hanya untuk sekedar bercengkrama dengan keluarga kecilnya. Menambah kehangatan dan kebahagiaan keluarga kecil itu. Hal inilah yang membuat Chika bahagia, berkumpul dengan keluarganya meskipun bukan keluarga kandung tetapi mereka saling menyayangi satu sama lain.


Dibalik sifat Chika yang datar dan dingin, tetapi dirinya selalu bersikap hangat kepada keluarga nya..


"Pa, Ma aku mau izin ke Indonesia ya." Chika meminta izin kepada kedua orangtuanya.


"Bukan begitu Pa. Aku betah tinggal di sini. Tapi aku ingin kembali ke tempat kelahiranku. Banyak hal yang harus aku selesaikan di sana." Chika menjelaskan.


"Tapi kamu nggak akan macem-macem kan?" Tanya Tania.


Chika menggeleng seraya tersenyum tipis sampai tidak ada yang menyadari senyuman itu. "Chika Hanya rindu tempat kelahiranku, Ma." Ucap Chika.


"Iya Mama paham itu. Tapi kamu jangan sampai mencelakakan dirimu sendiri. Keselamatanmu juga penting."


Chika mengangguk. "Iya Ma. Chika ngerti."


"Ya udah Papa izinin kamu. Tapi kamu balik ke Jepang lagi kan?" Tanya Agam.


Chika menaikkan kedua pundaknya. "Chika nggak tau Pa."


🌹🌹🌹


Pagi pun kembali tiba, sekarang sudah pukul 07.00. Setelah mendapat izin semalam dari orangtuanya, Chika berencana untuk memindahkan perusahaannya ke cabang yang di Indonesia sebagai pusatnya. Begitu juga dengan markas mafia nya.


Dulu Kakek Fahri akan memberikan perusahaan Samudra Company kepada Chika, karena perusahaan itu awalnya milik Jee Young dan dulu bernama Young Corp's. Namun Chika menolaknya karena menurut Chika, Erik lah yang lebih cocok memimpin perusahaan itu. Karena Chika tidak mau menerima perusahaan maka Kakek Fahri memberinya markas mafianya yang dulu dibangun bersama Jee Young dan Chika menerimanya. Dulu Clara juga pernah menjadi pemimpin mafia itu, tapi hanya sebentar karena sebuah insiden sialan itu.


Di bawah kepemimpinan seorang Chika Mafia yang tadinya akan dibubarkan kini bangkit kembali. Kakek Fahri sudah benar-benar menyerahkan urusan itu kepada Chika sepenuhnya. Yang tadinya nama organisasi itu adalah Black Death kini ditambahkan menjadi Black Angels's.


Tidak ada yang tak kenal dengan nama Mafia itu, semua orang tau. Seseorang mengenalnya karena kekejamannya dan tanpa ampun.


Sekali bermain-main dengannya, maka akan hancur seketika, detik itu juga. Black Angel's tak akan menyerang duluan, kalau mereka tak memulainya duluan. Chika bukan hanya ratu di dunia bisnis di dunia atas namun juga ratu bisnis di dunia bawah.


Hari ini Chika akan menemui sahabatnya. Sahabat yang ketika selalu ada disaat suka dan duka serta saling membutuhkan. Orang yang selalu merangkul dirinya ketika hancur dan bangkit kembali.


Yaitu Kinanda Sero Yamamoto, Inggita Kano Matsuda, Melda Ishii Yamazaki. Merekalah para sahabat Chika yang hebat dan Setia..


Chika juga ingin pamit kepada sahabatnya untuk ke Indonesia, meskipun berat meninggalkan sahabatnya namun ia harus melakukan itu, tak mungkin kan kalau Chika membawa nya ikut serta dengannya. Apalagi ini menyangkut urusan pribadinya, ia tak akan menyangkut pautkan masalah ini ke siapapun, selagi ia bisa sendiri maka ia akan berusaha.


****


"Ada yang mau lo bicarain ke kita, Chika?" Melda bertanya ketika mereka sudah berkumpul di salah satu resto ternama di kota itu..


"Gue akan balik ke Indonesia." Ujar Chika serius


"Lo serius?" Tanya Melda.


Chika meminum jus lemon yang ada di hadapannya, kemudian ia berdeham. "Apa gue keliatan bercanda?"


Mereka terdiam sejenak...


"Terus perusahaan sama markas?" Tanya Kinan sambil memakan Sushi nya.


"Cabang perusahaan di Indo gue ubah jadi pusat perusahaan. Begitupun dengan BA." Balas Chika .


"Lo ngapain ke Indo?" Tanya Inggit.


"Banyak hal yang harus gue selesaikan." Ucap Chelsy singkat.


Mereka mengangguk paham. "Gue ikut." Ucap Inggit, Melda, dan Kinan. Bersamaan..


"Nggak. Ini masalah gue." Larangnya singkat


"Iya kita tau, tapi kita juga pengen bantu lo. Pliss ya kita boleh ikut." Mohon Kinan.


"Terserah. Asalkan orangtua kalian ngizinin."


Mereka mengangguk..


"Gue cabut." Chika langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi menguras tentang pemindahan pusat perusahaan dan markas..


Ketiga sahabat Chika hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Perubahan sifat Chika membuat para sahabatnya sedih. Dulu mereka sampai jengkel karena sifat Chika yang Cerewet dan banyak ngomong ditambah lagi keras kepala. Namun sebuah insiden mengubah apa yang ada di dalam diri Chika. Membuat Kinan, Inggit, dan Melda kehilangan sosok Chika yang cerewet dan ngeselin.


Tapi apalah yang mereka bisa lakukan. Sekeras-kerasnya mereka berteriak meminta waktu berputar kembali maka semua itu akan sia-sia.


...Bersambung...


Jangan lupa buat:


🌹 Like


🌹 Vote


🌹 Tambah favorit


🌹 Komen


JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI YA.


Dōmo arigatōgozaimashita ☺🙏