
Erik dan Kevin langsung menghampiri orang yang berkerumunan. Saat mereka sudah ada di sana mereka terkejut melihat ada seorang gadis kecil yang kira kira seumuran dengan Erik yang tak lain adalah Tammy tergeletak tak sadarkan diri dengan muka yang berlumuran darah.
"Astaga," Kaget Erik dan Kevin secara bersamaan.
"Eemm Pak, ini kecelakaan terjadi kapan," Erik bertanya.
"Bapak nggak tau, tapi sepertinya sudah beberapa jam lalu," Jawab salah satu orang yang ada di sana.
"Dek cepat panggil Mama sama Papa ke sini," Erik menyuruh Kevin.
"Iya kak."
Beberapa saat kemudian orang tua Kevin dan Erik datang, mereka tak kalah terkejut.
"Astaga, kelihatannya anak ini parah." Ucap Agam (Papa Erik dan Kevin)
"Iya Pa, Sebaiknya kita bawa kerumah sakit pakai mobil kita aja Pa." Ucap Tania (Mama Erik dan Kevin)
"Ya udah tuan-tuan semua tolong bawa anak ini ke mobil saya di sebrang sana ya." Agam menunjukkan mobilnya yang ada di sebrang jalan..
Lalu mereka membawa Tammy ke mobil Agam, setelah itu mereka melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Memang benar jarak rumah sakit dari tempat kecelakaan sangatlah jauh.
🌷🌷🌷
"Pah cepat Pa, kasian kakak ini," Ucap Kevin dengan nada khawatir..
"Iya ini Papa juga udah ngebut." Agam tak kalah khawatir.
"Sebaiknya kamu lap dulu mukanya, darahnya sepertinya nggak berhenti." Tania memberikan satu kotak tisu kepada Kevin.
Kevin melakukannya.
"Sini kakak bantu,"
Erik mengambil tisu dari kotak yang di bawa Kevin lalu membersihkan muka Tammy yang ada di pangkuannya.
Tiba-tiba Tammy menggerakkan jarinya
"Pa, Ma, tangannya gerak," Ucap Erik.
"Iya Pa, cepetan dari tadi nggak nyampek," Gerutu Kevin
"Sabar lah, ini kecepatannya udah mentok banget, udah ngebut nih."
"Kalau klinik dekat sini nggak ada ya Pa, kalau ada kita bawa ke sana saja," Tania bertanya pada suaminya.
"Ada, tapi buka nya kan sore." Balasnya..
"Astaga... Kenapa di sini nggak ada rumh sakit sih, kalau Kevin yang ada di daerah sini, Kevin bakalan bangun rumah sakit setiap rumah. Pah cepat bangun rumah sakit di sini." Geram Kevin.
"Kamu kalo ngomong jangan sembarangan. Sudah diam nanti juga sampai." Celetuk Erik.
"Kak Claudia..... Kakak jangan tinggalin aku... Kak Claudia... Kakak... Bundaaa..... Jangan tinggalin Tammy bundaa..... Bunda... Kakak..." Tiba-tiba saja Tammy menyebut nama kakak dan Bundanya dengan mata yang terpejam.
Yang mana itu membuat dua orang anak itu panik. "Astaga, Kak. Kakak ini kenapa?" Kevin panik.
🏥🏥🏥
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, dan saat ini Tammy sedang di tangani oleh dokter, dan mereka harus menunggu di luar dengan raut muka yang masih tetap khawatir. Meskipun mereka tak mengenali Tammy, tapi tetap saja jika mereka melihat orang yang kecelakaan maka akan khawatir, apalagi seperti Tammy.
Mereka terus menunggu hingga dokter keluar dari ruangan dimana Tammy diperiksa. Mereka langsung menghampiri dokter.
"Dok gimana keadaan pasien?" Tanya Tania
"Apakah Nyonya dan Tuan keluarga pasien?" Tanya sang dokter..
"Ya dok, dia.... keponakan kami." Jawab Agam.
Dokter mengangguk paham, "Kondisinya tidak terlalu parah, hanya saja bagian kaki mengalami cedera berat, kakinya jangan banyak digerakkan dulu. Dan kalau kepalanya hanya luka sobek di bagian keningnya, sedangkan benturan nya tidak terlalu parah."
"Untuk saat ini pasien harus di rawat untuk beberapa hari agar mendapatkan perawatan yang intensif." Sambungnya.
"Dari tadi pasien menyebut-nyebut nama kakaknya. Apa disini ada yang namanya Claudia?" Tanya dokter
Mereka bingung. "Emmm itu dok, orangnya lagi ke kantin. Iya dia lagi beli makanan, dok." Agam terpaksa berbohong.
Sang dokter mengangguk.
"Silakan Nyonya, tapi anda harus menunggu beberapa jam hingga pasien bangun."
Setelah mendapat perizinan dari sang dokter, akhirnya mereka masuk ke ruang rawat dimana di dalamnya ada Tammy. Mereka langsung mendekat ke arah ranjang pasien tempat Tammy berbaring.
"Eemm kak, kira kira siapa ya dia?" Kevin bertanya kepada Erik tanpa memalingkan pandangannya ke arah Tammy.
"Mana kakak tau,"
"Sudah kalian jangan mengganggunya, nanti kita tanyakan padanya saat sudah sadar." Ujar Tania.
Lalu mereka duduk di sofa ruang rawat Tammy, sambil memainkan ponselnya. Agam, dia membeli makanan yang ada di kantin rumah sakit itu karena sudah waktu jam makan siang. Sementara Kevin dan Erik tertidur pulas di sofa ruang rawat Tammy..
🌹🌹🌹
Malam hari Tammy mulai menggerakkan sedikit jari-jari tangannya, dan itu semua diketahui oleh Tania dan Agam, mereka langsung mendekat ke arah ranjang Tammy dan menekan tombol darurat untuk memberitahu dokter..
Tammy mulai mengerjapkan matanya yang pelan-pelan mulai terbuka.
"Nak kamu sudah sadar?" Tania berbinar kala melihat Tammy mengerjapkan matanya.
"A---aku dimana? Ka---kalian sia---pa?" Ucap Tammy berbata bata
"Tenang lah nak, tadi kamu kecelakaan dan kami membawamu ke sini." Ujar Tania
Dan saat itu juga Tammy teringat sesuatu. "Kakak? Kak Claudia dimana? Mana kakak aku? Cepat katakan dimana kakak aku?" Teriak Tammy bertanya sambil menengok kanan mencari seseorang yang ia cari.
Tania dan Agam kebingungan, "Kakak... Kakak siapa nak? Kami tak menemukan kakakmu di sana, tempat kejadian kamu kecelakaan." Ucap Agam.
Deg!
Yang mana membuat Tammy kaget. "Enggak!! Tadi Tammy sama kakak, kak Claudia namanya. Kakak nolong Tammy tadi, sampai... hiksss.... sampai kakak yang....hikss...kakak yang tertabrak mobil itu... Seharusnya Tammy yang.. hiksss... tertabrak mobil itu." Jalas Tammy sesenggukan.
"Udah jangan nangis, nnanti kami cari kakak kamu. Kita juga bakal lapor ke polisi supaya bisa bantuin cari kakak kamu." Tania berusaha menenangkan Tammy.
"Tapi aku pengen cari sendiri. Aku khawatir dengan kakak aku."
Tammy ingin turun dari ranjangnya tapi tiba-tiba kakinya terasa nyeri dan sakit. "Akkhh," Rintih Tammy.
"Heyy kamu tidak boleh banyak bergerak dulu, kakimu cedera berat, kamu harus istirahat ekstra agar cepat sembuh. Dan juga ini sudah terlalu malam."
Tammy memaksakan dirinya. "Enggak aku nggak bisa diam di sini Aunty, aku harus cari kakak aku."
"Iya Iya kami paham, tapi kamu juga harus lihat kondisi kamu. Kalau kamu semakin memburuk maka kamu nggak bisa cari kakak kamu,"
Tammy terdiam...
"Sudah sekarang kamu istirahat dulu, besok kita cari sama-sama." Ucap Agam.
Tammy melakukannya...
🌹🌹🌹
Malam telah tiba, Tammy kembali menanyakan tentang keberadaan kakaknya. Tapi Tania dan Agam belum menemukan informasi apapun dari orang suruhannya maupun dari pihak polisi, mereka belum menemukan apapun. Yang mana itu membuat Tammy semakin khawatir kepada kakaknya.
Dan pagi pun kini sudah datang, Tammy kembali menanyakan tentang keberadaan kakaknya. Tapi hasilnya tetap sama seperti yang kemarin. Padahal Agam sudah menyewa banyak anak buah untuk mencari keberadaan, tapi hasilnya tetap lah NIHIL. Tidak ada hasil.
Tammy semakin merasa khawatir dan sedih dicampur juga dengan rasa bersalahnya, karena kakaknya menolong dirinya hingga kakaknya yang tertabrak. Andai aja waktu bisa diputar kembali, Tammy lebih memilih dirinya saja yang tertabrak bukan kakaknya.
...Bersambung...
🌺🌺🌺
Jangan lupa buat:
🌹 Like
🌹 Vote
🌹 Tambah favorit
🌹 Komen
JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI IY.
Dōmo arigatōgozaimashita ☺🙏