Queen Of Black Angel'S

Queen Of Black Angel'S
Chika Yoshida Samudra



๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sebelum membaca Jangan lupa buat:


๐ŸŒน Like


๐ŸŒน Vote


๐ŸŒน Tambah favorit


๐ŸŒน Komen


Selamat Membaca


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


3 Hari Kemudian....


Waktu terus berputar, kini sudah tiga hari Tammy di rumah sakit keadaannya sudah seperti sedia kala.


Sudah tiga hari lebih orang suruhan Agam dan polisi belum juga menemukan keberadaan atau informasi apapun tentang Claudia, seolah jejaknya lenyap begitu saja.


Tammy juga sudah menceritakan siapa dirinya dan kenapa ia bisa seperti itu. Awalnya mereka terkejut dan tak percaya tapi karena penjelasan Tammy mereka percaya.


Dan lebihnya lagi Tania dan Agam mengangkat Tammy sebagai bagian dari keluarga Samudra, yang artinya dia sudah menjadi Putri dari Tania dan Agam. Tentunya itu juga menjadi suatu kebahagiaan Tammy karena ia kembali memiliki orangtua.


Kehadiran Tammy juga diterima dengan senangnya oleh Erik dan Kevin. Karena sejujurnya mereka juga menginginkan saudara perempuan, dan sekarang mereka sudah memilikinya. Maka dari itu mereka sangat menyayangi Tammy..


Kehadiran Tammy juga diterima baik oleh keluarga Samudra yang ada di Jepang, walaupun mereka belum pernah bertemu, tapi mereka yakin bahwa Tammy adalah anak yang baik dan cocok untuk menjadi cucunya.


Saat ini Agam dan Tania memutuskan untuk kembali ke Jepang membawa Tammy ikut serta. Karena sebenarnya mereka ke Indonesia hanya untuk berwisata saja.


"Tapi Ma, Pa Tammy belum nemuin kak Claudia. Nanti kalau kakak nyariin Tammy gimana?" Ucap Tammy..


"Yakinlah sayang. Suatu saat kalian akan bertemu. Kamu harus membuka lembaran baru, masa depanmu masih panjang nak." Tania meyakinkan Tammy..


"Iya kak. Plisss ikut kita ya. Kak Tammy kan udah jadi kakak aku." Kevin memohon.


Tammy menghela nafas pelan, menatap muka adek barunya yang sangat ia cintai.


Perlahan Tammy mengangguk pelan. "Iya kakak ikut Mama sama Papa."


"Oke kita akan terbang sore ini juga," Ucap Agam memberitahu, karena Agam sudah memesan tiket penerbangannya tadi pagi. Mereka tak menggunakan jet pribadi, karena Erik dan Kevin yang memintanya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Osaka, Jepang


Dan disinilah Tammy sekarang, di depan Mansion mewah bak istana yang sangat megah. Yaa Tammy sekarang sudah berada di Jepang, dan Tammy sekarang sudah di depan Mansion keluarga Samudra, yang tak lain adalah keluarga barunya.


Kevin langsung menyeret kakaknya masuk ke rumah yang besar bak istana itu. Kevin keliatan tidak sabar ingin mengenalkan kakak barunya ke orang-orang rumah.


"Haloo!! Kakek, Nenek kalian dimana. Cucumu yang tampannya kelewatan pulang, kalian di mana?. Hallo??" Teriak Kevin memanggil kakek dan neneknya sambil terus menggenggam tangan Tammy..


Tammy yang ada di samping Kevin pun hanya menutup telinga karena teriakan adeknya itu. Sementara Erik, Tania, dan Agam hanya menggelengkan kepalanya karena ia sudah terbiasa dengan sikap Kevin yang suka teriak-teriak lalu mereka mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu itu...


Takk... Takk... Takk...


Beberapa detik kemudian terdengar suara langkah kaki yang baru saja keluar dari lift dan akan melangkahkan kakinya ke ruang tamu..


"Waah siapa ini? Ucap kedua orang tersebut menunjuk ke arah Tammy lalu mereka juga mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu itu..


"Apakah Daddy sama Mommy lupa? Ini keluarga baru kita," Ucap Agam.


"Nah Tammy, ini nenek dan kakek kamu, orang tua Papa." Ucap Agam..


What?? Tammy sempat terkejut pendengar perkataan Papanya itu, orang yang di hadapannya itu tidak pantas dipanggil kakek atau nenek olehnya, menurut pandangannya mereka lebih cocok dipanggil Papa atau Mama. Yaa yang ada di hadapannya itu seperti orang yang berusia sekitar 30 tahunan, tidak ada tanda-tanda bahwa mereka sudah kakek dan nenek.


(Kalian paham kan maksudku? Kalau nggak paham..... Ya udah๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)


Sang Nenek menangguk. "Ooh jadi ini cucuku."


"Anata wa totemo utsukushฤซdesu, watashi no mago." Pujinya.


"Terimakasih, Nenek." Ucap Tammy tersenyum manis.


"Ya iya lah, nggak mungkin kan kalau ganteng." Celetuk Kevin.


"Diam kau," Cetus Sang Nenek.


Kevin diam...


"Namamu Tammy kan? Kenalin nama Kekek,Fahri. Dan ini Nenek Sita." Sang Kakek membuka suara


"Iya.... Kek," Jawab Tammy.


"Bagaimana kalau kita ganti namanya aja?" Usul Nenek Sita.


"Kita sih oke oke aja, Mom." Seru Tania.


"Kira-kira namanya siapa ya?" Pikir Kevin.


"Gimana kalau Chika? Usul Tania.


Mereka mengangguk...


Nenek Sita menambahkan, "Yoshida Samudra?"


"Sล... Chika Yoshida Samudra." Seru Agam.


Mereka mengangguk....


"Gimana Chika, apa kamu suka?" Tanya Tania.


"Ya Ma, aku suka."


(Oke sekarang udah ganti ya namanya ๐Ÿ˜)


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Malam pun tiba, saat ini Keluarga Samudra sedang melaksanakan makan malamnya, makan malam dilaksanakan dalam keheningan tidak ada yang membuka suara, karena memang saat makan tidak boleh ada yang berbicara. Hanya ada sendok dan garpu yang memecah keheningan di meja makan itu.


Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke ruang keluarga. Hanya sekedar berkumpul atau menonton TV.


Chika kembali mendapatkan kebahagiaan dan kehangatan sebuah keluarga dari keluarga Samudra. Chika sangat menyayangi mereka semua, apalagi mereka juga sangat menyayanginya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Skip Pagi Hari โ˜€โ˜€


Pagi pun tiba. Setelah selesai sarapan pagi, semua anggota keluarga memulai aktivitas seperti biasanya.


Sedangkan Chika, dia sama sekali tidak melakukan apa-apa. Chika hanya duduk di ruang tamu kembali memikirkan tentang kakaknya. Saat ia melamun tiba-tiba ia melihat kakeknya yang baru saja keluar dari lift dan melewati ruang tamu, sepertinya Kakeknya tak melihat keberadaan Chika yang sedang duduk.


Chika manggilnya. "Kakek."


Kakek Fahri menengok. "Chika?"


Dia berjalan ke sofa lalu duduk di dekat Chika. "Kamu kenapa di sini?"


"Chika bingung Kek mau ngapain."


Kakek Fahri mengerutkan keningnya bingung. "Kamu tak ikut Mamamu dan adekmu ikut proses Casting? Siapa tau kamu kepilih."


Chika menggeleng. "Tidak kek, aku tak ingin menjadi artis seperti Kevin, Chika tak tertarik dengan dunia entertainment dan juga Chika belum terbiasa di tempat seperti itu, dimana-mana hanya ada kemera. Sore wa watashi o fukai ni shimasu Itu membuatku tak nyaman." Jelasnya


Kakek Fahri mengangguk paham. "Erik?"


"Kak Erik main di rumah temennya."


Chelsy baru mengingat sesuatu. "Kakek mau kemana? Kok pakai baju kayak gini. Kakek mau bekerja?"


Kakek Fahri menggeleng kepala. "Chika mau sekolah?


"Emang boleh Kek?"


Kakek Fahri mengangguk. "Siapa yang enggak ngebosenin kamu?"


Chika terdiam sejenak. "Ya kek, Chika mau." Ucapnya antusias.


"Ya udah sekarang siap-siap. Kita daftar dulu"


Chika segera masuk dalam lift yang menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap..


Ia sangat senang akhirnya ia akan bisa pergi ke sekolah tanpa homeschooling lagi.


Di keluarga Samudra ia tak dikekang oleh banyak larangan. Chika boleh melakukan apapun asal hal yang baik dan tidak mencelakakan diri sendiri.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Chika mau kelas berapa?" Tanya kakek Fahri ketika sudah di perjalanan.


"Terserah Kakek saja, Chika ngikut."


"Kau tak pernah sebelumnya pergi ke sekolah?"


"Tidak, aku belajar di rumah. aku hanya diajarkan menulis dan membaca, aku sudah bisa itu semua dari umur 2 tahun, tapi aku tetap saja di suruh belajar itu terus. hingga aku terkadang mereka bosan akan hal itu, tidak ada pelajaran lain selain itu." Chika menjelaskan.


"Umurmu berapa?"


"Baru aja Sembilan tahun kek."


"Sama dengan Erik, berarti kamu sekarang kelas satu SMP."


Chelsy tak percaya. "Satu SMP? Bagaimana mungkin, kak Claudia saja umur sepuluh tahun baru kelas lima SD, Kakek."


"Mungkin peraturannya beda, di sana harus sesuai umur. Kalau di sini tergantung, apabila kita memiliki IQ tinggi maka kita akan sekolah cepat selesai dengan mudah. Bahkan diusianya yang baru tuju belas bisa menyelesaikan S2." Ujar Kakek Fahri.


...Bersambung...


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


JANGAN LUPA JUGA BUAT IKUTIN AKUN INI YA.


Dลmo arigatลgozaimashita๐Ÿ˜˜๐Ÿ™