OPPA ?

OPPA ?
Mengenang masa SMP



"yunji?"


Yunji menoleh ke arah sautan


"masih ingat aku kan?"


ucap orang itu sambil percaya diri bahwa dirinya mudah di ingat. Padahal, Yunji baru saja ingin melupakannya.


"Hye byul kan?"


"iya"


"kamu satu sekolah denganku?"


"iya"


"waah kebetulan sekali ya"


"by the way, kamu ada di kelas mana?"


.....


"aku, ada di kelas VII-AB"


"waah sama dong. kau sekelas dengan ku Yunji-ya"


Cuaca hari ini mendukung sekali, Terik matahari tidak terlalu panas, banyak angin sejuk berhembus yang datang dari arah pohon. Apakah ini berarti ada tanda baik aku dengan orang ini? Hye Byul?


"ayo, masuk"


.


.


.


.


.


.


.


.


Hye Byul langsung menggandeng tanganku?


perasaan baru kemarin kami bertemu, Dia menganggapku sudah seperti Sahabat sejatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MINGGU, pukul 17.00


Di sore hari, Yunji disuruh membuang sampah ke tempat pembuangan akhir sampah di depan Perumahan. Ketika sudah menaruh sampahnya, ia mendengar isak tangis.


.


"hiks hiks hiks"


.


.


*siapa itu?


.


.


"hiks hiks hiks"


.


Suara isak tangis ini makin menjadi jadi ketika Yujin memanggilnya. Karena suasana disitu sepi sekali, tidak ada orang yang lewat sama sekali. Genre Cerita ini berubah Horror.


"iiiih serem"


"jangan ganggu aku"


Yunji Menyiapkan ingin berlari pulang ke rumah. Tiba tiba saja,


"Huaaa!"


"Kenapa Tuhan tidak adil padaku?!?!"


Yunji menghentikan niatnya yang ingin kabur tadi menjadi Niat mencari asal suara tersebut. Yunji merasakan ini adalah Manusia, bukan hantu. Yunji memberanikan diri mencari sumber suara tangis tersebut di berbagai tempat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Hua!!"


"Hua!!"


Yunji kaget karena tiba tiba saja orang yang nangis itu berada tepat di belakangnya. Yunji terjatuh ke tanah sambil menatap orang itu dengan wajah bingung.


"sejak kapan kau ada disini?"


"sejak tadi aku sudah berada disini. Justru seharusnya aku yang bertanya padamu! mengapa kau mencariku?" Ucap Orang itu dengan wajah sinis sambil memalingkan wajahnya.


"Maaf, saya mengagetkan kamu"


"Ngapain kamu kesini? kamu mengikutiku ya? apa jangan jangan kamu disuruh ibuku untuk mencariku?" Fitnah orang itu tanpa tau kebenarannya.


"bukan, bukan itu tujuanku"


"Terus apa?!?!" bentak orang itu yang mengangetkan.


Bentak kan orang ini membuat Yunji hampir naik darah. Karena Yunji orangnya penyabar dari lahir, Ia pun berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin kacau.


"maaf" ucap orang itu merubah emosi nya.


(memalingkan wajah)


"apa kau perempuan yang menangis tadi?"


"kenapa kau bisa tahu? Ngapain juga kau berlama lama disini? Apa kau puas?" Ucap wanita itu sambil memasang wajah ibu tiri.


"puas apa ya? aku saja belum mengenalmu"


"Apa kau puas? Kau cantik dan kurus, melihat diriku yang Gendut seperti Badak. Kau puas kan karena merasa tidak tersaingi" Ucap wanita itu.


"hey, berani beraninya kau ngomong seperti itu"


"benarkan? tentu saja aku benar. Karena kebanyakan orang seperti mu, pasti hanya mau pamer kecantikannya padaku" Ucap wanita itu sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena emosional.


.


.


.


.


.


"Sudah?"


.


.


.


.


.


.


"Sudah marah marahnya?"


"Apa maksudmu?" tanya wanita itu.


Yunji memasang Mata sinis kepada wanita itu yang selalu berprasangka buruk terhadap Yunji. Wanita ini terlalu percaya diri, bahwa ego nya selalu benar. Wanita ini juga membuat Yunji marah, karena tidak membiarkan Yunji meluruskan kesalahpahaman ini.


"padahal tadinya aku niat membantumu"


(diam)


"Aku mencarimu daritadi, karena seperti kau butuh bantuan"


(diam)


"Kau pasti sedang menderita hari ini dan membutuhkan teman bicara. Maka dari itu aku Peka terhadap situasi ini"


(diam)


(diam)


"lebih baik aku pulang ke rumah, dan tidak berurusan lagi dengan mu"


Ucapan Yunji ini menusuk hati Wanita itu dan membuatnya Menarik lengan Yunji untuk tidak pergi dari Zona nya.


"ada apa?"


"kau ingin membentakku lagi?"


20 menit kemudian....


"kau paham kan mengapa aku menangis?" Tanya wanita itu.


"hmm"


"oh iya, perkenalkan namaku Hye Byul. saking serunya aku bercerita, Aku lupa memperkenalkan diriku" ucap Hye Byul sambil menunduk ke bawah.


(diam)


"kau kenapa?" tanya hye byul


......


"kau tahu?"


(Hye Byul Mengangguk tidak tahu)


"seharusnya kau bersyukur"


(diam)


.......


"maksudnya?" tanya hyebyul


"lihat"


Yunji menunjukkan kaki kiri dan kaki kanan memperlihatkannya ke Hye Byul. Ia berkata bahwa ia terlahir cacat dengan kaki pendek sebelah.


"kakiku pincang. Aku terlihat tidak normal"


(diam)


"sudah bertahun tahun aku menahan semua ini, tapi keajaiban tak terjadi padaku satupun"


"maksudnya?" tanya hyebyul.


"Bahkan aku menjomblo 6 tahun ini, dari SMP"


(diam)


"aku tidak mengeluh tuh"


......


"kenapa kau membandingkan dirimu dengan aku?" tanya hye byul menatap sinis Yunji.


"kau seharusnya sadar. Kau dilahirkan orang tuamu dengan keadaan sempurna"


"sempurna? apa kau buta?" ucap Hye byul.


"Kau masih memiliki fisik yang sama tidak ada kelainan. Jika saja kau berdiet, maka kau akan kurus. Kau pasti lebih cantik lagi"


"Sadis sekali mulut kau" ucap hye byul yang hampir naik darah.


"Coba lah kau pikirkan orang di luar sana. Mereka kurus kering butuh makanan, bukan buang makanan"


"cih" ucap hye byul.


"Harusnya kau bersyukur karena kau terlahir di keluarga Kaya yang bisa menuruti apa saja permintaan mu."


"kau tak..." ucap hye byul terpotong.


"Coba kau lebih sayang lagi dengan dirimu sendiri. Mau kau gendut, kurus, tengkurap, patah tulang. Pasti ada Jodohnya. Jodoh di tangan Tuhan"


"Sekarang malah ceramah, kau beragama ya?"


"iya, emang kenapa? kau tidak suka"


(diam)


............


"belajarlah mencintai diri sendiri"


.


.


.


.


.


.


"Hargailah jasa kedua orang tua"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"dan anggap saja orang yang menghinamu adalah suatu kalimat untuk memotivasimu menjadi sukses dan terkenal"


.


.


.


.


.


.


.


.


"itu kan yang kau harapkan?"


.


.


.


.


"bagaimana kau bisa tahu?" tanya Hye Byul.


"karena, kita sama"


Sejak saat itu, Yunji dan Hye Byul dekat. Kemana mana, mereka selalu bersama. Yunji dari pribadi, lebih tidak suka diganggu. Tetapi, karena Hye Byul adalah teman pertama Yunji di Korea Selatan. Yunji harus mulai beradaptasi di sekolah baru nya itu.


"ku lihat sepertinya kau menyukai seseorang?" Ucap Hye Byul sambil memainkan sedotan dari minuman Boba nya.


"tepat sekali"


"hah?!?!"


"mungkin lebih tepatnya, kita sama sama suka"


*Hye Byul kaget dengan ucapan Yujin yang terlalu jujur dengan perasaannya. Selama ini, Hye Byul mengira Yujin adalah cewe Dingin plus acuh tak acuh. Bahkan, Yujin tidak pernah menatap mata cowo sekalipun. Sekalinya menatap, palingan 1 detik langsung lihat ke tempat lain.


.


Yujin menunjukkan wajah berserinya di depan sahabatnya itu. Yujin mempunyai keinginan punya pacar dan jalan jalan bersama. Tetapi*...


"sepertinya aku diam diam dulu aja deh"


"lah kenapa?" tanya Hye Byul heran.


"entah"


"kalian saling menyukai, tapi pada gengsi? alah drama macam apa ini?!?!" ucap Hyebyul meledek Yujin yang terlalu bodoh katanya.


"berisik, aku juga bingung tau mesti ngapain"


"Gampang, ngapain bingung. Tinggal nanya, terus nge date bareng, bikin kode, jadi deh" ucap Hyebyul seperti menunjukkan suatu tutorial bermanfaat.


"jadi apa? jadi ANAK?"


"ampun, bukan itu" ucap Hyebyul.


"jadi itu..." ucap hyebyul melanjutkan kalimatnya.


"apaan?"


"jadi..."


"apaan?"


"aduuuh aku lupa namanya"


"pacaran?"


"nah iya. Pacaran. simple bukan?"


"shit"


Yunji menghabiskan waktu istirahatnya dengan makan bareng Hyebyul. Tanpa ia sadari, seorang lelaki duduk dibelakangnya dan terus memerhatikan Yunji terus menerus.


aduuuh...


kok bulu kudukku merinding?!?!?