
Ada seorang pria dan wanita sedang berlarian menuju suatu Tempat. Mereka terlihat buru – buru. Sang Wanita menarik lengan pria, Sedangkan Si Pria mengikuti arah jalan Sang Wanita.
Terlihat dari Raut wajah Pria itu, bingung tidak memahami maksud dari pikiran Wanita tersebut. Berbeda dari Sang Wanita, Raut datar nya membuat orang tidak memahami apa keinginannya, ekspresi seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Berjalan melewati beberapa Pohon Sakura Putih yang kokoh di pinggir jalan. Mitos disana mengatakan “apabila sepasang lawan jenis berpegangan tangan, maka Tempat ini merestuinya dan memanjangkan umurnya”. Yunji tetap menarik lengan Taehyung yang tak berkutik itu, dan sampai di suatu Warung Makan.
30 menit kemudian.....
“tidak usah di jelaskan secara detail. Aku sudah memaafkan mu”
“memaafkanku? ..... apa kau yakin? Aku makin merasa bersalah kan sekarang” ucap Taehyung melihat ke Mata Yunji.
Hari ini adalah hari yang mengesalkan bagiku. Mengapa Taehyung membahas masa lalu di publik? Perasaanku benar – benar kacau sekarang. Terpaksa aku harus bicara apa adanya.
“iya. Aku tidak bisa berlama – lama sekarang, aku harus pulang”
(............)
“terima kasih ya sudah mau memaafkan ku. Walaupun terkadang aku benci dengan diriku yang terlalu brengsek, ternyata orang seperti diriku emang sampah masyarakat. Dapat membuat trauma seseorang, hingga psikis dan perilakunya berubah karena kebodohanku” ucap Taehyung puitis.
Sebelumnya Yunji berniat membuka Tas miliknya untuk mengambil uang di dompet dengan Tujuan membayar pesanan makanannya.
Tiba – tiba saja terhenti, karena Ucapan Taehyung yang dadakan dan benar – benar menyentuh hati. Ia baru pertama kali melihat, orang yang pernah menindasnya seperti serigala yang lapar, menjadi imut layaknya kucing.
“iya sama – sama. Lain kali jangan diulangi lagi ya”
“aku akan berusaha mencari orang – orang yang pernah ku diskriminasi. Aku akan mengusahakan diriku untuk minta maaf kepada mereka” ucap Taehyung melihat Yunji.
“ walau aku tidak tahu tujuanmu berusaha minta maaf untuk apa. Apa benar kau Iklas dan merasa dirimu harus dimaafkan atau hanya settingan belaka agar namamu populer. Aku tidak tahu. Tapi aku percaya padamu. Jadi, Jangan kau salah gunakan kalimat itu untuk hal lain ya.”
“ permisi, aku pergi membayar dulu ya. Habis ini mau pulang juga. Aku duluan ya”
Yunji memegang pundak Taehyung dan tersenyum padanya. Mata Taehyung berbinar, dan baru pertama kali merasakan kehangatan dari suatu penderitaan.
“tunggu dulu” ucap Taehyung.
Taehyung memegang tangan Yunji yang sedang berdiri , berusaha menahan kepergiannya. Keadaan menjadi hening sebentar. Yunji yang menunggu ia bicara, membuat Taehyung gugup untuk melanjutkan kalimat nya.
“apa aku mau ikut denganku?” ucap Taehyung.
“hari ini aku ada pemotretan” ucap taehyung memegang tangan Yunji selama di perjalanan.
Yunji terpesona karena Tempat Kerja Taehyung begitu luas. Yunji tahu Pekerjaan Taehyung sangatlah indah baginya. Dulu cita – cita Yunji di Indonesia adalah menjadi model, tetapi cita – cita itu kandas dan berpindah tempat ke Taehyung.
“kau kenapa tidak bilang dari tadi? Aku malu tau”
“ah tidak apa – apa. Lagian aku tidak bisa membiarkan teman perempuanku ini pulang sendirian” ucap Taehyung menggombal.
“aissh ,Aku tidak apa – apa. Lagian ini masih siang hari dan tidak mungkin ada kejahatan di cuaca cerah seperti ini”
“(membuka Ipad) nih silahkan dibaca” ucap taehyung menunjukan suatu artikel.
“Kejahatan di Korea Selatang meningkat Perbulan 2%. Kejahatan Kriminal terjadi tanpa pandang bulu, serta tanpa pandang waktu. Kebanyakan dari Korbannya adalah Seorang Wanita berumur 20 an”
“nah itu tau. Jadi walaupun langit ini cerah dan berwarna biru, tidak menutup kemungkinan terjadinya Kejahatan Kriminal Wanita di tiap tempat” ucap Taehyung memberi informasi kepada Yunji layaknya moderator.
“ha ha ha bisa saja kau. Bilang saja minta ditemani. Karena kau sendirian sekarang”
Mana mungkin ada kejahatan kriminal terjadi padaku? Aku saja wanita Asia Tenggara. Apakah wanita Asia Tenggara bakal dijadikan korban juga? Mereka pasti mencari warga Pribumi korea selatan yang cantik, tidak denganku yang dipandang layaknya babu.
“Kim Tae Hyung, apa sudah siap? Kita akan mulai pemotretan” ucap salah satu staff disana.
“Siap! Yunji – ya, kau tunggu disini ya atau enggak kau bisa melihatku di potret. Aku tampan lho hari ini” ucap Taehyung percaya diri.
“cih, jiwa percaya diri kau belum memudar sejak bayi ya”
“1”
“2”
“3”
*Ckrrriiik
Cahaya muncul perdetik menyilaukan mata manusia. Yunji sampai kaget dengan datangnya cahaya dari kamera itu secara tiba – tiba.
“apa dia kuat mendapat Cahaya seperti itu di matanya setiap hari? Fuuh apakah ia keturunan Thanos? Hufft tidak mungkin yang pasti”
15 Menit kemudian...
“berkarisma sekali. Tampan juga nih orang”
Tak lama kemudian....
Taehyung mengantar Yunji pulang menggunakan Mobil Pribadinya. Yunji tidak berani menolak, karena Langit sudah Gelap dan Situasi yang tidak memungkinkan untuk Wanita Jalan sendirian.
Akhirnya aku pulang juga. Terlihat sekali dari wajah lelah Taehyung mengharapkan Pelukan Guling dan Kasih sayang Bantal di Pulau Kapuk sebagai tempat wisatanya. Humor ku receh sekali, ketika mata pandanya muncul disaat berkendara.
“apa kau lelah?”
“ya bagaimana tidak lelah, sudah 5 jam aku berdiri untuk pemotretan” ucap Taehyung yang fokus menyetir.
“ha ha ha. Btw, kenapa tidak sekalian menjemput Hyebin?”
“Hyebin? Apa kau tidak tau?” Tanya Taehyung.
“Tau apa?”
“Hari ini dia mungkin telat. Kan audisi itu bisa seharian” ucap taehyung.
“hah? Benarkah? Aigoo aku khawatir dengannya”
“ya begitulah perjuangan sahabatmu menggapai cita – citanya” ucap Taehyung sambil tersenyum.
“hmm sudah kuduga. Sejak kapan kau punya hubungan dengannya?”
“hah?” ucap Taehyung yang tiba – tiba saja rem mendadak.
“aigoo kau ini, hati hati dong”
“maaf, maaf tiba – tiba saja ada anak kecil yang menyebrang. Aku tidak lihat” Ucap nya yang mulai menyalakan mesin Kendaraannya lagi.
“terima kasih ya sudah mau mengantarku pulang”
“iya sama – sama. Aku pulang dulu ya” ucap Taehyung fokus kembali dalam menyetir untuk pulang ke rumahnya.
“hati – hati ! ini sudah malam! Banyak Kejahatan diluar sana!”
Teriakan Yunji dapat di dengar oleh Taehyung yang sedang berkendara. Ia tertawa karena kekonyolan Yunji teriak di tempat Umum.
Taehyung mengira, Yunji adalah anak yang kalem. Teriakan Yunji selain di dengar tetangga nya, tiba – tiba saja suara panggilan dari lelaki datang menghampiri Yunji.
“Yunji ya” sahut seseorang dari arah belakang Yunji.
“Jisoo?”
“aku minta maaf ya kalau ada salah denganmu” ucap jisoo menunduk.
"kamu kenapa? Tiba – tiba saja kau menghampiri ku, tujuannya simple sekali. Hanya untuk minta maaf, seperti ingin pergi jauh saja”
“kau selain pendiam, kau juga galak ya” ucap Jisoo.
“aissh nih orang. Terus kenapa.....”
Tak ada angin, Tak ada Hujan. Tiba Tiba saja......
》...... Jisoo memeluk Yunji .......《
Dengan wajah yang bingung dan kaget melihat Jisoo yang tiba – tiba menjadi seperti ini, Yunji tidak dapat bertanya. Ia merasa kepiluan yang dihadapi Jisoo bisa menembus ke dalam hatinya.
“maafkan aku.....Maafkan aku, kalau aku ada salah denganmu. Serta... kalau dulu aku pernah menghilang darimu” ucap jisoo.
“eeeeh, iya tidak apa – apa. Lupakan saja lah.. itu kan masa lalu”
“maafkan aku kalau dulu aku pernah menolakmu. Aku tau rasa sakit itu” ucap Jisoo melepaskan pelukannya.
Ucapan Jisoo ini dapat membuat Yunji terdiam dan jantung yang berdetak kencang secara bersamaan. Pipi Merah Merona tidak menghilang dari Wajah Yunji. Perlakuan Jisoo secara tiba – tiba itu, dapat menjadi kenangan yang tidak akan dilupakan Yunji seumur hidupnya.
“aku pergi dulu ya, terima kasih telah meluangkan waktumu untukku” ucap Jisoo tersenyum kepada Yunji dan pergi meninggalkan Yunji.
“tunggu dulu”
Yunji menarik Lengan jisoo, secara bersamaan Jisoo berhenti dan menoleh ke belakang. Yunji memberi Segelas Kopi Hangat berbahan Sterofoam yang masih mengeluarkan uap.
“Di minum ya. Karena cuaca sedang dingin, dan aku tidak mau kau sakit esoknya. Kau harus menjalani hidupmu besok dengan semangat”
(Jisoo terdiam)
“aah jangan memandangku seperti itu. Minuman itu belum kusentuh sedikitpun kok. Bibirku juga tidak nyentuh gelas itu kok. Yakin deh”
(jisoo tersenyum)
“pergilah cepat. Salju pertama akan turun beberapa menit lagi. Kau harus segera pulang”
"Terima Kasih ya"
Jisoo pun pergi dengan minuman yang diberi Yunji itu kepadanya. Yunji masih deg-degan atas kejadian yang baru ditimpanya.
Jantungnya makin berdetak kencang sampai tak bisa mengeluarkan kata – kata indah untuk Jisoo yang baru saja pergi meninggalkannya.
Andai saja, Jisoo bertahan sebentar lagi di depannya. Kemungkinan Yunji akan jujur dengan perasaannya yang masih terkubur di lubuk hati yang dalam.
“Aku mencintaimu Jisoo – ya”
#The End
Chapter 2 selesai