OPPA ?

OPPA ?
[Ch 2] Siuman



“nggh”


Yunji akhirnya siuman. Ia membuka matanya yang sudah tertutup selama berjam-jam. Waktu terasa sangat lah lama.


.


Terasa keringat Yunji yang membasahi punggungnya. Tembus air keringat hingga ke kasur UKS. Ia merasa sudah mendingan. Dengan meraba dahi miliknya, dan fisik kuat ia pun sudah merasakannya.


.


"hiks hiks hiks"


Tiba – tiba terdengar suara dari sebelah kasurnya. Suara itu seperti suara tangisan. Yunji tidak dapat melihat siapa orang itu. Korden menghalangi penglihatannya. Dengan rasa penasaran, Yunji pun turun dari kasur. ketika Yunji membuka Korden…


“hiks”


Tangisan orang itu pun berhenti…


“eh ada orang disini"


Badan orang itu menghadap belakang, membuat Yunji kesusahan melihat wajahnya. Lantas orang itu mengelap air mata yang sudah membasahi pipinya itu…


.


.


“apa kamu tidak apa – apa?”


.


.


Baru mengeluarkan segenggam pertanyaan, orang itu berlari meninggalkan Yunji sambil membawa tas kecil miliknya. Yunji tidak sempat melihat wajahnya. Suara tangisan yang lembut, membuat iba Yunji ingin memeluknya. Tapi apa daya, baru mendekati, ia pun pergi.


“seharusnya tadi aku menanyakan namanya”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cahaya matahari Nampak dan menyoroti wajah Yunji. Ia melihat ke jendela. Jisoo sedang berjalan di Lapangan Kampusnya. Yunji berdiam diri, Sepertinya ia sudah melupakan perasaannya karena kelelahan.


.


Namun, tiba – tiba saja Jisoo berbelok. Yang berarti,


“apa dia mau ke UKS?”


Yunji pun langsung balik ke kasurnya semula. Menutup mata, agar Jisoo menduga bahwa ia masih tidur diatas ranjang. Tak lama kemudian, perasaan Yunji pun benar. Jisoo datang ke UKS dan terlihat sekali ia datang sendiri. Lalu terdengar suara bangku di tarik.


apa jisoo akan duduk disampingku?


.


.


.


“hufft suhunya sangat panas, padahal langitnya lagi gelap” ucap Jisoo yang menarik bangku kearah kasur Yunji.


“oh ternyata, Yunji belum siuman” ucap Jisoo yang langsung membuka korden agar cahaya matahari menyoroti wajah Yunji.


“padahal sudah 7 jam ia siuman” ucap Jisoo sambil tertawa kecil.


.


.


*gleek


.


.


“apa ku telpon hanbin saja ya?” ucapnya mengambil handphone dari balik saku celana.


“Hanbin-ya, Bubur ini untukmu saja ya” ucap jisoo dengan lantang.


.


.


“eh jangan”



“eh Yunji, kau sudah bangun” ucap jisoo sambil tersenyum.


“Buburnya buat aku saja, aku lapar"


"hmm ok lah" ucap Jisoo sambil memberi bubur itu ke Yunji.


*nyam nyam nyam nyam


"benar dugaanku, kau pura pura tidur" ucap Jisoo.


“kok kamu tau?”


.


.


“penasaran ya?” tanya Jisoo sambil senyum nakal.


“hmm”


“aku tadi lihat kamu sudah berdiri di depan jendela, terus waktu aku masuk, aku melihat selimut berantakan yang terinjak. Padahal tadi aku sudah selimutin kamu dengan rapi” ucapnya.


“(malu) kamu yang menyelimutiku tadi?”


“iya lah, kamu pingsan tiba – tiba. Bagaimana aku tidak panic coba?” ucapnya sambil menaikkan alis bertingkah khawatir.


“ha ha ha ha ha ha”


“yeeeh malah ketawa” ucap Jisoo meledek Yunji.


“ha ha ha habisnya kamu lucu”


Jantung Jisoo berdetak kencang. Degup – degup yang ia rasakan, ketika dirinya hampir berdekatan dengan Yunji. Ditambah kalimat ucapan Yunji yang membuatnya malu. Pipinya merah merona, melihat Yunji tertawa kecil disinari cahaya matahari yang mendukung suasana.


"Jisoo-ya. terima kasih ya"


"iya sama sama" ucapnya Jisoo.


/uuuuh imutnya!


.


.


.


.


.


.


.


20 menit kemudian……


Yunji mempersiapkan dirinya untuk pulang kerumah. Ia memperkuat dirinya untuk berjalan. Selain ia pulang kerumah, masih ada pekerjaan yang Yunji harus lakukan.


“Jisoo-ya”


“hmm?” gumamnya.


“ apa benar tadi aku pingsan selama 7 jam?”


“pffftt ha ha ha ha” tawa Jisoo sambil rukuk.


“eh? Kenapa?"


“kau dengar ucapanku tadi? kamu percaya?” tanya Jisoo meyakinkan.


“kamu bohong ya?”


“ha ha ha ha ha ya iyalah, mana ada orang pingsan selama 7 jam” ucap Jisoo dengan nada sok tahu.


“hmmm, ada kok. sepertinya"


"dimana? siapa?" tanya Jisoo


"entahlah"


"aiiih kau ini, untung sayang" ucap Jisoo merapikan Rambut Yunji yang tengah berantakan.


.


.


.


“modus”


“eh? Kenapa? Kamu baper?” tanya Jisoo sambil mendekatkan wajahnya ke Yunji.


“baper? Enggak, nanti orang bisa salah paham”


“hah?” tanya Jisoo yang bingung.


Yunji tersenyum kecil. Hati Jisoo berdetak kencang lagi.


"tidak apa - apa. Maafkan aku, aku salah paham denganmu. sekali lagi, terima kasih ya sudah mau merawatku"


"hahahaha itu tidak seberapa" ucap Jisoo.


/Jantungku kenapa ya?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yunji pun masuk ke ruangan kelas kampusnya serta Jisoo yang menyusul ikut berjalan di belakang Yunji. Ketika Yunji masuk, ia seperti objek pusat. Puluhan mata tertuju padanya. Sehabis menatap Yunji, orang – orang membalikkan muka untuk berbicara kepada teman sebangkunya. Yunji punya firasat yang tidak enak mengenai dirinya.


.


Beberapa jam kemudian, akhirnya jam Kampus nya usai. Dengan sifat Introvert dengan menutupi wajah cantiknya dengan masker, dapat membuat Yunji hidup dengan tenang dan damai. Kemudian datang 2 orang perempuan, mendatangi Yunji.


.


.


.


.


“halo, perkenalkan namaku Yoa. Salam kenal” ucap perempuan rambut Hitam ke coklatan.


“halo, perkenalkan juga namaku Yuju. Salam kenal ya, nama kamu siapa?” ucap perempuan rambut Pendek berwarna putih.


“e e e salam kenal”


“kamu kaget ya, jangan kaku dong ha ha ha” ucap Yoa.


"iya, nanti suasana jadi canggung lo" ucap Yuju.


“oh maaf salam kenal juga. Namaku Yunji”


Yunji bersalaman dengan Yuju dan Yoa. Dengan terpaksa, ia memasang ekspresi bahagia dengan Tujuan salam kenal. Padahal, Yunji berniat tidak ingin berteman daripada ujungnya harus bersaing.


"apa kita menganggu?" tanya Yuju.


"hah? oh tidak. tentu saja tidak"


“waaah Yunji ya, sekarang kita jadi teman ya” ucap Yuju mengulurkan tangannya untuk menggengam lengan kiri Yunji.


“oh ha ha, iya”


Supaya tidak menyinggung perasaan dua orang ini, aku terpaksa harus berjabat tangan kepada mereka. Aku jarang sekali dekat dengan perempuan korea kecuali Hye bin.


Aku harap, kami bisa berteman baik. Tujuan ku kesini adalah menambah teman, walaupun ini lebih ke tujuan mama ku sih....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sebulan Kemudian...


Hubungan Yunji dengan pekerjaannya sudah semakin bisa diatur. Yunji juga pandai dalam mengatur waktu. Ia tidak mengalami kelelahan lagi kita mengambil jam kampus. Walaupun dirinya menjadi Rumor Prostitusi di daerah kampusnya.


“Jihoon sunbae?”


“maafin saya, kalau saya sering menganggu anda” ucap Jihoon.


“menganggu? Tidak kok. Ngomongnya jangan terlalu sopan, anggap saja aku temanmu”


“oh begitu ya” ucap Jihoon menggaruk kepalanya.


Hubungan ku dengan Jihoon juga semakin dekat layaknya teman. Dulu aku mengira ia adalah Stalker. Ternyata, dia penasaran dengan diriku karena aku bukan Pribumi Korea Selatan.


Jihoon suka penasaran dengan Ras orang yang berbeda – beda di lingkungannya. Menurutku ia tidak pernah menjelekkan Ras tiap orang. Aku yakin, ia orang baik.


Mengapa aku bisa dekat dengan Jihoon? Ya tentu saja, berkat mendapat teman baru. Jihoon adalah kakaknya Yoa. Hubungan mereka memang tidak dekat apabila di depan publik.


Aku bisa tahu Jihoon adalah saudaranya karena ketika Video Call Group bersama Yoa dan Yuju, aku melihat Jihoon berada di belakang punggung Yoa yang kebetulan saja lewat.


Tak lama kemudian, Yoa langsung mengakui ia memiliki saudara lelaki. Disitu lah diriku sudah mulai dekat dengan lelaki ini, walau terkadang canggung sedikit.


.


.


.


.


.


.


“Yunji – ya” Teriak Hye bin menghampiri Yunji.


“hye bin? Ngapain kamu kesini?”


“iiih jahat banget kamu sama teman sendiri” ucap Hye bin memegang erat tangan Yunji.


“aku pergi dulu ya. Ada urusan mendadak” ucap Jihoon sambil berjalan keluar dari Lingkaran persahabatan.


“oh iya gak apa apa. Hati – hati ya”


“hmmm itu senior kamu?” tanya Hye bin memasang wajah Curiga.


“iya kenapa?”


“tumben kamu dekat dengan laki – laki. Apalagi itu senior” ucap Hye bin menaikkan alis karena curiga.


“hahaha iya lah. Aku nih lagi berusaha jadi terbuka tahu”


“jinjja? Daebaak . Aku suka kau yang seperti ini” ucap Hye bin memeluk Yunji tiba – tiba.


"hmmm aku curiga" ucap Hyebin dengan percaya diri.


"curiga kenapa?"


"jangan jangan, kau dengan senior....... ada hubungan" ucap Hyebin meledek.


"aisssh nih anak. kita tak lebih dari teman kok. Kalau tidak percaya, tanya saja dia"


Ada apa dengan Hyebin? Mengapa ia tiba – tiba gembira? Justru di situasi ini, aku yang curiga kepadanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


#bersambung