OPPA ?

OPPA ?
[Ch 2] Gosip Hangat



Sesampai di Rumah Sakit ditempat ia bekerja, Yunji disambut oleh kesibukan para pegawai yang mondar – mandir membawa Hospital Bed yang berisi pasien – pasien. Yunji bingung ia harus masuk dan bertanya kepada siapa.


.


.


Namun tiba – tiba ada seorang perempuan yang menghampiri Yunji.


“ apakah kamu Yunji – ya?” tanya perempuan itu.


“oh iya. Ada apa ya?”


“ayo ikut aku” ucap perempuan itu sambil menarik lengan Yunji.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yunji ditarik oleh perempuan itu mengelilingi Rumah Sakit. Yunji enggan bertanya, apa niatnya itu mengajak Yunji?


.


Yunji diajak berputar – putar mengelilingi lorong, sampai tidak sadar di depan mereka ada Kamar Mayat. Disitu pun Yunji langsung merinding.


“nah, kamu kerja disini?” ucap perempuan itu sambil tersenyum.


“apa? Di kamar mayat?”


“hah? Bukan ha ha ha” ucapnya sambil tertawa ngakak.


“terus?”


“di situ” balas perempuan itu sambil menunjuk Ruangan disamping kamar Mayat.


“ini ruangan tempat kerja kamu. Ada banyak pegawai kok termasuk aku, jadi gak usah takut” ucapnya tersenyum dengan tatapan kosong.


“serius? Ini bukannya terlalu ekstrim untuk dijadikan Unit Tempat kerja?”


“karena masih ada pembetulan dan pembuatan Ruang baru di Rumah Sakit ini. Otomatis kita dipindahkan ke sini yang ruangannya kosong, hanya untuk sementara” ucapnya.


“oh begitu ya”


“jadi, kamu harus hati – hati ya dalam berbicara. Jangan mengeluarkan suara – suara yang sangat keras. Nanti mereka bangun buat negur lho” ucap nya yang berdiri di belakang Yunji yang membuat Yunji merinding untuk melihat ke belakang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


“oh ya, aku belum memperkenalkan nama ku ya? Perkenalkan nama ku Sakura” ucapnya menjulurkan tangan yang lembut itu.


“Yunji”


“salam kenal ya” ucapnya sambil memegang tangan Yunji dengan erat.


.


.


.


Yunji memasukki ruangan tempatnya bekerja. Banyak Pegawai perempuan maupun laki – laki yang sedang sibuk bermain dengan Handphonenya masing - masing. Yunji dipersilahkan duduk oleh Sakura.


.


Yunji duduk di Bagian pojok karena ia hanya mengurus Pengeluaran Rumah Sakit. Yunji berbengong ria karena ia tak paham dengan apa yang dilakukannya.


“anggap saja aku ini guru pembimbing mu ya” ucap sakura menarik keyboard yang terpojok.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


PUKUL 23.00


“hari ini kita pulang cepat. Semangat ya buat besok” ucap Sakura sambil melambaikan tangan ke hadapan Yunji.


Kebetulan di Rumah Sakit sedang sepi. Otomatis pegawai bagian Kantor diperbolehkan pulang lebih awal. Apabila ramai, maka pegawai pulang seperti biasa. Yunji menghubungi ayahnya, sambil melihat – lihat apakah ada yang mencurigakan.


………………………………………..


“halo yah, jemput aku bisa? Aku pulang cepat hari ini”


“ ok anakku, sebentar lagi ayah sampai. Soalnya ayah mau mengantar penumpang juga ke arah Rumah Sakit tempat kerjamu itu”


“sip, makasih ayah ku. Muaaachhh”


………………………………………..


.


.


.


.


.


.


.


.


Keesokan Harinya kemudian…


“huffft kok badan serasa pegal banget ya, padahal baru hari pertama kerja”


Ucap Yunji sambil mengurut – urut pundaknya. Terlihat mata panda, wajah pucat, serta bibir kering seperti orang berpuasa.


.


.


.


.


“ pagi Yunji – ya” panggilan dari Jisoo yang membuat Yunji menoleh ke dirinya.


“muka mu pucat sekali, apa kau sakit?” tanya Hanbin ( temannya Jisoo) dari meja depan Jisoo.


“ iya? Oh gitu ya. Terima kasih sudah kasih tau. Tapi, aku tidak sakit kok”


“yakin?” tanya Jisoo serius.


“hmm”


“kalau kamu lelah, biar ku antar ke UKS” ucap Jisoo memegang tangan Yunji mengajak Yunji ke UKS untuk beristirahat.


“(melepas tangan jisoo) aku baik – baik saja. Yakin kok. Lagian kita kan hari ini ada Ujian Pratikum Perdagangan, aku tidak mau bolos”


.


.


.


.


.


Ekspresi Yunji menunjukkan bahwa dirinya baik – baik saja. Ia lantaran tersenyum kepada Jisoo. Jisoo khawatir sekali padanya, begitu juga Hanbin selaku teman Jisoo. Terlihat Yunji agak sempoyongan dalam melakukan sesuatu. Jisoo ingin mengajaknya sekali lagi, tetapi Dosen mata kuliah Pratikum Perdagangan sudah hadir dan masuk ke dalam kelas dengan membawa laptop.


.


.


.


“ya anak – anak. Kita mulai ujiannya ya sekarang. Siapkan APP Quiziz kalian, ibu akan menyiapkan kodenya. Ibu harap kalian jangan terburu – buru dalam mengerjakan, karena ibu tidak memasang timer” ucap Bu Seung gi selaku Dosen bidang Pratikum.


.


.


.


15 menit kemudian……..


“kita mulai ya sekarang” teriak Bu Seung Gi hingga terdengar satu ruangan.


.


.


.


1 jam kemudian…


“ya selesai, terima kasih semuanya. Ada satu anak dengan nilai tertinggi disini, walaupun dia tidak berada di peringkat 10 besar. Ibu tidak akan memberitahu namanya, karena itu Rahasia” ucap Bu Seung Gi merapikan Laptopnya.


“kenapa bu?” tanya salah satu murid.


“ada deh, kalian pengen tau aja” ucap Bu Seung Gi dengan senyuman nakal di bibirnya.


“yaaaah” ucap semua murid yang ingin tau.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BRAAAK!


“eh?” tanya Bu Seung Gi mencari asal suara tersebut.


“Yunji ya!” teriak Jisoo khawatir.


.


.


Yunji pingsan karena kelelahan. Beruntung sekali, ia dapat menyelesaikan ujiannya dengan baik dan benar. Yunji terbaring di lantai dengan wajah pucat mengarah ke kaki meja. Jisoo langsung mengangkat tubuhnya itu yang terbaring lemah.


.


.


“bu, saya izin mengantar Yunji ke UKS” ucap Jisoo yang sambil mengangkat Yunji bak Pengantin meminta izin kepada Dosen.


“oh itu yang namanya Yunji” ucap Bu Seung Gi dengan suara kecil tidak terdengar oleh murid – murid disitu.


“bu, izin Yunji tidak bisa hadir untuk belajar hari ini. Saya mewakilkan dirinya. Saya izin juga ya bu, mengantar Jisoo” ucap Hanbin yang membantu Jisoo mengangkat Yunji agar Jisoo tidak capek.


“oh iya, cepat antar dia” ucap Bu Seung Gi.


.


.


Selepas Jisoo dan Hanbin keluar membawa Yunji. Anak – anak murid disana membicarakan Yunji yang pingsan itu. Dengan sigap, Bu Seung Gi menenangkan murid – murid dari nuansa kecemasan. Tiba –tiba ada salah satu anak yang berbicara mengenai Yunji kepada kelompoknya, suaranya besar sekali sampai terdengar Bu Seung Gi.


…………………………….


“eh kalian tau gak sih? Yunji pingsan tadi karena apa?” tanya salah satu dari mereka yang kita sebut saja si A.


“Engga, emangnya ada apa dengan Yunji?” tanya si B.


“dia itu kerja sambilan tau. Kuliah sambil Kerja. Kemarin aku melihatnya malam – malam di jalanan, terus memesan Taksi” ucap si A.


“waaah jangan – jangan dia mau kerja malam” ucap si C yang asal mengambil kesimpulan.


“kerja malam? Kerja apa itu?” tanya si D.


“itu lho, kerja yang ada di Bar, yang kerjanya melayani Pria hidung belang” ucap si C.


“apa? Waah pantas saja dia sakit. Mungkin saja kemarin ia mabuk” ucap si A.


“tidak mungkin dia mabuk saja. Pasti dia habis melayani Om – Om hidung belang. Makanya lelah sekarang” ucap si C.


“oooh kasihan ya. Sepertinya kondisi keuangannya sedang kritis” ucap si B.


“kan dia mengambil kuliah ini dengan beasiswa. Terus, anak kuliah kan pasti banyak pengeluarannya. Wajar saja, ia sangat butuh uang sekarang” ucap si D.


“apakah ini yang disebut AYAM KAMPUS ?” tanya si A.


“sepertinya iya kalau disini, tetapi kalau di Bar namanya PELACUR” ucap si C.


“ha ha ha kamu sadis banget” ucap si A.


………………………………………………………………………


.


.


.


.


"Dasar netizen, urusan Ghibah aja nomor satu" ucap Bu Seung Gi di dalam hatinya menatap kelompok anak itu.


“apa benar Yunji kerja malam seperti itu? Aku belum terlalu kenal dengan Yunji, anak muridku sendiri. Tetapi, bisa jadi. Tetapi, alangkah baiknya aku menghampiri Yunji dan bertanya langsung padanya” ucap Bu Seung Gi berbicara dengan suara kecil menghadap papan tulis depan.


.


.


#bersambung…