OPPA ?

OPPA ?
Diriku terungkap!



HONG JI SOO



"kenapa dia ada disini?"


"kamu jurusan manajemen keuangan juga kan?" tanya dia dengan senyum sesinar cahaya matahari yang menyorotku.


"iya"


"maaf jika mengganggumu, aku melihatmu tadi ke perpustakaan, kamu membawa 3 buah buku. Buku apa itu kalau boleh tau?" tanya jisoo dengan nada lembut.


"buku Akuntansi. Ada apa emangnya?"


"oh, tidak ada apa apa. Aku cuma ingin tahu di jurusan manajemen keuangan , pelajaran apa saja yang harus di pelajari" ucapnya dengan nada menyesal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yunji tersenyum saja di balik masker. Ia tidak ingin Jisoo ini mengenalnya. Karena, ia takut Jisoo akan menjauhinya. Yang pasti, Yunji dulu menyukainya.


"aku belum melihatmu di ruangan tadi, tapi semoga kita dekat" ucapnya dengan nada semangat.


"iya"


Tak lama kemudian, Ayah Yunji datang dan menelpon Yunji di Aplikasi Whatsapp. untuk menutupi keresahan, Yunji yang bingung mau berkata apa,harus meminta izin dengan Jisoo dan membungkuk menandakan bahwa ia sudah di jemput. Jisoo dengan berbaik hati pun mengizinkannya untuk pulang duluan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selama perjalanan, Pikiran ku penuh dengan Jisoo. Harusnya aku sudah move on, tapi kenapa bisa jadi begini. Apa setiap hari aku harus menggunakan masker? Aku menyesal masuk kampus ini.


"gimana tadi di kampus?" tanya ayah sambil menyetir motor yang dikendalikannya.


"baik baik aja yah, dosennya ramah"


"bagus dong. Baru hari pertama aja kamu sudah menutupi wajahmu, kenapa?" tanya ayah yang penasaran.


"enggak apa apa yah, Aku lagi ada alergi debu. Aku sensitif banget sama jerawat sekarang"


"oh, anak ayah udah gede ternyata hahahahah" ucap ayah gembira.


.


.


.


.


.


MAAF AYAH AKU BERBOHONG PADAMU


.


.


.


.


.


Ketika sampai dirumah, mamaku menyambut hangat diriku dengan pelukan Serta hidangan teh Rasberry kesukaanku di tangannya. mamaku sangat senang sekali dengan kehadiranku yang selamat.


"bagaimana hari pertama di kampus?" tanya ia dengan senyum potongan semangka.


"baik ma, dosennya ramah"


"teman?" tanya mama dengan mata berbinar.


.


.


.


Yunji yang mendengarnya langsung terdiam karena ia tak mau membuat ibunya kecewa. Dengan tekad yang hampa,Yunji hanya menggelengkan kepala membuktikan bahwa dirinya belum punya.


.


Ibunya yang paham apa yang di sampaikan anaknya ini, langsung memeluk


"nanti kamu bakal dapat kok, sabar aja ya".


Kalimat itu sudah sering di dengar oleh Yunji, hampir bosan dan ingin melupakannya begitu saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Karena Yunji sayang sekali dengan ibunya, ia membalas pelukannya dan menjawab bahwa ia akan berusaha. Padahal niat belum ada, dan ingin meneruskan sikap kesendiriannya itu.


1 jam kemudian.....


Dengan Segelas Teh Rasberry diatas meja, dan Kue Cinnamon kesukannya sudah membentuk semangat Yunji untuk mempelajari Buku Akuntansi yang ada di hadapannya.


Untung saja aku sudah mempelajari banyak materi mengenai laporan keuangan akuntansi.


Dimulai dari Neraca saldo, Jurnal, kartu persediaan barang dagang, Jurnal penyesuaian, neraca lajur, laporan keuangan, dan jurnal penutup. Sebenarnya masih banyak lagi.


................


"semoga kita dekat"


................


Huaaaa!


.


Kenapa tiba tiba ada Omongan Jisoo sih di kepala ku!


.


kenapa kepikiran dia lagi sih?


.


.


.


.


.


KEESOKAN HARINYA....


Yunji datang dengan Wajah yang ditutupi masker. Seperti biasa, ia datang lebih awal. Ke perpustakaan, mengembalikan 1 buku serta meminjam buku baru lagi.


.


Ia tak sadar, Pria berambut merah itu masuk ke dalam perpustakaan dan menatapnya.


"permisi pak, saya mengembalikan buku dan meminjam buku baru lagi, apakah boleh?"


"tentu saja boleh, neng gelis. Kamu orang yang pertama bertanya seperti itu" ucap bapa petugas perpustakaan dengan senyum sipitnya.


"emangnya ada apa pak?"


"karena kebanyakan dari mereka yang habis meminjam, tanpa izin, langsung mengambil begitu saja. Sampai buku buku di sini banyak yang hilang, Karena mereka tidak mengembalikannya" Ucap bapa petugas sambil memasang wajah sedih seperti tidak ingin melanjutkan kalimat itu lagi.


"begitu ya pak, Orang jujur di dunia ini sedikit pak. Diri Saya yang menurut bapa jujur, belum tentu saya selalu jujur"


"Bapa tidak tau sifat asli mu, Tapi saya tau kamu orangnya baik hati dan sayang sekali sama buku" Ucap bapa itu dengan senyum yang meng isyaratku untuk sayang dengan perpustakaan ini.


"terima kasih pak"


"siap pak"


"jangan kebergantungan dengan teknologi jaman sekarang yang bisa saja menghambat kesuksesan mu" ucap bapa itu sambil tersenyum berharap aku mendengarkannya.


"siap pak, laksanakan"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


SESAMPAI KELAS.....


.


maaf pak, saya belum bisa melaksanakan keinginan bapa. tapi,akan saya usahakan


.


Yunji duduk di bangku belakang dan langsung duduk dengan rapi. Beberapa mahasiswa sudah datang. Tiba tiba ada yang datang menghampiri Yunji.


"halo, apakah kamu Yunji?"


(menoleh)


"iya saya yunji, kenapa ya?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ada seorang perempuan yang sepantar dengan Yunji bertanya kepadanya. Yunji melepaskan maskernya, untuk membuktikan bahwa ia orang yang sopan.


.


Tiba tiba saja Jisoo masuk ke kelas dan melihat Yunji yang membuka maskernya. Senyum Yunji yang setara dengan Bunga sakura kesukaan Jisoo, membuat hatinya berdetak kencang.


.


Jisoo baru menyadari bahwa kemarin ia berbicara dengan orang yang pernah disakitinya,Yunji. Jisoo tidak bisa berkata kata, rasanya ada kalimat yang ingin diledakkan kepada Yunji. Tiba tiba jisoo dipanggil temannya untuk pergi ke kantin.


.


Jisoo yang belum sempat mengelak, pasrah dengan ajakan temannya. Yunji baru sadar ada yang masuk ke kelas ini, seorang lelaki. Apakah dia Jisoo? pertanyaan yang selalu membenak di pikirannya*.


.


.


.


.


.


"bro, kenapa kau?" tanya Teman jisoo kepada jisoo.


"enggak apa apa kok" ucap jisoo.


" enggak apa apa bagaimana, waktu aku tarik, kamu ngelak" ucap temannya jisoo sambil merangkul.


"enggak apa apa. nih, sekarang aku mau anter kau. puas kan?" tanya jisoo kesal.


"selow dong. Lagian aku ngeliat kamu tadi, seperti ngeliat seseorang yang ingin kau peluk"


"ditambah tatapannya seperti rindu akan seseorang" sambung teman jisoo sambil tertawa kecil.


"apaan sih" ucap jisoo.


.


.


.


.


.


Apakah tadi dia kesini?


.


Aduuuh dia ngeliat aku gak ya?


.


.


.


.


.


.


.


Tak lama kemudian, kelas pun langsung dimulai. Jisoo yang tak fokus ingin melihat kebelakang dan melihat Yunji. Yunji yang tak fokus ingin menutupi Wajahnya dari Jisoo.


.


.


.


.


kriiiiiing.....


Bel berbunyi yang menandakan Kelas sudah selesai. Aku ingin langsung keluar saja, agar tidak bertemu dengan Jisoo. Di depan Kampus ada Cafetaria. Apa aku kesana saja ya sambil menunggu ayahku jemput?


Yunji langsung membenarkan tas nya dan memakai masker untuk menutupi wajahnya. Awalnya ia dari kamar mandi. Untuk menutupi jangkauannya dari Jisoo, ia melewati taman belakang. Berusaha mengendap - endap, Tiba tiba saja....


braaak...


"aduuuuh maaf maaf"


"eh?"


Yunji tidak sengaja menabrak Pria berambut merah berkacamata itu.


"tidak apa apa" ucap pria itu.


Aku harus kabur, Harus kabur. Aku tak ingin berurusan dengan pria itu. Tolong cepatlah diriku ini!!!


"tunggu" ucap pria itu.


(berhenti)


"sepertinya aku mengenal dirimu" ucap pria itu dengan nada detektif yang menemukan pelaku kejahatan.


Yunji berjalan cepat menninggalkan pria itu dan langsung menyebrang ke jalan raya menuju Cafetaria.


Hei !


Teriakan itu masih ada di telinga Yunji.


.


.


.


Tunggu


.


Kenapa aku lari?


#Bersambung.....