OPPA ?

OPPA ?
Apa kau mengenalku?



"hosh hosh hosh"


Suara desah lelah Yunji sehabis berlari cepat. segeralah Yunji mencar tempat mengumpat, yaitu di belakang tong sampah Cafe itu.


Terlihat sekali pria berambut merah itu menyebrang dan memasuki Cafe yang tadinya ingin dimasukki Yunji. Tiba tiba telepon Yunji berdering.


"kamu dimana, ayah sudah di depan nih"


Gila ya dia?!?!


Kan aku sudah minta maaf, ia masih mengejarku. Kalau dia sampai mengenalku, Identitas Misterius ku bisa terungkap.


"kenapa sayang? gelisah banget kelihataannya" Ucap lembut ayah sambil menyetir.


"enggak yah, gak apa apa"


Ucapan Yunji membuat sang Ayah tidak fokus menyetir. Ia khawatir terjadi apa apa terhadap anaknya itu. Apakah ia dibully? Pikiran itu terus berkecamuk dan dipertanyakan oleh ayah.


KEESOKAN HARINYA.....


*dia gak ada kan?


(melihat sekeliling sudut kampus)


"fiuuuh dia gak ada"


Aku berharap, hari ini tidak bertemu dengan 2 orang yang tidak ingin ku temui. Aku merencanakan untuk memakai Masker setiap hari nya. Semoga mereka tidak mengenaliku.


Pukul 07.45


Aku duduk di belakang seperti semula. 15 menit lagi, kelas dimulai. Aku mengeluarkan buku Administrasi Pajak dari tas ku. Kebetulan Otak ku lagi encer tentang Pajak, karena baru saja ku pelajari semalaman.


Eh?


jisoo dateng!!


untuk menghindari Wajahnya dari pandangan Jisoo, Yunji menutup wajahnya menggunakan buku yang baru dikeluarkannya.


"permisi, saya duduk disini ya"


Apa?!?!


Terlihat Jisoo duduk disamping Yunji. Jisoo membenarkan posisi kursinya agar nyaman dan langsung menghadap tas untuk mengeluarkan buku.


kenapa dia disini?!?!


kan disitu masih ada bangku kosong di tempat ia duduk??


ah tidaaaak!!!


Yunji tidak menyadari, belakangan ini Jisoo selalu memperhatikannya. Ia merasa gengsi jika menegurnya terlebih dahulu. Agar ia dekat, jisoo merencanakan rencana bar bar yang sudah ia siapkan.


"maaf, kamu yang waktu itu ya?" Tanya jisoo sambil memasang muka manis kucing


"iya"


"kamu, lagi belajar buku apa?" Tanya jisoo.


"Buku pajak"


"Oh gitu yah. aku tidak mengerti pelajaran apa lagi itu" ucap jisoo sambil menggarukkan kepala.


*ya jelas lah, kau mengambil jurusan IPA di SMA mu, mana mungkin kau mengenal keuangan


"oh hahahah nanti lama lama kamu paham kok"


"aku harus belajar lebih giat lagi" ucap jisoo menyemangati dirinya sendiri.


*kau itu salah jurusan, bodoh. Lebih baik kalau kau pindah jurusan, dan jangan berhubungan dengan diriku lagi!!


"kalau gitu semangat"


"hmm aku boleh minta sesuatu gak?" tanya jisoo.


"apa itu?"


"ajari aku dong" ucap jisoo sambil tersenyum meminta pertolongan.


Yunji tidak bisa membaca pikiran Jisoo ini. Ia juga tidak mengerti ekspresi apa yang disampaikan jisoo ini. Yunji takut, jika ia diketahui duluan. Atau jangan jangan ia hanya ingin belajar saja? apa tujuannya mendekati Yunji?


"hahahaha, iya boleh"


Yunji memasang muka gembira dibalik masker. Ia sama sekali tidak melepas masker itu. Untung saja, Di kuliah di ijinkan memakai masker di dalam kelas.


Yunji mengajari Jisoo dimulai dari awal. Apa itu administrasi? apa itu Surat pemberitahuan pajak? berapa pajak yang mesti dilapor dalam perbulan? Yunji mengajarkan semua itu kepada Jisoo dalam waktu singkat. Karena ia hanya mengeluarkan pikiran yang ia ingat saja.


"bagaimana? sudah paham?"


"oh sudah" ucap jisoo sambil memelekkan matanya yang tengah terkantuk.


"oh syukurlah"


"hmm tapi" ucap jisoo belum melanjutkan pembicaraan.


"iya?"


"aku masih belum paham sedikit, apakah nanti bisa ajari aku lagi?" tanya jisoo dengan wajah berharap.


"oh gitu ya, bisa kok. Tapi lain kali ya,aku juga sibuk dirumah. Banyak hal yang harus aku selesaikan"


"oh iya, tidak apa apa kok. aku paham hahaha" ucap jisoo sambil menyipitkan mata yang menandakan sedikit lucu.


Selama ber jam jam, Jisoo duduk di sebelahnya Yunji. Jisoo sudah menyadari ia siapa. Yunji menyadari ia siapa. Mereka saling menyadari isi hatinya masing masing.


Tetapi, Mengapa mereka begitu sulit untuk di dekatkan?


Ketika di perpus...


Yunji mengambil buku lagi. Buku "Siklus akuntansi". Buku tiap hari yang ia pinjam di perpus. Selain belajar dari Handphone, Ia masih membutuhkan buku. Karena baginya, Buku adalah belahan jiwanya.


Sambil mengisi data Peminjaman di meja depan perpus serta dibantu petugas. Yunji melihat pria berambut merah itu serius membaca buku di meja.


Yunji sudah mengembalikan buku yang ia pinjam kemarin, yang dimana bukunya sempat rebutan dengan pria berambut merah itu.


"hei, terima kasih"


pria berambut merah itu sadar dan langsung melepas headshetnya. Mata ia terpancar terhadap kecantikan Yunji disinari Cahaya matahari yang menembus dari atap jendela perpustakaan.


"oh ya? atas hal apa?" Tanya Pria itu dengan heran.


"kemarin, soal buku"


"oh hahaha yang itu, iya sama sama. Justru aku ingin minta maaf, atas hal kemarin" ucap pria berambut merah sambil menundukkan badan.


"tidak apa apa. Saya keluar dulu ya"


"hei"


"tunggu" ucap pria itu sambil melihat kebelakang.


"iya?"


"namaku Jihoon, namamu siapa?" Tanya jihoon dengan mata Bersinarnya disorot cahaya yang nembus dari jendela perpustakaan.


(membalikkan badan)


"namaku Yunji"


Yunji langsung menunduk meminta izin bahwa ia ingin kembali ke kelas. Sedangkan si Jihoon, ia tidak mendengar apa yang baru saja diucapkan gadis itu.


"namanya siapa?"


"Ryujin?"


"Yujin?"


"Ruji?"


"aku tidak mendengarnya sama sekali"


Kenapa hari ini aku merasakan hawa yang tidak enak. Apakah ada hal yang terjadi nanti pada diriku? kenapa detakan jantungku berbeda?!?!


Aku harus bisa menjauh dari kedua orang itu semua. Salah satu dari mereka pernah menyakitiku.


"Yunji" ucap jisoo sambil membenarkan kacamatanya.


"iya?"


*a**pa apaan nih, cakep banget**


"ajari aku lagi" ucap jisoo bertampilan manja.


"ok"


Yunji menyadari gerak geriknya Jisoo dari awal. seharusnya orang yang duduk denganku, pasti ia meminta untuk di lepas maskernya karena penasaran apa yang terjadi pada wajahnya. tetapi, jisoo bertingkah biasa saja seperti sudah mengenalnya.


"jisoo"


"iya ada apa?" seru jisoo sehabis menulis.


"kau kenal aku?"


Jisoo kaget ketika menghadap pertanyaan itu. Badannya kaku. Setengah ingin jawab, Setengah membiarkan diri untuk tidak bicara sedikit pun.


"kau kenal aku kan?"


pertanyaan kedua kali yang baru saja dilontarkan dari Yunji kepada Jisoo membuat Background suasana novel ini layaknya sakura berterbangan.


"hmm" ucap jisoo ragu ragu.


4 tahun yang lalu.....


Jisoo dan Yunji pernah bertemu, tetapi beda sekolah. Dikarenakan sekolah Jisoo mengalami kerusakan bangunan dan akan beresiko fatal terhadap muridnya. Sekolah jisoo pun langsung mengungsi di belakang yaitu SMK ( tempat Yunji bersekolah)


Awalnya mereka tidak dekat. Tetapi, seiring berjalannya waktu. Mereka mulai dekat layaknya teman, mungkin hampir tumbuh bibit cinta.


Tetapi, Karena takdir Tuhan tidak bisa dilawan. Jisoo mengalami sesuatu yang dimana ia tidak mengingat orang orang sama sekali.


Dan disitulah...


Perjalanan Yunji bertahan hidup menahan rasa sakit dimulai.


bersambung.....