
*ada beberapa Kalimat Informal. Dimohon hati hati dan maklumkan. Terima kasih.
“perkenalkan nama saya Shin Yun Ji, saya pindahan dari Indonesia. Nama asli saya Yulia Jihan . Maaf jika perkataan saya banyak yang salah, mohon bantuannya”
Itulah kalimat yang sudah 3 kali berturut turut aku ucapkan, SMP, SMK, dan kuliah. Reaksi mereka ya seperti biasa, Membicarakan ku dari belakang.
Entah apa yang dibicarakan. Tapi menurutku diri kita seakan brengsek di cerita orang.
Aku pindah ke Korea Selatan, Busan. SMP,SMK,Kuliah disitu mulu tempatnya, Busan. Aku pindah ketika lulus SD, dikarenakan Ayahku kangen dengan tempat kelahirannya.
Ya, Ayahku Orang Korea, Ibuku Orang Jakarta. Mereka bertemu dan menikah.
Dalam 7 tahun di Korea, diriku sudah terbiasa dengan bahasanya. Cuma, terkadang bahasa dan logatnya berbeda-beda tiap tempat serta tiap orang.
Misalnya : Orang Indonesia logat jawa berbicara dengan orang Indonesia logat Bogor.
Ada banyak ekspresi tiap orang ketika diriku memperkenalkan diri :
Ada yang membicarakanku dari belakang.
Ada yang langsung bertanya padaku.
Ada yang mencoba mendekatiku karena mereka mengira diriku kaya raya.
Ada yang tidak peduli sama sekali dengan kehadiranku (itu reaksi yang aku harapkan )
Dulu aku periang, sekarang sudah berbeda. Mungkin kata orang dulu diriku Sesegar Strawberry sekarang sebusuk Jeruk, maksudnya? Aku juga tidak mengerti.
Dulu aku sangat bodoh, pelajaran di Indonesia dengan di Korea berbeda sekali. SMP nilai ku benar benar jeblok, dan jangan ditanya berapa.
Sekarang seiring berjalannya waktu, aku memulai tekad kuat ku untuk bangkit dengan menghapal rumus dan memperlancar Hangeul ku.
Syukur Alhamdulillah, diriku meningkat di SMK. Masuk ke dalam 10 besar terpintar di kelas, mausk ke dalam 10 besar terpintar di Sekolah, Juara Nasional Perlombaan bidang ilmu pengetahuan, dan juara nasional perlombaan Bidang kejuruan.
Aku gak sombong kok, Cuma mau pamer aja.
“permisi, saya mau lewat”
“oh maaf” ucap kumpulan gadis yang menghalangi jalanku.
Dalam hati aku sudah tau pasti dikit lagi mereka membicarakanku, dan benar. Karena dari lahir diriku punya kekurangan dan kelebihan fisik.
Kekuranganku adalah dari lahir memiliki kaki yang tidak seimbang panjangnya (pendek sebelah) yang otomatis jalanku pincang di mata orang lain.
Kelebihanku adalah, mendengar jarak jauh dan dapat mengingat “cepat ingat lambat lupa”.
……………………….
“dia pindahan dari Indonesia kan?”
“iya kayaknya”
“eh kamu tau gak?”
“apa apa?”
“sekarang dia ke perpus, pasti mau genit”
“eh engga tau, aku liat dia belajar kok”
“oh dia mau belajar, cih kepintaran orang Indonesia pasti kalah dengan kepintaran orang korea. Kan IQ kita tinggi tinggi”
“sudahlah pupus harapannya”
“tetapi setauku dia banyak memenagkan posisi juara lho”
“halah palingan hasil suap”
……………………….
“hadeeeh terkadang omongan netizen nyelekit di hati daripada amukan mama”
Dari dulu hingga sekarang tempat favoritku adalah perpustakaan. Kenapa? Karena pasti ada wifi kencang disitu dan bisa tenang dari omongan netizen.
Aku bisa meminjam buku buku yang ingin aku pinjam dan menggandakannya dengan mesin fotocopy di rumahku.
Saking banyak buku di kamarku, Rak buku 3 tingkat pun tidak cukup untuk menampung buku buku gandaanku ini.
Ketika sampai di perpus…
Sebelum memulai pelajaran, aku mencari buku untuk pelajaran sekarang “ Akuntansi”. Aku mengambil jurusan manajemen keuangan.
Semua yang berhubungan dengan keuangan pun aku jalani dan aku pahami setiap lembarnya. JIka tidak memahami cara menghitung dan cara mendata, itu sudah tidak Balance dalam masa depanmu.
“isssh kok susah banget sih di ambilnya”
Aku berusaha untuk meninjit, ninjit, injit, terus injit untuk sampai agar bisa mengambil buku itu. Dari sampulnya sepertinya sudah menarik, aku harus cepat. Tiba-Tiba…
(sreek)
Ada seseorang yang langsung mengambilkan buku itu. Mengapa dia? Apakah dia menolongku? Aku sangat berterima kasih atas hal ini.
Sebelum mengucapkan, seharusnya aku memasang ekspresi bahagia terlebih dahulu.
“Saya yang ambil duluan buku ini, maaf ya” ucap lelaki berambut merah berkacamata itu dengan pandangan meledekku.
“Dia mengambil buku ku? brengsek sekali dia”
15 menit kemudian….
Aku berusaha melupakan kejadian tadi, tapi tetap membuatku dongkol atas semuanya. Lebih menyebalkan lagi, ia duduk percis di belakangku.
Apakah dia ingin menertawakanku? Apa lagi jebakan dia?
Tidak lama kemudian, ia menaruh buku Akuntansi itu di atas meja hadapanku. Tersontak kaget, karena tiba tiba ia berubah pikiran.
“maaf ya, nih lo ambil, gue gak niat baca lagi” ucap lelaki rambut merah itu sambil meninggalkanku dengan wajah gentle.
Melihat gadis gadis yang ada di depanku sangat terpesona dengan lelaki yang satu ini.
Apa yang kau sukai dari dia wahai gadis gadis bodoh??!?!
Jelas jelas dia Badboy tidak baik untuk kesehatan dan mental mu!
Tampan dari mana coba ya tuhan....
Apalah dayaku yang merasa dia mirip sekali dengan Transgender karena wajahnya mirip perempuan. Apakah ibunya dulu ngidam anak perempuan?
Kriiiiiiiiing………
Aku harus bergegas mencari tempat duduk, dan akhirnya aku berhasil mendapat tempat duduk paling belakang.
Senangnya hatiku, duduk menyendiri dari orang lain. Aku langsung mengeluarkan buku ku dari tas ku.
*braaak
Yaps disaat ku mulai gugup, tas ku jatuh. Dan disaat itu juga orang – orang sudah pada masuk ruangan ini.
Dosen pun langsung memasuki ruangan dan memperkenalkan dirinya. Kulihat meja dan bangku sudah di duduki masing-masing, kecuali meja sebelaku yang masih kosong. Otomatis diriku duduk sendiri.
Di hari ini aku belum disuruh perkenalan, dikarenakan dosennya ingin memperkenalkan dirinya dulu dan menceritakan kisah hidupnya yang membosankan.
4 jam kemudian….
huaaa cape sekali (mengulet )akhirnya selesai juga
Orang – orang dengan wajah gembira dan cari perhatian agar dirinya terkenal di kalangan orang lain, berbeda denganku yang keluar sudah menutupi wajahku dengan masker.
Selain menjaga diriku dari penyakit, aku yang bisa dibilang introvert karena banyak cerita kejelekkan diriku di mata orang lain.
yaah, ayah jemput 10 menit lagi. pasti lama banget deh
Yunji duduk di bangku dekat pohon Cherry yang masih gundul belum ada buahnya. Memasang headshet dan mendengar lagu “ IU – PALLETE” yang dapat me relax kan otot otot otaknya yang sudah mengempul pelajaran.
Tiba tiba saja seseorang duduk di sebelahnya, dan Yunji kaget dan melepas Headahetnya. ketika tahu Yunji tahu bahwa orang yang duduk disamping adalah orang yang ia kenal.
“permisi, saya duduk di sebelah mu ya” ucap lelaki rambut hitam sambil tersenyum padaku.
“ oh ya (menggeser posisi ) silahkan”
"maaf, apakah kamu juga jurusan manajemen keuangan?" tanya lelaki rambut hitam dengan senyumnya.
Apa! Apa! Dia disini? Mengapa ?!?!
HONG JI SOO
Orang itu, kenapa dia ada disini?
Kenapa aku deg-deg an?
Kyaaaaa mati saja aku!
Bersambung……
Note : *huruf huruf yang di tebalkan adalah kata kata hati si tokoh utama
terkadang diberikan tanda * untuk kata hati tokoh utama
*Huruf Miring merupakan Jalan Cerita.